KING IN THE NORTH

KING IN THE NORTH
BAB 52 King Zontus



Zontus bukan orang yang bisa menikmati kehidupan istana, karena itu dia lebih suka hidup bebas di luar,sama halnya dengan Luise tapi sepertinya gadis itu lebih pintar ber pura-pura di banding dirinya.


Jangan pernah tertipu dengan penampilan lembut Sang Putri, karena bisa jadi di lain waktu dia akan menerjang mu di tengah hutan ingat Zontus sekedar untuk mengusir kebosanannya.


Hari ini sudah cukup membosankan bagi Zontus,  dia hanya duduk di singgasananya menikmati sisa anggur di gelasnya, sama sekali dia masih tak berminat untuk bergabung dalam perayaan konyol tersebut.


Lagi pula sebenarnya bagi dirinya maupun Luise memanah bukanlah hal penting yang harus mereka pelajari lagi. Zontus hanya memperhatikan dari kejauhan bagaimana putri King Alzov itu melesatkan anak panahnya berulang kali, jujur bagaimanapun gadis muda itu terlalu sayang untuk di lewatkan meski dengan seluruh keacuhanya selama ini.


Sangat di sayangkan dia masih terlalu liar untuk di bawanya ke tempat tidur, meski demikian bukan berarti Zontus tidak tergoda untuk menikmatinya.


Zontus kembali meneguk sisa anggur di gelasnya sampai sepasang nerta biru itu bertemu denganya, Zontus tak pernah mengira Luise benar-benar akan mendatanginya.


"Aku tau kau membuat pasukan !" tuduh Eluise tanpa basa-basi.


Kali ini Zontus hanya menyunggingkan senyum disudut bibirnya untuk menghargai kecerdasan Sang putri.


Zontus bukan orang yang bisa menikmati kehidupan istana, karena itu dia lebih suka hidup bebas di luar,sama halnya dengan Luise tapi sepertinya gadis itu lebih pintar ber pura-pura di banding dirinya.


Jangan pernah tertipu dengan penampilan lembut Sang Putri, karena bisa jadi di lain waktu dia akan menerjang mu di tengah hutan ingat Zontus sekedar untuk mengusir kebosanannya.


Hari ini sudah cukup membosankan bagi Zontus,  dia hanya duduk di singgasananya menikmati sisa anggur di gelasnya, sama sekali dia masih tak berminat untuk bergabung dalam perayaan konyol tersebut.


Lagi pula sebenarnya bagi dirinya maupun Luise memanah bukanlah hal penting yang harus mereka pelajari lagi. Zontus hanya memperhatikan dari kejauhan bagaimana putri King Alzov itu melesatkan anak panahnya berulang kali, jujur bagaimanapun gadis muda itu terlalu sayang untuk di lewatkan meski dengan seluruh keacuhanya selama ini.


Sangat di sayangkan dia masih terlalu liar untuk di bawanya ke tempat tidur, meski demikian bukan berarti Zontus tidak tergoda untuk menikmatinya.


Zontus kembali meneguk sisa anggur di gelasnya sampai sepasang nerta biru itu bertemu denganya, Zontus tak pernah mengira Luise benar-benar akan mendatanginya.


"Aku tau kau membuat pasukan


Selama ini bukannya Zontus tidak sadar bahwa dirinya diam-diam sedang di ikuti.


"Apa maumu Zontus? "


"Apa kau ingin membantai semua umat manusia baru kau merasa puas?"


"Mereka yang lebih dulu membakar hidup-hidup kaum kita."


"Kau yang menciptakan monster di dalam dirimu sendiri," balas Louise.


"Beri aku seorang putra jika kau ingin aku menghentikannya, dan kita bisa menjadi pemimpin mereka Ratuku."


Dengan kesombongannya Luise mulai kesal dengan sikap Zontus yang tidak pernah menganggap serius semua peringatannya.


"Aku tidak sepertimu Zontus, meski darah kita sama aku memilih untuk tidak jadi monster sepertimu."


"Aku tidak lupa, bukankah kau juga masih ingin membunuhku, My Lady?"


Zontus bukan sedang coba menggali kembali lobang nerakanya, tapi dia tidak bodoh untuk membaca kediaman sang Putri yang sebenarnya hanya sedang menunggu.


Kenyatannya memang itu yang sedang dilakukan Luise, membiarkan segala kebiadapan Zontus bukan berarti dirinya sendiri tidak membuat sebuah rencana.


Luise cukup diam selama ini karena mengajak Zontus berkelahi pun akan percuma. Sepertinya kali ini Luise hanya perlu menunggu waktu untuk menghancurkan semua rencana Zontus dengan lebih mudah.