Look at me, please

Look at me, please
#27



Seolah waktu berjalan cepat, tak terasa rasanya bagi mereka melalui hari ini hingga sudah sore. Nadine memutuskan untuk pamit duluan karena ia harus ke homecare nya untuk kunjungan sebagai owner. Sedangkan di sisi lain Gaga yang merasa Nadine terlalu lama diluar memutuskan untuk menelfon Nadine yang masih diluar. Ia bukannya khawatir, hanya saja ia takut musuh ayahnya melihat Nadine dan bermacam-macam dengan bocah itu. Bocah? Ya, Gaga melihat Nadine masih seperti bocah.


"Kamu dimana?" Ucap gaga datar


"Dijalan. Ini bentar lagi sampe" ucap Nadine


"Sampe mana?" tanya


gaga lagi


"Homecare" ucap Nadine polos


"Hah? Kamu baru kelar sama teman-teman kamu?" Ucap Gaga yang sedikit kesal karena istrinya tak bisa melihat waktu.


"Iya.. aku lagi dijalan nih gabaik kalo telfonan. Bye " ucap nadine menutup telfon nya. Gaga kesal dengan sikap Nadine yang seenaknya ini. Seolah Nadine menyepelekan keadaan yang sangat harus nadine waspadai.


Nadine turun didepan sebuah gedung tempat treatment kecantikan. Yap! Nadine adalah seorang pengusaha yang mempunyai bisnis di bidang kecantikan. Dirinya berkontribusi bersama dokter kulit juga dokter spesialis kecantikan. Banyak sekali layanan yang ditawarkan oleh perusahaannya. Seperti totok wajah, dada, punggung hingga lulur atau mandi susu. Nadine juga mempunyai sebuah produk skincare yang bernama NAYARASKINCARE. Sudah lumayan banyak pengguna di Indonesia yang memakai skincare nya itu.


Dengan waktu yang singkat, Nadine bertemu dengan ceo disana dan beberapa pegawai lain untuk diberi arahan juga semangat untuk bekerja. Nadine juga menyampaikan maafnya karena jarang ia berkunjung ke homecare nya sendiri. Setelah sekitar dua jam, nadine pulang kembali setelah ia menunaikan sholat magrib. Dijalan sangat ramai dan nadine sampai kerumah jam setengah sembilan malam. Selama ini Nadine masih aman-aman saja berada diluar, Gaga memasang alat pelacak yang ia sambungkan kepada gps mobilnya Nadine yang baru. Selain gps, Gaga juga bisa mendengar suara yang terjadi disana. Terlebih untuk berjaga bila terjadi sesuatu.


Nadine memarkirkan mobilnya di garasi, disambut oleh satu satpam saat didepan gerbang yaitu pak toto. Setelah keluar dari mobil, nadine masuk kerumah dan menyapa beberapa pembantu disana dan melihat Gaga yang sedang menonton televisi. Nadine menghampirinya untuk menyapa.


"Kak aku udah sampe " ucap Nadine dengan lembut


"Hm" ucap Gaga. Nadine yang hendak meninggalkan suaminya yang dingin itu dihentikan oleh gerakan Gaga yang menyodorkan tangan kanannya untuk Nadine cium punggung tangannya. Nadinepun melakukkan itu karena memang walaupun ini hanya permainan Gaga, ia tetap istri sah dimata tuhan.


"Lain kali kalau suami ada dirumah, jangan kemana-mana! Saya jarang loh ada dirumah kaya gini. " ucap Gaga.


"Iya kak, besok aku gak akan kemana-mana kok. " ucap Nadine. Nadine heran kenapa Gaga bersikap seolah sedang berperan menjadi suami yang mengatur istri. Padahal dia tadi menyuruhnya pergi tanpa ada rasa kepedulian.


"Yaudah sana lanjutin aktivitas kamu. " ucap Gaga kembali menonton film. Nadine mengangguk dan pergi ke kamarnya.


Nadine memutuskan untuk mandi air hangat. Sangat menyejukkan baginya terlebih ia merasa lelah karena kegiatan hari ini. Begitulah perempuan, apa yang sedang ia lakukkan saat me time pasti saja ada fikiran yang selalu melekat di kepalanya jika sedang ada yang mengganjal. Nadine memikirkan kehidupan pernikahan yang bahagia, namun apa yang didapat? Menikah bersama Gaga yang sedingin es dan belum move on itu membuat Nadine sakit. Nadine mengakui setidaknya ada sedikit perasaan suka pada suaminya itu. Namun ia tak terlalu ingin menumbuhkan, karena percuma. Gaga tak akan mau membalas perasaannya dengan tulus. Setelah Nadine mandi dan mengambil wudhu, ia langsung menunaikan ibadahnya. Lalu ia duduk didepan meja rias untuk memakain skincare rutinnya dan berencana untuk tidur namun ketukan pintu menghentikkannya.


Tok tok tok


Nadine membuka pintu dan terlihat Gaga yang berdiri tegap. Ia langsung masuk kekamar Nadine dan membaringkan tubuhnya ke atas ranjang. Nadine yang terkejut dan bingung sedang apa manusia berdarah dingin ini ada disini. Sedangkan Gaga yang sedang menikmati aroma khas wanita yang baru mandi, merasa semakin nyaman merebahkan diri di atas ranjang king size itu.


"Kenapa? Gak boleh?" Ucap Gaga melihat ke arah Nadine.


"Oh gapapa. Ini kan rumah kamu. A a aku tidur dikamar lain berarti ya .. " ucap Nadine dan hendak meninggalkan kamar namun dihentikkan oleh Gaga.


"Jangan kemana-mana. Kamu tidur juga disini. Sini" ucap Gaga sembari duduk dan menepuk permukaan kasur agar nadine duduk. Nadine tak mengerti, namun bila menolak juga untuk apa toh dia suaminya sendiri. Nadine pun menutup pintu dan duduk disamping Gaga.


"Jo mau kesini. Mau nginep katanya. " ucap Gaga datar.


"Terus?" Ucap Nadine terheran-heran


"Ya .. makanya aku tidur disini sama kamu." Ucap Gaga. Padahal ini rencananya agar bisa berduaan dengan nadine sekamar. Ia sempat mencurahkan kekesalannya pada Jo dan Jo bersedia membantunya agar mereka dekat. Mau bagaimanapun Gaga dan Nadine adalah suami istri,menurut Jo tak baik bila harus pisah kamar.


"Kamu kan bisa tidur sama Jo. Banyak kok alasan " ucap Nadine yang mencoba menyelamatkan diri


"Kamu tau kan Jo itu siapa? Dia akrab sama keluargaku. Kalau dia lapor gimana?" Ucap Gaga menatap Nadine yang rambutnya masih diikat bekas mandi karena ia tidak keramas. Nadine yang memakai kaos dan celana pendek itu sungguh menggoda bagi Gaga, terlebih tubuhnya yang aduhay membuat Gaga naik hasratnya. Ia mencoba menstabilkan segalanya dan menahannya.


"Yaudah deh bebas. Lagi pula aku kan istri kamu. Mana bisa nolak" ucap Nadine. Seolah isyarat bagi Gaga untuk melakukan sesuatu karena Nadine sendiri tak keberatan bila dirinya tidur bersama Gaga.


"Beres apa?" Ucap Nadine bingung


"Itu.. ritual perempuan kalo mau tidur, udah siap buat tidur kan?" Ucap Gaga. Nadine sedikit ambigu dengan perkataan Gaga.


"Ahh udah kok. Tapi aku belum terlalu ngantuk. Aku mau nonton drakor dulu di laptop sambil tiduran. Gapapa kan ? " ucap nadine


"Langsung merem aja Nad. Kamu tolong ambilin aku air putih dong aku suka haus dimalam hari" ucap Gaga


"Oke" ucap nadine dan beranjak dari kasur.


Nadine kembali dengan dua gelas air. Ia simpan diatas nakas. Gaga menyuruh Nadine untuk mematikan lampu dan hanya menyalakkan lampu tidur saja. Nadine mengiyakan dan melaksanakan titahan suaminya itu. Lalu ia merebahkan diri di samping Gaga. Kini mereka terbaring di bawah selimut yang sama.


"Nad..." ucap Gaga sembari posisi menyamping ke arah Nadine.


"Hm?" Nadine langsung membalikan badannya dan mereka saling tatap.


"Aku mau tanya sama kamu" ucap Gaga


"Apa?" Ucap nadine.


"Kamu udah berapa kali sama mantan kamu?" Ucap Gaga. Nadine yang bingung atas perkataan Gaga menyerngitkan dahinya namun ia sekejap mengerti.


"Oh.. aku .. cuma baru satu kali " ucap Nadine. Gaga kesal dengan ucapan nadine seolah dirinya berbohong.


"Gapercaya! Masa cuma sekali" ucap Gaga


"Lah emang sekali! Emang harus berapa kali?" Ucap Nadine yang bingung.


"Ya kan kamu pacaran lama, terus suka main ke apart mantan kamu. Mana ada cuma sekali. " ucap Gaga yang kekeh


"Yeh... memang sekali. Kalaupun gapercaya yaudah gapapa!" Ucap Nadine sedikit kesal.


Gaga yang tak terima bentakkan Nadine istrinya itu, mendekatkan diri ke tubuh Nadine. Mukanya saling bertatap dikegelapan. Gaga mencium bibir nadine dan tangannya menggapai punggung nadine untuk mendekat. Nadine hanya bisa diam dan tak mengerti situasi apa ini. Jantung keduanya berdegup kencang. Lalu Gaga mulai menciumi nadine lama, merambat ciumannya ke lehernya. Nadine merasa geli dan sensitif ia tak bisa berbohong. Nadine mendorong Gaga sekuat mungkin. Gaga tersinggung akan perbuatannya dan menghentikkan aktivitasnya.


"Kenapa? Bukannya udah biasa?" Ucap Gaga polos


"Apa?! Sudah biasa apa? " ucap Nadine


"Pemanasan seperti ini! Kenapa kamu gamau diem sih!!!" Ucap Gaga


"Geli banget kak! Udah ah aku gakuat!" Ucap nadine yang tak kuasa menahan gelinya, namun Gaga yang berbeda menanggapinya langsung naik darah seolah Nadine perempuan gampangan


"Oke, langsung masukkin sama gue!" Ucap Gaga mencoba membuka celana Nadine


"Ehh... apaan sih kak! Jangan dulu aku belum siap!!!" Ucap Nadine yang meronta menolak perlakuan suaminya itu.


"Dosa kamu nad nolak saya! Jangan munafik seolah kamu gak mau! Udah gaperawan juga masih ngelak kamu!" Ucap Gaga. Nadine tersinggung akan perkataan suaminya itu. Ia menampar pipi Gaga dan menangis. Gaga langsung mundur dan duduk disamping istrinya.


"Aku gak sehina itu kak! Aku memang sempat tidak menjaga diri aku tapi.. gak harus gini caranya! Kamu juga udah tidur sama mantan kamu kan? Apa memang kamu melakukkannya sering?! Aku benar-benar jujur memangnya aku harus bagaimana? Memang bagaimana sikap seorang perempuan yang sudah tidak perawan?!!!" Ucap nadine bernada tinggi sembari menangis.


Gaga hanya terdiam lalu ia membaringkan tubuhnya memebelakangi istrinya yang masih menangis. Nadine juga sama, membaringkan dirinya dan memunggungi suaminya. Ia tak kuasa menahan tangis, seolah dirinya sangat hina. Diperlakukan seperti pelacur.


Nadine bisa saja melayani suaminya kapanpun, namun sikap Gaga kepada Nadine sangat tidak bisa diterima. Bagaimana bisa dirinya membahas masa lalu, sedangkan suaminya sendiri pun pernah melakukan kesalahan. Nadine merasa harga dirinya hilang karena pandangan suaminya kepadanya seperti wanita murahan yang sering disentuh oleh lelaki.