
**Happy reading guys!**🖤
***********************************
Amel sudah berada dirumah Nadine dari kemarin malam, ia sudah menyiapkan segala dekorasi bersama teamnya dan tentunya dibantu oleh Nadine.
Didepan meja rias Nadine duduk dan mukanya yang lonjong itu tersorot oleh cahaya lampu. Polesan make up satu persatu diaplikasikan kewajah wanita cantik itu. Rambutnya di otak atik menjadi sanggulan yang begitu indah. Gaun sederhana berwarna coklat sudah melekat dibadannya. Nadine siap untuk turun menghadiri acaranya yang membuat ia gugup. Tak menyangka dirinya akan bertunangan! Diluar sana sudah banyak teman nadine yang datang, makanan berat dan ringan sudah disuguhkan. MC dan band akustik sudah hadir di panggung. Nadine turun dari tangga dengan tuntunan ayahnya, sangat cantik! Ia seperti putri raja yang sangat anggun. Nadine melontarkan senyuman indah pada teman-temannya dan melambaikan tangan sebagai tanda sapaan dan terimakasih sudah datang. Baskara yang sedari tadi juga menatap Nadine dengan senyuman yang menghiasi wajahnya, Baskara menatap Nadine dengan api cemburu. Tak ia sangka, wanita yang ia kagumi selama ini akan bertunangan.
Tak lupa Gaga. Ia sudah menyambut Nadine dibawah dengan keluarganya. Gania juga dengan mata kagumnya melihat calon kaka iparnya yang begitu cantik.
"Cantik banget parah nih calon ipar aku.." bisik Gania sambil menyikut tangan Gaga. Gaga tersenyum geli dan menatap Nadine kembali dengan senyuman manisnya. Nadine menuju ke atas pelaminan bersama Gaga tapi bukan pelaminan besar ya karena ini baru tunangan hehe.
"Acara selanjutnya tukar cincin.." ucap MC
Nadine dan Gaga saling tukar cincin lalu memamerkannya kepada para tamu yang ada disana. Ucapan selamat dan doa dari teman-temannya tak henti-henti datang hingga acara selesai. Mata Nadine berkeliling, Teman-temannya yang bernyanyi, menari juga menyantap hidangan disana membuat nadine sumringah dengan pemandangan indah itu. Teman-temannya kecuali Gema, padahal Nadine mengundangnya tetapi dia tak menampakkan batang hidungnya.
Teman-teman Gaga juga ada disana, terlebih yang ada di Bandung. Rika dan Jo juga ada disana memeriahkan. Gaga memperkenalkan mereka pada Nadine.
Nadine.. kau berhasil! . Batin nadine seraya memuji dirinya sendiri.
Tak terasa acara telah selesai, para tamu sudah pulang. Amel beserta team membereskan semua alat dan dekorasi dirumah Nadine. Keluarga Gaga masih berada disana, sedang di sofa berbincang dengan ayahnya Gaga. Nadine yang telah berganti baju turun dari kamar menghampiri ayahnya. Ayahnya tak berhenti tersenyum, seolah kebahagiaan yang besar ada pada dirinya. Kini Nadine berdua dengan Gaga di halaman belakang, mereka ada disana karena Gaga menarik Nadine untuk berbicara empat mata.
Nadine heran dan bingung, ada apa dengan dirinya? Padahal keluarganya dengan ayah nadine sedang ngobrol. Mereka duduk di kursi taman dengan suara jangkrik juga bintang-bintang yang menghiasi langit, lampu-lampu yang kelapkelip di taman Rumah Nadine itu membuat kesan romantis. Gaga memasang muka datar lalu ia tersenyum.
"Terimakasih.. acaranya berjalan baik berkat eo yang kamu pilih! Banyak teman-temanku yang memuji akan ke eleganannya. Padahal ini baru tunangan." Ucap gaga
"Iya Gaga, terimakasih juga mau menurutiku. Ini salah satu hari terindah dalam hidupku, melihat teman-temanku berkumpul semua! Hihi"
"Yakin semua? Aku tidak melihat temanmu yang waktu itu bersamamu di cafe.." ucap Gaga datar. Nadine mencoba mencerna ucapan Gaga dan oh! Nadine mengingat kembali Gema tidak hadir
"Yaa aku tidak tahu. Mungkin dia sibuk." Ucap nadine sembari mengangkat bahunya.
"Jadi apa tadi ada salah satu mantan mu hadir?.." ucap Gaga
"Mantanku hanya 1 Gaga hahaha" ucap nadine sambik tertawa geli
"Are u sure?.. kamu galaku?.." ucap Gaga meledek
"Hah?!?! Hey kamu gatau ya berapa cowok yang aku tolak!!" Ucap nadine sebal
"Kamu bohong Nadine.."
"Huft, aku hanya gadis setia Gaga! Apa mantanmu banyak? Apa yang membuat kamu bangga bila mantanmu banyak?.." ucap nadine dengan nada yang sangat kesal
"Aku juga hanya punya tiga nadine, itu yang ku anggap haha .." ucap Gaga seolah menyombongkan diri
"Lalu mereka datang ?.." tanya nadine. Gaga hanya menggelengkan kepalanya.
"Pftttt.. mereka sudah tidak peduli padamu haha.." ucap nadine sembari tertawa.
"Hei, mereka tidak hadir karena takut sakit hati melihatku bersamamu.." ucap Gaga kesal seraya memutar bola matanya
"Ahh tidak juga, mantanku memang sudah tidak peduli makanya ia tidak datang.." ucap nadine sembari mengontrol tertawanya
"Dari mana kamu tahu bila dia sudah tak peduli? "
"Dari sebelum kami berpisah saja dia sudah mengacuhkan ku, dengan cara apapun dia ingin meninggalkan ku tapi aku selalu mengejarnya.. sekarang? Kami sudah berpisah, untuk apa dia peduli.." ucap Nadine datar
Maaf Gaga aku belum siap untuk memberitahumu. Batin nadine.
"Mungkin aku terlalu setia, dan dia selalu baik padaku. Bayangkan saja berpacaran selama 4 tahun itu tidak sebentar Gaga. Please hanya karena bosan lalu berpisah? Itu bukan sifatku. " ucap Nadine
"Ya tapi aku merelakan dia pergi. Untuk apa bertahan pada orang yang tidak mencintaiku. Membuang waktu.." ucap Nadine. Ya betul! Jangan pernah bertahan dengan manusia seperti itu guys!
Gaga melihat Nadine yang menanggahkan kepalanya menatap langit.
"Nadine.. kamu sudah besar.." ucap Gaga hangat sangat hangat. Nadine menoleh dan tersenyum
"Tapi wajahmu memang tidak asing bagiku. Tapi.. aku tidak mengingatmu.."
"Ya mana kamu ingat! Kamu masih sangat kecil dulu, kamu tak ingat aku pernah mandi bareng kamu?.." ucap Gaga
"Apa?!?! " nadine sangat tekejut
"Iya.. aku menghabiskan waktu mu di Bekasi. Kamu yang masih kecil, selalu aku kunjungi setiap hari.."
"Kamu pengasuh ku?.." ucap nadine tertawa geli
"Aku temanmu bodoh! " ucap Gaga sembari menjitak kepala Nadine. Nadine cemberut menonjolkan bibirnya dan untuk pertama kalinya Gaga mencium pipi kanan Nadine.
"Thank you, for to day nadine.." ucap Gaga, ia tersenyum lalu mengacak-acak rambut Nadine. Jantung Nadine berdegup kencang dan ntah kenapa, ia sangat sesak.
"Dan ya.. kamu sangat cantik hari ini. Aku suka" sambung Gaga sembari melontarkan senyuman indahnya pada Nadine. Nadine membeku hanya mengangguk kaki mendengar perkataan indah yang membuat dirinya menjadi begitu aneh.
🦋🦋🦋
"Jadi perilisan cover song kemarin itu besok ya guys!" Ucap cheko seraya berkumpul bersama teman bandnya full personil ada disana begitupun dengan Nadine.
Iyap Nadine sedang berkumpul dengan teman bandnya untuk membicarakan perilisan cover song mereka. Di perkumpulan itu ada yang sedari tadi hanya diam, dia adalah Baskara. Sosok lelaki putih, berhidung mancung dan badannya yang kurus. Dia merenung karena tak mengangka Perempuan dambaan hatinya sudah direbut oleh lelaki yang Baskara tak tahu dari mana asalnya.
"Ohiya Nad, rencana lanjut kepelaminan kapan..? " goda Fajri yang kala itu membawa pacarnya untuk ikut.
"Bulan depan! Kalian semua jadi Groomsmen yah!! Dan ajak semua kekasih kalian untuk datang atau mendaftarkan diri menjadi bridesmaids .." ucap Nadine
"Waw hahaha anything for you girl!! Semoga semuanya lancar yaa.. " ucap Cheko menyampaikan bahwa dirinya turut bahagia.
Drrt drrt
Nadine meraba-raba tas dan melihat ponselnya
"Hallo.."
"Nad besok pagi antar aku.." ucap Gaga dari sebrang sana
"Kemana? "
"Jakarta. " ucap Gaga
"Ngapain?.."
"Kepo. Ikut aja dandan yang cantik. Aku jemput jam 6 pagi bye.." ucap Gaga lalu menutup telfonnya.
Anak ini selalu saja! Memaksa dan memaksa!. Batin Nadine