
Happy readingπ
**************************
Rumah Nadine sudah ramai dengan orang-orang dan sibuk dengan urusannya masing-masing. Keluarga bibi Nadine yaitu Fahrani, datang pada saat dini hari. Ia membawa suaminya yaitu Devan dan kedua anaknya Lucas dan Edzard. Nadine sangat senang bila bertemu bibinya, karena Graha selalu bilang padanya bahwa Fahrani mirip sekali dengan ibunya, Faranisa. Mereka beradik kakak dan dibesarkan di panti asuhan, karena orang tua atau nenek kakek nya Nadine meninggal dilahap api. Untungnya kakak beradik ini sedang berada disekolah. Keduanya tumbuh besar dan dewasa dengan banyak santunan juga beasiswa yang mereka peroleh. Faranisa menikah dengan Graha lalu dengan nasib baik juga Fahrani dipersatukan dengan Devan saat ia bertugas di Yogjakarta menjadi PNS. Devan mempunyai darah jawa dan Prancis, dengan kulit putih dan wajah yang tampan ke bule-bulean ini mempunyai perusahaan jamu terkenal di Yogjakarta.
Sebagian pegawai juga kepala toko salon Nadine yang di Bandung sudah berada di kediaman Nadine. Mereka bertujuan untuk membantu acara siraman juga mengurus Nadine untuk merawat tubuhnya. Dari mulai totok wajah, totok punggung, facial dan lain-lain. Nadine sungguh bahagia terlebih di jam 10.00 pagi ini ayahnya sedang menjemput kakek nenek nya dari Dubai yang sudah hampir delapan tahun tak jumpa.
Emir Fadlhan dan Badia Hanaa telah tiba di Bandara Husein, mereka pergi menggunakan jet pribadinya dari Dubai dengan segala relasinya mereka mendapat akses yang mudah untuk melajukan jet pribadinya itu. Pasangan paruh baya dengan gaya Hollywood-nya itu telah turun dari mobil Graha. Mereka telah sampai di rumah Nadine.
Nadine sangat senang dibuatnya melihat kakek dan neneknya tersenyum riang melihat cucu yang sudah lama tidak bertemu. Mereka berhambur peluk dengan penuh kekeluargaan, sungguh bahagia perasaan Nadine saat ini. Ia bersyukur pada tuhan masih bisa dipertemukan dengan kakek neneknya saat ini.
Acara siraman dimulai, para tamu dan tetangga sekitar tengah hadir di paviliun rumah Nadine. Suasana yang mengharu biru itu membuat hampir semua yang menyaksikan menitikan air mata. Satu persatu keluarga memandikan nadine dengan air dari tujuh mata air juga bunga dari tujuh jenis bunga di tumpahkan diatas kepala putri semata wayang keluarga Winara dan turun ke badannya yang sudah bunga melati beruntutan melekat di badannya. Nadine menangis saat sang ayah menggendongnya menuju kamar, untuk pengantaran terakhir sebagai tanda bahwa ayahnya akan terlepas dari hak dan kewajiban anaknya untuk diserahkan kepada suaminya kelak.
π¦π¦π¦
Gaga yang juga sedang melaksanakan pengajian di rumahnya, mengundang para tetangga juga keluarga besar dari ayah dan ibunya, Gaga mempunyai kakek dari ibunya dan bibi beserta paman yang lain juga turun serta dalam acara pengajiannya. Riana menangis sembari mengelus-elus bahu Gaga yang tegap itu saat ustad membacakan ayat juga mendoakan dan menasihati Gaga untuk menjadi suami yang baik. Hanya Gania saja yang sudah duluan ke Bandung karena ia harus mengikuti gladi menjadi bridesmaid, pergi bersama asisten ibunya sembari memberikan gaun pengantin.
Sebelum sampai rumah, Gaga dikejutkan dengan sosok wanita liar seperti medusa yang ingin melahap Gaga hidup-hidup. Siapalagi kalau bukan mantannya,Elsa. Dia datang pada saat Gaga sedang mengurus berkas-berkas yang dialihkan dari Graha kepadanya. Elsa datang dengan wajah yang sangat marah juga emosi yang akan meledak. Ia langsung menerobos masuk ruangan Gaga yang berdominan berwarna abu tua dan abu muda yang elegan.
"Kamu gila Gaga! " ucap Elsa menghampiri Gaga dan mendorong bahunya.
"Kamu gilaaa!!! Bagaimana bisa kamu meninggalkanku demi.. demi dia!!!!" Ucap Elsa membentak sembari memukul dada Gaga yang bidang.
"Kamu yang gila, Elsa! " ucap Gaga sembari mendorong sedikit badan Elsa
" ....... Brengsekk!!!! Persetan dengan pernikahanmu besok Gaga! " ucap Elsa yang masih berteriak.
"Cukup Elsa! Apa kamu tidak tahu malu? Jaga ucapanmu dan berkacalah! Kamu sudah menipuku selama ini! " ucap Gaga membentak dan menatap tajam badan Elsa yang memakai baju kekurangan bahan.
"Apa maksudmu? Aku tak pernah menyembunyikan apapun Gaga! Itu hanya kecelakaan! Semua kejadian di apartemen itu hanya salah paham Gaga! " ucap Elsa merengek. Gaga semakin terbayang saat dirinya mendapati sang kekasih tengah bersetubuh dengan lelaki lain, mengingat itu hanya akan membuka luka yang belum kering. Gaga muak dengan segala hal yang terjadi malam itu, muak akan ingatan itu, rasa sakit yang ia rasakan tidak bisa ia ungkapkan. Dan sekarang ia melihat wanita yang dulu ia cintai menangis. Bila dahulu melihatnya seperti itu, Gaga akan langsung memeluk dan menenangkannya hingga tertidur, tapi rasa itu sudah hilang entah kenapa. Hanya kebencian yang ia punya, hanya kejengkelan saat wanita ini merengek dan menangis sekarang.
"Aku akan berbicara pada orangtuamu, dan orangtuaku juga! " ucap Elsa yang tangannya akan menyambar pipi Gaga tetapi ditangkis oleh Gaga.
"Bila kamu macam-macam, aku akan mengungkapkan semua kebenaran pada semua orang! Ingat itu! Ingat posisimu! " ucap Gaga dengan mata dan muka yang memerah, nafas yang berat juga tatapan yang tajam seolah singa yang lapar bersiap melahap siapapun yang yang menghalangi jalannya.
π¦π¦π¦
Keluarga Nadine sudah berada di hotel GH, salah satu hotel bintang lima di daerah bandung. Nadine masuk kedalam hotel dan meminta temannya Luna dan Zahwa untuk ikut menemani tidurnya malam ini. Mereka bercerita juga tertawa bersama saat candaan dan guyonan mereka juga saling menjahili satu sama lain.
Tok tok tok
"Hai.. " ucap wanita paruh baya yang berada didepan kamar
"*Hi grandma\, what's goin on?" (*Hi nenek\, ada apa?) Ucap nadine sembari menuntun neneknya kedalam kamar dan duduk bersama di atas kasur.
"Nope darling, i just want to give you something " (tak apa sayang, aku hanya ingin memberimu sesuatu) ucap Badia seraya mengeluarkan kotak perhiasan panjang. Ia membuka kotak itu dan tertampak liontin putih dengan bandul indah dari permata berwarna biru. Nadine dan kedua temannya seketika berbinar melihat idahnya liontin ituπ
"This is for you my grandson. I'm sorry, i didn't arrive early" (ini untukmu cucuku, maafkan aku, tidak datang lebih awal) ucap Badia sembari memakaikan liontin tersebut ke leher nadine yang jenjang. Liontin itu adalah design Badia sendiri, selain dia seorang desainer perhiasan, ia juga mempunyai toko berlian yang terkenal di Dubai. Sedangkan suaminya seorang pengusaha minyak terkenal diseluruh penjuru dunia. Entah disebut nasib baik atau buruk untuk anaknya Gibra atau nama di Indonesianya ia ubah menjadi Graha, karena ia keenakan menikmati hasil orang tuanya, ia ditendang untuk bersekolah di Indonesia. Emir tahu Indonesia negara yang kaya. selain rempah yang ia ketahui, ia juga mengagumi sosok **. Habibie yang sangat cerdas dan dermawan.
"Grandma, this is too much. It's okay grandma, thank you for coming when I will get married. I'm very happy now " (nenek ini terlalu berlebihan. Tak masalah nek, terimakasih sudah datang saat aku akan menikah, aku sangat senang) ucap nadine memeluk tubuh Badia yang sudah paruh baya itu. Mereka saling berhambur peluk dan menitikan air mata bahagia. Kedua temannya Luna dan Zahwa juga terharu karena terbawa suasana disana.
γ
γ
γ
****
tbc-