KING IN THE NORTH

KING IN THE NORTH
bab 11 Mara



Mara...


Aku masih belum bisa berhenti memikirkan perkataan Theo pagi tadi. Tapi, apakah akan salah jika aku tetap menginginkan nya. Aku belum pernah merasa seperti ini tentang seseorang, tanpa kusadari dia sudah merubah banyak hal dalam diriku. Sepertinya aku juga mulai tak peduli meski pun aku tau dia mungkin masih mencintai wanita lain sekalipun, ini mustahil ....


Memangnya apa yang bisa kami lakukan dengan tinggal berdua di tengah hutan. Harus sampai kapan, apa sampai kami berdua akhirnya bosan atau mungkin dia yang akan pergi lebih dulu. Pikiran itu benar-benar membuatku tidak nyaman, bagaimana jika Theo yang lebih dulu bosan, karena itu sangat mungkin. Theo pasti masih menginginkan Putri yang dimpikannya, atau mungkin gadis muda manapun yang jauh lebih menarik.


Berbagai ketakutan itu tiba-tiba sudah memenuhi imajinasiku, dan walaupun aku sudah banyak berpikir sepanjang hari ini tapi sepertinya aku tetap tidak ingin kehilangannya. Bahkan tiap kali Theo pergi meninggalkanku di rumah sendiri seperti ini, aku akan mulai berharap dia segera kembali, alasan yang sulit kumengerti sepertinya aku merindukannya. Padahal seharusnya aku segera pergi selama otakku masih waras.


"Hole! " aku segera bangkit saat mendengar suara tak asingnya.


Itu pasti dia karena aku sangat mengenalinya ... Aku tau kuda bodoh itu pasti akan kembali.


Aku berjalan turun dari tempat tidurku, aku memang sudah bisa berjalan lebih baik, bahkan untuk menunggangi lagi. Dengan antusias aku berjalan menuju teras, coba mencari Theo mungkin dia tak sengaja menemukan Hole yang tersesat di hutan dan membawanya pulang. Baru saja aku melangkah dari pintu dan sudah sangat terkejut.


"Tuan Putri! "


Kulihat seorang gadis bermata biru terang dengan rambut coklat gelap kemerahan sedang berdiri di depan anak tangga. Sepertinya dia sama terkejutnya denganku bisa kulihat rona kemerahan di balik kulit bersihnya yang tak berbintik, bibir penuhnya masih sedikit terbuka karena terkejut elihatku. Gadis muda yang cantik, sangat cantik, jenis kecantikan yang langka itu mengingatkanku pada satu-satunya putri Hook, pengasuh kudaku.


"Bagaimana kau bisa ada di sini? " tanyaku, masih bingung dan terkejut.


"Hole yang membawaku kemari," terang gadis itu dengan begitu lugunya.


Oh... Hole, dia membawa seorang gadis muda kedalam hutan!!!


"Siapa namamu? "Aku tau dia putri Hook, meski aku melihatnya tumbuh di lingkungan istana tapi aku tetap sering lupa namanya.


"Olive," jawabnya penuh hormat saat merunduk mengangkat sedikit kedua sisi gaunnya.


"Putri Aurora, apa Anda tau semua orang sedang mencemaska Anda?"


"Aku baik-baik saja disini," jawabku sambil tersenyum.


"Maaf Putri," dia kembali merunduk karena takut menanyakan sesuatu yang salah.


"Sudahlah, tidak apa-apa, jadi Hole yang membawamu kesini? " aku kembali bertanya.


Dia mendongak untuk menatapku dan mengangguk cepat, "Aku menemukannya berputar-putar di dekat rumah kami, aku bermaksut mengem balikannya kekandang tapi dia malah membawaku berlari kedalam hutan."


"Mara! "


Theo yang baru datang dan masih berdiri di ambang pintu sepertinya terkejut melihat kehadiran orang lain di pondoknya.


Dia menatap Olive dengan mata lebarnya.


"Tenanglah, Hole yang membawanya kemari. "


"Kudamu? " tanya Theo, terlihat binging.


Aku mengangguk, "Bisakah kau mengantar kannya pulang? " aku balik bertanya.


*****