Look at me, please

Look at me, please
#23 - PERNIKAHAN



HAPPY READING !! 🖤🖤


*********** *************** **************


Aroma melati khas pernikahan menguar disetiap penjuru ruangan. Dekorasi pernikahan yang dipilih mengusung kepada adat modern dengan balutan keeleganan. Acara yang sakral khidmat penuh cinta yang orang lihat, hanya diluarnya saja. Nyatanya kedua pengantin tidak terlalu memiliki rasa cinta dan keinginan satu sama lain yang menggebu. Karena keduanya hanya merasa hanya sebuah syarat saja sebagai wujud abdinya pada orang tua.


Nadine Ayana Winara, yang cantik menatap bayangannya sendiri dari balik cermin dihadapannya. Kebaya putih yang membalut tubuh rampingnya yang tampak begitu pas dan anggun. Jahitan dan sentuhan calon ibu mertuanya Riana, khusus membuatkan gaun itu untuk Nadine sang calon menantu. Wajah cantiknya berpoles make up natural namun begitu memukau, sentuhan MUA handal Hepi Herviani Wattimena. Benar kata mereka, dirinya cantik. Ia berfikir pasti ibunya juga sangat cantik. Ya, memang pasti buah jatuh tak jauh dari pohonnya.



Tepukan tangan bibi Fahrani menyadarkan Nadine dari ambang lamunan.


"Sekarang Nadine sudah sah menjadi istri dari Gaga Axelle. Ayo kita bertemu dengan suamimu."


"Betul Nad, si aa nya kamu ngucapin akadnya sekali jadi, ya kan tanteu?" Ujar amel semangat. Diangguki bibinya yang juga tak kalah semangat.


Seketika perasaan gugup tegang menyergapnya. Dengan diapit kedua bibi dan temannya Amel, Nadine berjalan perlahan menuju tempat ijab qobul dilangsungkan. Decak kagum dan pujian mampir ditelinganya. Para tamu undangan yang didominasi keluarga besar memenuhi tempat acara dilangsungkan. Didepan sana Nadine sekilas melihat Gaga berdiri tegak dengan gagah menyambut kedatangannya. Wajahnya hanya dihiasi senyum yang samar hampir tak ada sedikitpun ekspresi berlebih, hanya sedikit ketegangan. Beda dengan teman-teman keduanya dan keluarga yang begitu tampak menunjukkan binar bahagia.


"Disambut Nadinenya kak" bisik Luna mencondongkan sedikit badannya kepada Gaga.


Gaga mengulurkan tangannya menyambut Nadine dan menarik kursi yang berada disebelahnya. Nadine duduk dengan anggun bersebelahan dengan suaminya yang tampan juga gagah. Proses kembali dilanjutkan dengan pembicaraan ikrar Gaga sebagai seorang suami, dilanjut dengan penandatanganan surat nikah dan untuk pertamakalinya Nadine mencium tangan Gaga yang kini telah menjadi suaminya dengan khidmat, sebagai penutup.



Setelah selesai prosesi ijab qobul, acara berlanjut pada ritual lainnya dan diakhiri dengan pesta resepsi. Nadine dan Gaga mengganti baju mereka. Para tamu diantaranya rekan kerja Graha dan Gaga juga beberapa teman mereka dan teman Nadine, turut ikut berbahagia dan menikmati acara tersebut. Pujian dan doa disetiap salaman yang Nadine dan Gaga terima, tak jauh dari doa agar kedua mempelai langgeng dan bahagia.



Gema yang nampak disana memberi selamat, ia tampak ikut berbahagia walaupun hatinya merasa sedikit sakit karena fikirnya ia terlambat untuk meminang Nadine lebih dulu. Ia sangat mengagumi Nadine yang sempat ia ragukan, sekarang sudah dipinang orang lain. Sedangkan Baskara ia harus ikut bahagia. Selain menjadi groomsmen, Bas juga harus tetap menyikapi segala sesuatu dengan bijak terlebih Nadine sudah ia anggap seperti adik sendiri.


"Aku akan terus menjagamu Nadine, dimana pun kau berada" gumam Baskara didalam hatinya.


Elsa? Dia tidak datang. Riska dan Jo sangat bahagia melihat Gaga begitu bersinar juga istrinya yang jauh lebih cantik dari pada Elsa yang telah menyakiti temannya itu. Mereka berfoto bersama dan membuat story juga dan menggoda Gaga untuk malam pertamanya. Teman memang kadang semenyebalkan itu. Terlebih Nadine dan Gaga belum tumbuh rasa cinta yang alami, bagaimana hasrat itu tumbuh sedangkan keduanya hanya dipersatukan ikatan statusnya bukan hatinya. Gaga yang masih belum move on namun mantap hati telah meninggalkan Elsa, sedikit terbantu dengan menikah dengan Nadine. Namun nadine? Ia tetap ketakutan. Takut bahwa Gaga juga akan meninggalkannya pada saat dirinya sudah tak mempunyai siapa-siapa pagi.


🦋🦋🦋


Nadine sibuk membongkar kopernya mencari baju ganti. Dirinya hendak membersihkan diri setelah membuka riasan dirambutnya dan menghapus make up di wajahnya. Sedangkan suaminya sudah lebih dulu membersihkan diri dan berganti pakaian, kini malah asik memainkan ponselnya di kepala ranjang. Nadine keluar dari kamar mandi, sebenarnya Nadine tak menyadari suaminya ada dikamar hotel. Saat masuk kamar suasana ramai dengan team MUA dan lain-lain jadi kehadiran suaminya Nadine tak tahu. Saat keluar kamar mandi, dia merasa tak ada siapa-siapa. Nadine keluar dengan piyama berbahan sateen polos berwarna merah maroon. Menguarkan wewangian yang begitu enak menusuk indra penciuman. Nadine sekarang menyadari bahwa Gaga ada disana.


"Kok pake baju tidur? Malam ini kita antar ayahmu ke bandara. " ucap Gaga beranjak dari rebahannya. Nadine yang kebingungan mencoba mencerna ucapan Gaga menatap Gaga dengan tatapan bingung namun ia tersadar dan mengerti.


"Ah iya, aku lupa kalo ayah mau pergi sekarang. " ucap Nadine lalu ia mengorek lagi kopernya masuk kekamar mandi dan berganti pakaian.


Keduanya keluar dari kamar hotel dan menghampiri Graha, ayah ibu Gaga dan kakek nenek Nadine. Keluarga Fahrani sudah duluan pulang karena perusahaan suaminya yang tidak bisa ditinggalkan. Mereka masuk kemobil Alphard milik Graha sedangkan ayah ibu Gaga menggunakan mobil lain. Diperjalanan Nadine tak mau melepaskan pelukannya kepada ayah tercintanya. Tak kuasa menahan tangis akan kepergian ayahnya malam ini.


"Sayang.. " ucap Graha sembari menyingkapkan anak rambut nadine kebalik telinganya


"Honey, maafkan ayahmu ini. Gaga lelaki yang baik. Ayah akan sering mengabarimu sayang. Jaga dirimu baik-baik " ucap Graha yang hanya bisa berkali-kali mengucapkan maaf untuk anaknya.


"Sekarang ayah kemana?" Ucap Nadine sembari menghapus air matanya.


"Ayah akan ke Dubai " ucap Graha


"I will miss you " ucap Nadine mengeratkan pelukkannya. Kakek dan Neneknya menghampiri ayah dan anak itu dan mereka saling berpelukkan.


"I have something for you my girl " ucap Emir kakek Nadine. Kakeknya mengeluarkan sebuah kartu seperti kartu untuk masuk ke apartemen.


"What this is grandfa?" Ucap Nadine kebingungan.


"Key of penthouse at French. " ucap Emir dengan memegangi kedua pipi Nadine


"Omg, thank you.. but this is too much! I can't ..." ucap Nadine dipotong oleh Badia


"Darling, go there and honeymoon with your husband. He is good man. " ucap Badia. Merekapun saling berpelukan dan Nadine semakin tak mau melepaskan pelukannya pada Graha.


"Jaga anakku. Aku percaya padamu. " ucap Graha pada Gaga yang ikut terharu di suasana keluarga Nadine. Gaga mengangguk mantap menandakan bahwa tak usah ada kekhawatiran untuk Graha pada Nadine karena Gaga akan menjaga Nadine dengan baik.


Kini Gaga memeluk badan Nadine menenangkan tangisannya, seperti seorang pengasuh yang menenangkan majikan kecilnya untuk tidak menangis pada saat ayahnya pergi bekerja.


Lambaian terakhir dari kakek nenek dan ayah Nadine membuat Nadine semakin terisak dalam tangis. Perasaannya bercampur aduk. Ia merasa dibuang namun karena mereka yang meninggalkan sayang padanya, semua takdir ini membuat Nadine menjadi keliru, susah dimengerti. Bagaimana bisa ayahnya tega meninggalkannya sendirian di negara ini.


🦋🦋🦋


Gaga dan Nadine sudah berada didalam kamar hotel. Gaga membisu sedangkan Nadine yang masih dibalut dengan kesedihan membuat bagian bawah matanya membengkak karena tangisan yang tiada henti. Gaga yang kikuk tak bisa menenangkan istrinya itu, mulai memeluk dan mengusap punggung Nadine.


"Aku disini Nadine. " ucap Gaga berbisik lirih seraya menenangkan.


"Terimakasih.." ucap Nadine


"Sekarang kita istirahat, aku lelah. Kamu juga kan? " ucap Gaga lalu nadine mangangguk.


Mereka tidur di bawah selimut yang sama, Gaga hanya bisa memeluk Nadine dan Nadine yang bersandar di dada bidangnya Gaga membuat dirinya nyaman dan merasa aman. Mereka tertidur pulas di atas ranjang king size itu.


**********************************


Thx for reading guys!!!!!


tbc-