
Happy reading guys ...
• • • • • • • •
Jo masih berada dirumah sahabatnya yang masih pengantin baru itu. Mencari-cari dan mondar-mandir rumah yang besar itu sambil mengucek mata dan jalan agak sempoyongan karena dirinya baru saja bangun. Ia bertemu dengan Surti pembantu Gaga.
"Maaf, mbak. Si Gaga ama Nadine mana ya? Masih dikamar gitu?" Ucap Jo bertanya
"Oh .. ini mas Jo ya? Saya ketuk-ketuk bangunin tadi pagi gak kedengeran ya mas?" Ucap Surti dengan tidak menjawab teman majikannya itu
"Ohaha maaf mbak, saya memang agak .. kebo. " ucap Jo dengan kata terakhir yang sedikit berbisik. Surti tersenyum dan mengingat pertanyaan Jo sebelumnya.
"Ohiya.. mas tanya tuan sama nyonya yah? Tuan ke kantor kayanya dan nyonya lagi berenang. " ucap Surti. Jo sedikit bingung bukannya teman dekatnya itu sedang cuti? Lebih baik dia menghampiri Nadine. Ia melihat Nadine sedang berenang-renang di kolam renang dekat paviliun belakang. Jo duduk di kursi santai dan Nadine menyadari ada Jo disana.
"Eh kak Jo ! Baru bangun?" Ucap nadine yang bertengger diri sisi kolam.
"Iya nih nad. Si Gaga mana? Dia kok kerja sih?" Ucap Jo dan menghampiri Nadine yang sedang mengusap-usap mukanya.
"Gatau tuh.. sibuk kali, biarin aja " ucap Nadine acuh.
"Nad.. maaf kalau saya lancang, tapi hubungan kalian berjalan mulus gak si?" Ucap Jo menjongkokkan badannya dekat Nadine. Nadine tercengang akan pertanyaan Jo. Nadine menarik nafas panjang dan menatap Jo yang ada disampingnya.
"Aduh gatau tuh kak. Aku sih merasa baik-baik aja kok" ucap nadine di akhiri dengan senyum. Ia tak mau mengungkapkan sesuatu karena ia tau Jo dekat dengan keluarga Gaga, dia gak mau ada sesuatu yang salah faham.
"Jujur aja nad.. saya tahu kok masalah kalian dan lain-lain sehingga kalian bisa menikah " ucap Jo. Sepertinya Nadine mengerti hubungan Jo dengan Gaga memang sangat dekat. Pengusaha baso aci itu benar-benar memperlihatkan sifat pendengarnya dark bola matanya yanh seolah membuat nadine ingin mengungkapkan segalanya
"Gini ya kak. Aku baru nikah sama kak Gaga. Gaga tuh ganteng, pinter, menawan deh pokoknya aku sadari. Tapi mulutnya aku gak suka! " ucap Nadine blakblakan. Jo semakin bingung memangnya sahabatnya itu sudah berbicara apa sehingga nadine mempunyai kesimpulan seperti itu.
"Maksud kamu? Mulutnya gimana?" Ucap Jo dengan sedikit heran dan menekan sedikit mukanya ke arah nadine
"Aduh pokonya aku gak mau bahas deh kak. " ucap nadine yang merasa malas membahas dan mengingat kata-kata Gaga.
"Nadine.. saya tahu hubungan kalian kok. Nanti dikit-dikit kamu pasti bakal deket sama dia, bakal jadi suami istri yang sebenarnya" ucap Jo
"Ahh apaan sih kak. Deket apanya! Kak Gaga segitu dinginnya,segitu enggak antusias sama pernikahan ini. Dia kan belum move on mana bisa deket sama saya. Lagipula kalau deket, palingan aku dijadikan pelampiasan. Ya gak? Jadi males deh mau mulai cinta sama dia" Ucap Nadine yang menengadah menatap mata Jo. Jo hanya bisa menarik nafas, tak tahu ia harus bicara apalagi karena istri sahabatnya ini pola pikirnya berbeda dan fikirannya pada Gaga juga sangat terlalu jauh. Padahal memang sih, jo tau Gaga seberapa cintanya juga seberapa sakitnya kepada Elsa. Namun, jo memastikkan bahwa Gaga tak mungkin menjadikkan nadine sebagai pelampiasan belaka.
"Gini deh Nad, mau kamu sekarang gimana? " ucap Jo. Nadine berfikir beberapa detik dan tak menemukan pendapat yang pas untuk itu.
"Gatau kak.. aku baru nikah beberapa hari. Gatau tuh mau gimana-gimananya. " ucap nadine datar
"Aku naik dulu deh.. mau mandi. Kak Jo makan sana! Udah jam 10 juga belum sarapan dih " ucap Nadine beranjak dari kolam. Jo hanya mengangguk mengulum senyum menatap nadine yang masih basah, mengelap rambutnya dengan handuk yang ia kenakan dan menghilang dari pandangan Jo. Jo akhirnya pergi ke dapur untuk makan dan masih berfikir aneh dan merinding sendiri dengan dua sejoli itu.
🦋🦋🦋
Celana dobox warna putih sudah nadine gunakan. Memakai sepatu adidas putih, kaos putih bergambar wanita pakai kacamata ala-ala brand bershka memasukkan baju dobox dan sabuk hitam taekwondonya ke dalam tas. Ia sudah siap untuk berlatih bela dirinya. Sekarang Nadine tinggal menunggu Gaga pulang.
Jo ternyata sudah pulang, surti yang melaporkannya. Jo bilang ada urusan yang membuat dirinya harus pergi ke Bandung. Nadine mengiyakan dan dia tahu Jo memang mempunyai usaha disana. Ia jadi teringat homecare nya. Ia menyapa pegawai disana di grup dan menanyakan semua perkembangan homecare nya itu. Ia juga teringat band nya yang ia tinggalkan. Masih bimbang antara lanjut atau keluar dari band yang ia anggotai dari SMA. Sedangkan memang anggota lain juga sangat sibuk akan kehidupan mereka, bukan hanya tentang band saja.
Mobil Gaga masuk ke pelataran rumah dan berhenti di depan pintu. Dia tak memasukkannya ke garasi karena akan pergi lagi.
"Plis Gaga. I need you now! " ucap Elsa dari seberang sana
"Apasih lo? Ganggu gue! Gapenting! Cari aja temen lo atau si siapa tuh cowo yang lu temenin di hotel! " ucap Gaga yang termakan emosi terlebih dirinya sedang sibuk di kantor
"Tuh kan.. i know u still care Gaga! Cepat kemari ku mohon!!! " ucap Elsa terkekeh
Gaga sedikit frustasi akan Elsa yang menghubunginya terus-menerus. Terlebih juga perkataan nadine yang membuat dirinya berfikir keras akan perkataan Nadine.
"Ayo!" Ucap Gaga yang masuk ke rumah dan mengajak nadine yang sedang asik memainkan ponselnya di sofa. Gaga sekarang terkagum melihat penampilan nadine yang keren akan gaya nya.
"Oh udah sampe.. oke ayo! Mau langsung?" Ucap Nadine menatap gaga dan membenah tasnya
"Iya, langsung aja. " ucap Gaga berbalik badan mengalihkan perhatiannya.
Nadine mengekori gaga dan masuk ke mobil nissan cx5 itu. Diperjalanan Gaga mendapati pesan dari Jo.
Jo: bro gua harus balik. Gua ada urusan di bandung. Sebaiknya lo lebih lembut lagi sama Nadine, dari sikap maupun ucapan lo! Nadine udah membuka hati kok dari jauh hari, tinggal lo nya aja. Gua yakin kalian jodoh. Good luck!
Gaga membagi fokusnya pada jalanan dan ponselnya itu dilihat oleh Nadine. Nadine tidak suka orang yang memainkan ponsel di perjalanan selain hal penting.
"Penting?" Ucap nadine menyinggung Gaga
"Hah?.. oh enggak kok" ucap Gaga mencoba mengetik membalas pesan temannya.
"Simpen. Kamu lagi nyetir . " ucap nadine datar
"Oh iya wait " ucap Gaga
"Kak Gaga! Please dong, jalanan nih ah " ucap Nadine dan menarik ponsel Gaga tanpa melihat layarnya. Gaga tercengang dan kembali fokus pada jalanan. Gaga berfikir baru kali ini dia dimarahi setegas itu kembali, selain oleh ibunya yang bawel ternyata istrinya sangat peduli dengan hal keamanan.
"Kamu kok kaya mama ku yah!" Ucap Gaga
"Semua orang juga sadar ko kak! Kakak aja yang ganyadar apa memang belum pernah jadi penumpang ya? Gimana rasanya supirnya gak fokus gitu " ucap Nadine.
"Iya kaya kehidupan aja nad. Cuma penumpang perannya beda" ucap Gaga basa-basi namun nadine sendiri memaknainya dengan seksama.
"Maksudnya?.." ucap Nadine yang menatap wajah tampan sedikit lesu nya Gaga.
"Gini loh.. sekarang kan saya seorang suami, saya itu yang ngatur alur perjalanan hidup kita. Nah kamu sebagai seseorang disamping saya, tugasnya adalah menegur saya kalau saya gak fokus, salah jalan atau hal lain nya dan disepakati oleh kita berdua bahwa hal itu salah atau benar " ucap Gaga panjang lebar. Nadine membelalakkan matanya seolah Perkataan suaminya itu sangat bijak. Ya benar, seharusnya nadine menghormati suaminya ini.
"Kak Gaga .. saya minta maaf perkataan saya tadi pagi ya .. " ucap Nadine. Gaga hanya tersenyum. "Maafkan saya tapi memang saya tidak suka dibilang seperti itu"sambung nadine
"Iya iya.. seharusnya saya yang meminta maaf. " ucap Gaga
"Memang susah sih kak. Nanti juga kakak bahas itu kalau kakak kesel sama saya" ucap Nadine
"Nad ... saya memang belum cinta sana kamu, tapi saya mohon hormati saya yah. Pernikahan ini sudah terlanjur, walaupun alasannya sudah selesai tapi pernikahan ini bukan hanya mainan yang bisa kita atur " ucap Gaga dengan nada berayun. Nadine yang mendengarnya jadi malah dadanya berdetak kencang hebat dan ia merasa mulai tertarik pada lelaki itu. Gaga seolah memberinya harapan dan memberi ruang baru untuknya.
"Iya kak.." ucap nadine
"Nah.. makanya saya coba deketin kamu. Lakuin kebiasaan layaknya suami istri.. gitu" ucap Gaga yang membenarkan maksudnya. Gaga tahun, nadine bukan type perempuan penakut. Hanya nadine wanita yang masih sedikit belum dewasa, jadi ia masih terlalu ragu untuk mengambil keputusan dan rangkaian kata. Gaga memaklumi itu. Nadine hanya terdiam dan tersenyum menatap Gaga yang sangat bijak itu.
**********
Oke .. saya bingung mau lanjutinnya gimana? Masalah pak Graha udah selesai nih. Gimana ya biar si Nadine sama si Gaga itu dekat?
Episode sudah 29.. alhamdulillah...
***Tapi masalahnya belum ada yang mengguncang hati ya? Hehe maaf ya... saya penulis amatir jadi saya mohon berkomentarlah agar cerita saya berjalan baik dan benar***🥰
***Jangan lupa like nya guys!!! Thanks for reading***🖤