
Happy reading
^^
Tak menyangka Nadine beberapa hari ini hanya terdiam dirumah. Tidak ke homecare di Bandung apalagi di Jakarta, tidak berangkat ikut berkumpul bersama teman bandnya, tidak menemani Luna dengan berjelajah imajinasinya, tidak latihan tae-kwondo. Ohya Nadine selama ini dibekali bela diri dari sejak dia SD oleh ayahnya dan sempat mendapati mendali emas untuk pertandingannya.
Zahwa dan Luna sempat berkunjumg kerumahnya dan Nadine menceritakan semuanya pada mereka teman dekatnya itu. Namun saat mereka ingin menginap, zahwa ditelefon oleh ayahnya di Jakarta untuk pulang dan sepertinya keadaan mendesak, sedang Luna ia harus menemani majikannya ke Bogor untuk memilih koleksi bunga yang baru.
Gaga juga setiap hari kerumahnya untuk memasang cctv juga mengirim makanan pada Nadine. Tak banyak bicara, hanya suruhan dan peringatan pada Nadine.
Akhirnya Nadine yang baru mandi saat menjelang siang itu mempunyai ide untuk momen yang membosannya ini. Ia beranjak dari posisi wenak nya di sofa untuk melangkahkan kaki ke dapur. Ia membuka lemari yang tertempel di dinding dapur untuk mencari bahan-bahan membuat cilok. Ia sangat suka cilok. Dia membawa aci menimbangnya dan mencampurkannya dengan terigu. Merendos rempah-rempah dan mengaduk adonan hingga kalis. Ia memanaskan air hingga mendidih sambil membentuk adonan menjadi bulat-bulat. Nadine lupa akan bumbu kacangnya.
Apa bi ani menyediakan bumbu pecel?. Batin nadine.
Tapi ternyata nadine tak bisa menemukan itu dimanapun. Nadine hendak pergi keluar tapi perkataan Gaga yang memperingatinya untuk tak kemana-mana membuat Nadine mengurungkan niatnya apalagi sekarang ada cctv pasti ketahuan jika ia pergi keluar. Akhirnya dia memutuskan untuk menelfon Gaga untuk membawakan bahan itu.
"Hallo kenapa? " ucap suara bariton dari seberang sana.
"Gini kak, aku boleh titip sesuatu gak? " ucap Nadine
"Hm apa? "
"Aku nitip bumbu pecel di warung, nama merknya sintei. " ucap nadine
"Hah? Untuk apa? " ucap Gaga bingung.
"Udah bawa aja! Ka Gaga mau kesini kan?" Ucap Nadine. Gaga yang masih duduk di sofa apartemennya melihat jam, dan memang hari ini tadinya sesudah pagi tadi mengantar sarapan ke rumah Nadine, Gaga tidak akan ke rumah Nadine lagi hanya saja Nadine yang memintanya.
"Yasudah aku otw sana. Jangan kemana-mana!" Ucap gaga sembari menutup telefonnya.
Nadine kembali memasak, memasukan cilok yang sudah dibentuk kedalam air mendidih lalu meniriskannya. Sembari menunggu Gaga, Nadine memeras Lemon untuk ia minum bersama madu.
Tiga puluh menit berlalu, Gaga mengetuk pintu rumah nadine padahal Gaga juga mempunyai kunci rumah tapi ia lebih menghargai bahwa didalam ada Nadine. Nadine membuka pintu.
"Ada kan? " ucap nadine
"Nih" ucap gaga sambil menyodorkan kantung pelastik.
"Kamu bikin apa sih?" Ucap Gaga
"Cilok. Mau? " ucap Nadine. Gaga hanya diam melihat punggung nadine yang berlalu.
Gaga duduk di sofa ruang tamu tak lama Nadine mambawa dua gelas lemonade hangat dan mangkuk cilok dengan baluran bumbu kacang. Menurut gaga suguhan itu tidak senada sama sekali. Ia mengerutkan keningnya.
Seriously cilok dengan __ lemonade? . Batin gaga lalu ia tertawa geli melihatnya. Nadine menyadari ledekan Gaga yang mentertawakan suguhannya.
"Ya mau gimana lagi! Aku gapunya banyak bahan makanan disini! Kalo ga tertarik gausah makan! Udah pulang aja!! " ucap nadine dengan menarik baki yang ia letakan di atas meja yang sudah ia letakan makanan itu.
"No. Aku tertarik ko. Kita coba ya" ucap Gaga sembari menggapai garpu dan mencicipi cilok buatan tunangannya itu. Gaga merasa ini cilok terenak yang pernah ia makan! Bumbu asin pedasnya pas banget!
"Ini lumayan deh " ucap Gaga yang gengsi untuk memuji masakan tunangannya. Nadine tak peduli ia langsung menyantap makanannya tanpa mempedulikan ekspresi Gaga. Nadine mencoba mencari cincin tunangan mereka di jemari kiri pria itu, tapi tak ada hanya polos.
"Kamu gapake cincin? " ucap Nadine. Nadine merasa sedih, sepertinya hanya ia yang peduli pada pertunangannya. Gaga mengeluarkan tali hitam yang terbelit di lehernya dan memperlihatkan cincin tunangannya.
"Aku gantung disini. " ucap Gaga.
"Oh. Emang ya hubungan kita pantesnya di gantung " eh kok Nadine jadi baper ya? Mungkin karena faktor menstruasi. Gaga hanya tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan tunangannya yang menggemaskan saat itu.
"Enggalah nad! Kita sudah pasti menikah! Kenapa? Udah mulai suka ya sama aku? " ucap Gaga dengan kepedeannya.
"Hih! Mana ada! Ngapain juga suka sama cowok yang mau menutupi pertunangannya di balik kaosnya itu! " ucap Nadine meledek
"Ok aku pake lagi di tangan. Aku cuma gabiasa pake cincin nad. Makanya aku gantung dijadikan kalung. " ucap gaga sambil memindahkan cincin itu.
"Gausah! Nanti Elsa neror aku pas ketemu sama kamu dalam keadaan pake cincin! " ucap Nadine
"Aku heran deh sama kalian berdua, kenapa ga dari sebelum kakak ketemu aku kalian nikah?" Ucap nadine bertanya-tanya
"Ahh mm itu __ itu karena orang tuaku tidak menyukainya " ucap Gaga
"Kenapa? Kan model? Kan cantik? Kan sexy? " ucap nadine menekan terakhir kalimat yang diucapkan
"Gatau deh kata mama mau gimanapun cantik sexy, elsa gamasuk kriteria mama. " ucap Gaga seolah sibuk dengan makanannya.
Memang sih riana yang notabene nya ibu kandung gaga tidak menyukai Elsa karena Elsa terlihat wanita yang perfeksionis, secara pasti Gaga akan kewalahan atas sikap manja seorang Elsa apalagi kekayaan yang dimiliki keluarganya membuat Elsa pasti banyak merengek meminta barang-barang branded yang baru.
"Oh .. terus tanteu Riana setuju sama aku?" Tanya nadine, lalu Gaga mengangguk mantap.
"Kenapa?"
"Balik lagi sama masalalu nad. Mamaku seolah balas budi akan menjagamu sekalian saat ibumu sudah pergi duluan. " ucapan Gaga ini membuat Nadine berkaca-kaca.
"Maaf kak, kalian semua jadi terbebani untuk menjagaku " ucap nadine lirih. Gaga menoleh pada Nadine yang menundukkan kepalanya. Lalu Gaga bergeser merangkul bahu wanitanya itu menarik badan nadine untuk berhadapan langsung dengannya. Lalu Nadine tercengang dan melihat muka Gaaga yang sangat dekat. Dadanya seolah sesak entah lah dia merasakan sesuatu.
"Udah berani nyosor? Kita cuma berdua loh disini " ucap Nadine memberanikan diri agar tidak terlihat gugup. Gaga batuk dan langsung menjauh.
"Maaf nad." Ucap gaga. Nadine mencoba merilekskan dirinya.
Keheningan terjadi, suara hujan yang mulai turun membuat atmosfer dingin disana tersebar membuat dua sejoli itu semakin canggung.
"Nonton film yuk" ajak Nadine lalu ia mengangkat badannya untuk berdiri.
"Nad. " ucap Gaga
"Kenapa?" Nadine kembali duduk
"Kenapa kamu bisa___ kaya gitu sama ___ " ucap gaga ragu namun di potong nadine
"Oh, mau tahu?" Ucap nadine. Gaga mengangguk. "Tapi kalau kamu gamau cerita, gapapa takutnya flashback." Ucap gaga
"Aku udah move on kok. " ucap nadine. Nadine pun langsung bercerita tentang dirinya dengan mantannya.
"Yah aku gak ngerti kak kenapa cinta bikin aku bodoh. Waktu itu hujan lebat dan salahnya aku nyamperin dia sebelum hujan turun ke apartemennya. Dia kuliah di Bandung kan, tapi di universitas khatolik walaupun dia islam. Ntahlah dari situ dia ngancem itu ini itu kebawa suasana akhirnya dia paksa aku kak. " ucap nadine. "Ini pengalaman aku yang bener-bener gak mau aku akui. Tapi fakta tetaplah fakta" ucap Nadine dengan wajah menatap kosong.
"Lalu?.." ucap gaga
"Lalu udah gitu aku jadi posesif, tiap dia ngilang aku cariin, dia gabales chat aku cariin ke temen-temennya sampe temennya pada gasuka dan mantanku risih sampe pindah apart. Dan akhirnya aku mendapati dia sama pacar barunya waktu wisuda. Abis dia kirim pesan, aku nyelidikin yang untungnya ada yang baik sama aku. Temen deket dia ngasih tau aku kalau memang dari awal masuk kuliah, perempuan yang cium dia udah kayak perangko kemana-mana berdua sampe temennya itu mendapati dia sering berduaan di apart mantanku dari apartemen pertama yang aku tahu. " ucap nadine panjang lebar dengan polos.
"Itu namanya pelecehan seksual Nad. Posisi kamu masih sma?" Ucap Gaga
"No. Aku semester 2 waktu itu. Dia semester 6. Dia selalu ngelak sama aku tentang cewek itu tiap aku ke apart dia buat main atau sekedar ngasih makanan buatan aku biar dia luluh lagi, aku juga selalu mendapati dia disana tapi aku gak curiga karena yaa ___ aku terlalu percaya." Ucap nadine.
Memang salah besar bila kita mempercayai lelaki yang belum tentu jadi suami kita, apalagi keadaan dunia kita yang bakalan beda.
*****
Bagi kamu wanita, jangan pernah memberikan sedikitpun hak badanmu untuk lelaki yang belum tentu akan jadi suamimu. Bagaimana kalau kita bakal benar-benar menikah? toh walaupun sudah pastipun itu dosa, jagalah moral kalian dan hargailah dirimu.
Dan untuk kamu lelaki, hargailah pasanganmu jangan kau rusak. Jaga juga moral kalian. Belum tentu dia jodohmu dan bila memang sudang terjadi maka jangan lepaskan dia. ☺️
untuk kalian bila memang sudah "melakukan" itu. Jaga baik hubungan kalian!
Untuk kalian yang bernasib sama seperti Nadine, yang tabahlah dan jangan pernah menyerah!!🖤
Thanks for reading guys klik likenya yah!🖤
Maaf bila pesan yang tersirat ada yang tersinggung, terimakasih atas kalian yang bijak☺️🙏
Boleh isi pendapat kalian di kolom komentar!! Termakasih🖤🖤