
Nadine melihat sekitar, diluar sana langit masih gelap dan terdengar desiran ombak juga angin. Ya! Nadine sedang berada di sisi pantai! Nadine baru menyadari itu. Melihat didepan mobil ada pria tinggi dengan balutan kaos putih sedang memperhatikan kearah laut. Nadine keluar.
"Kok gak bangunin aku si kalo udah sampe" ucap nadine menghampiri pria itu. Gaga seperti tidak memperdulikan nadine, ia masih menatap laut, bukan! dia menatap kosong ke arah laut seolah dimatanya ada luka yang besar dan beban fikiran yang berat. Nadine pun mencoba mengerti, ia tidak bertanya apa-apa setelah itu. Nadine juga mengikuti sikap pria itu. Menyandarkan pinggulnya didepan mobil, menatap laut, merasakan angin yang memeluk tubuhnya dan mendengarkan desiran ombak yang begitu damai. Sambil menyilangkan tangannya seperti memluk diri sendiri, nadine jadi terlihat bersedih. ia juga sama, mempunyai luka yang dalam. mempunyai masa lalu yang tak kalah menyedihkan. dicampakan, dirusak, dibuang, dikhianati, diacuhkan. Nadine merasa sedih memikirkan masa-masa itu, ya masa-masa saat ia bersama kekasihnya 2 tahun lalu. Tanpa terasa, Nadine menitikan air mata, mengalir begitu deras. ia mencoba membungkam mulutnya tapi ia tak bisa menahan isak tangisnya.
Tiba-tiba tangan yang kekar, badan yang tinggi dan dada yang lebar memeluknya dari samping dan mengelus lembut rambutnya. kini ia menangis menenggelamkan seluruh mukanya di dada Gaga.
"Liat" ucap Gaga sambil melepaskan pelukannya yang kini hanya merangkul bahu Nadine. mereka berdua takjub dengan keindahan tuhan, melihat mata hari terbit di laut Anyer.
"Apapun yang ada dalam pikiran kamu, apapun beban yang sedang kamu hadapi. semoga kamu bisa terus bersinar dan bangkit seperti matahari terbit, kak." ucap nadine dengan suaranya yang serak samar-samar tetapi Gaga mendengar jelas perkataan gadis manis itu.
"Kamu juga, aku nggak pingin tahu jelas, tetapi kamu juga mesti bahagia.." sambung Gaga
Mereka duduk ditepi pantai menyaksikan matahari yang semakin naik dan memancarkan sinarnya dengan indah.
Nadine menghampiri ombak, membasahi kakinya, membuka tangannya lebar-lebar dan tersenyum.
terimakasih tuhan, semua ciptaanmu benar-benar tidak pernah ada kegagalan. aku bersyukur padamu atas apa yang telah kau tunjukan kepadaku. indah.. sangat indah. batin Nadine.
Nadine menarik Gaga yang duduk ditepi pantai, ia mengajak untuk bermain ombak di pagi hari itu. Nadine yang masih muka lusuh dan rambut sedikit berantakan terlihat sangat riang. Gaga pun hanya bisa membalasnya dan lama-lama ia meikmatinya. saling memercikan air laut, mengukir nama di pasir, berteriak dan tertawa bahagia diantara mereka. sedikit demi sedikit overthinking mereka memudar dan menikmati kehangatan yang mereka ciptakan kala itu. Nadine juga mencuri-curi waktu untuk membuat story dan diam-diam ia juga memotret gaga.
"Istirahat yuk" ucap Gaga. Nadine mengiyakan dan mereka kembali ke mobil.
Gaga membawa Nadine ke vila pribadi keluarganya. Vila ini terlihat masih teraawat dengan desain kayu dan juga letaknya dipinggir pantai.
🦋🦋🦋
Kantor yang menjulang tinggi dan orang-orang yang berlarian masuk kedalam gedung itu karena mereka mengrjar waktu agar tidak terlambat. Gema yang sudah berada diruangan didepan layar komputer, ia lembur semalaman karena sisa pekerjaan yang ia tinggal karena urusan mendadak ke Papua. Pekerjaan menumpuk itu akhirnya beres dan dia memjatuhkan badannya di senderan kursi putar yang ia duduki. Memijit kepala dan mengusap mata sepertinya ia lelah menatap monitor. Mengecek ponselnya dan ia kaget melihat story nya nadine, dia sedang di pantai dengan lelaki yang waktu itu bertemu di cafe bene! Gema langsung menelpon nadine pagi itu tapi ponsel nadine tak dapat ia hubungi. Gema langsung mengirim pesan
[kamu dimana? Dengan siapa? \~ Gema]
Gema meletakan ponselnya dengan kasar, lalu ia bangkit dan pulang kerumah untuk istirahat. Gema adalah manager perusahaan ayahnya, ayahnya yaitu CEO perusahaan tersebut.
Nadine terbangun dari tidurnya, ia melihat sekeliling kamar mengucek-kucek mata yang eyelash extentionnya sudah mulai rontok. Nadine melihat ke jendela kamar menghampiri balkon yang ada di kamar itu dan ternyata pemandangan laut yang ia lihat begitu indah. Kamar yang luas itu dengan bernuansa kayu membuat nadine betah. jam menunjukan pukul 13.00. nadine merasa tak menyangka ia bisa bangun sesiang itu. yaiyalah dia baru tidur jam 8 pagi! nadine teringat bahwa ia belum mandi, belum juga mengganti baju dan ia tidak membawa ganti. nadine bergegas mencari dompet dan mencari gaga tapi dia pergi sendiri mencari minimarket dan toko baju untuk ia beli karena Nadine merasa wajahnya sedang jelek dan ia berfikir Gaga pasti makin ilfeel padanya.
Gaga bangun mengusap matanya. cahaya matahari masuk kedalam kamar gaga lewat jendela. Ia keluar mencari Nadine, ternyata nadine tidak ada disana. Gaga mencari ke sudut vila nya, bertanya kepada pegawai dan ada yang bilang bahwa nadine keluar. Gaga menunggu dihalaman depan vila dan Nadine datang menghampiri gaga sambil menutup setengah mukanya memakai kain yang bertengger di bahunya.
kenapa dia harus ada disana sih. aku kan lagi jelek!. batin nadine sambil menatap gaga dari kejauhan.
"kamu dari mana?"
"galiat? abis belanja" kata nadine polos lalu dia berlalu melewati gaga dan masuk kekamarnya.
"seger bangetttt!!! " ucap nadine sudah mandi dan mengeringkan rambutnya. memakai dress summer dengan motif bunga didasari warna putih di dressnya itu. rambut yang masih basah itu ia sengaja uraikan agar kering dengan sendirinya, dia mulai berdandan lalu gaga mengetuk pintunya.
"lagi apa?" ucap gaga sambil memperhatikan sekitar dan duduk di ranjang yang seharian nadine tiduri.
"make up" ucap nadine sambil memoleskan lipstik dibibirnya. Gaga melihat nadine begitu cantik saat nadine menoleh ke Gaga
"aku lapar, ayo kita keluar" ucap gaga sambil berdiri dan pergi ke arah pintu.
"sudah.. padahal ada baju gania disini, kenapa kamu beli baju baru" ucap gaga menoleh dan melihat dress yang nadine kenakan.
"aku gak tahu. " nadine mencabut ponselnya yang sedang ia charger, membawa dompetnya dan membawa kain pantai untuk menutupi punggungnya. Nadine dan Gaga pun keluar dari kamar Nadine, menyapa beberapa pegawai disana. karena di vila itu tidak ada koki. biasanya gaga dan keluarga selalu memasak sendiri.
Nadine dan Gaga terlihat seperti sepasang kekasih. nadine yang cantik, gaga yang gagah dan tampan memakai kemeja lengan pendek dan celana pendek. menyusuri jalan mencari tempat makan yang enak. mereka memesan makanan sea food dan duduk di lesehan pinggir pantai. tak lupa dengan suguhan kelapa yang sudah dipotong pucuknya. nadine, nadine melihat layar ponsel, banyak temannya yang mengomentari story nya lewat dm. menanyakan ia siapa termasuk Baskara. Nadine melihat ada pesan dari Gema dan dia membaca lalu terkejut. Gaga melihat nadine dengan wajah kaget juga.
"kenapa? om graha marahin kamu?.." ucap gaga
"ahhh nggak kok. " nadine langsung menutup ponselnya dan menyeruput es kelapa
"btw, kamu kenapa pengen kesini?.." tanya nadine
"Pengen aja." ucap gaga dingin dengan melepas kacamata hitamnya dan menatap sekitar.
"Kakak lagi galau ya?" ucap nadine polos.
"Apa? Eng enggak lah!" ucap gaga dengan sedikit menoleh dengan wajah yang sedang menyembunyikan sesuatu. lalu gaga mengotak-atik ponselnya dan melihat story nadine.
"Tag dong kalau aplod story tuh" ucap gaga.
"aku takut diserang sama fans Gaga lovers ah. dan pacar kamu yang namanya siapa ya aku lupa " ucap nadine dengan muka sedikit kesal.
"hah? siapa? coba lihat dia bilang apa?" kata gaga dengan penasaran dan mengambil ponsel nadine.
"ih kamu main ambil aja! "
"buka password nya" nadine membuka password ponselnya dengan sidik jari.
Gaga membuka aplikasi stagram milik nadine dan menscroll dm. gaga kebingungan karena pesan di dm nadine sangat banyak. mungkin karena ia selebgram. gaga menemukan pesan dari "elsaputri.p" yang itu adalah mantan Gaga
[maaf apa hubunganmu dengan Gaga? - elsa]
[ada apa? - nadine]
[dia pacar gue, jangan coba-coba untuk menggodanya di Bandung! - elsa]
[oh.. kalau begitu, ajak nikah lah dia. - nadine ]
Elsa tak membalas lagi pesan nadine, ia takut image dia sebagai selebgram juga tersebar apalagi dia sedang sakit.
"Kenapa gak bilang kamu tunangan aku?" ucap gaga sambil memberikan ponsel nadine
"Gak apa-apa, aku takut nyakitin dia. dia pacar kamu. Gimana reaksi dia waktu tau pacarnya pergi kebandung dan menikah dengan perempuan tercantik disana" ucap nadine sambil mengikat rambutnya seolah nadine memperlihatkan kecantikannya. Gaga terlena dengan kecantikan perempuan itu.
"awalnya aku menghiraukannya, tapi dia sepertinya selebgram. makanya aku balas chatnya. apa aku baru saja merebut kekasih selebgram?" ucap nadine menatap tajam Gaga
"aku minta video story kamu." ucap gaga yang membuang muka dan mengotak atik ponselnya.