KING IN THE NORTH

KING IN THE NORTH
bab 23 fall



"Apa yang terjadi dengan dirimu! "


King Alzov baru saja menurunkan tubuh Olive di atas tempat tidur dengan kasar, dan Olive sama sekali tidak berani mengeluh meski rasa menyengat di punggungnya begitu nyata.


"Jangan pikir aku tidak tau apa yang sedang kalian lakukan!"


"Sungguh ini salahku, aku yang terjatuh, Edmun benar-benar hanya ingin menolongku."


"Edmun...???? "---"bahkan kau cukup akrap mengucapkan namanya!!! "


King Alzov mulai berteriak.


Olive seperti membeku oleh perubahan sikap King Alzov tersebut.


Olive hanya berani diam meski tubuhnya mulai bergetar.


"Aku cukup menghormatimu, jadi jaga sikapmu!"


"Maaf, My Lord... "Olive masih tertunduk, sampai King Alzov harus mengangkat dagunya kembali untuk bicara lebih jelas. Namun ketika melihat mata Olive yang lembab karena airmata, ternyata King Alzov tetap tidak bisa mengacuhkan nya begitu saja, gadis itu nampak kesakitan.


"Buka bajumu," perintah King Alzov.


Olive masih terkejut, meski suaranya melunak tapi King Alzov tetap tidak main-main dengan perintahnya.


"Lukamu harus di periksa."


Entah kenapa Olive tetap tidak bisa merasa nyaman membayangkan orang asing memeriksa tubuhnya, apa lagi dia seorang King Alzov.


Bagi Olive menanggalkan pakaian didepan orang lain bukanlah hal biasa, apalagi di depan seorang pria, meski mungkin saja hal seperti itu bukan hal tabu di Utara.


Olive menghela nafas dalam, dia tau King Alzov sungguh-sungguh dengan perintahnya. Pelahan Olive mulai membuka kancing bajunya kemudian menurunkannya sampai sebatas pinggang, mengabaikan rasa malunya yang luar biasa.


Olive mengunakan kedua tangannya untuk menutup bagian dadanya yang sekarang terbuka, Olive tau King Alzov sedang memperhatikan kecangungannya. Tidak tau apa yang dipikirkannya, ketenangannya telalu sukar untuk dibaca.


"Berputarlah."


Olive mengikuti perintahnya dengan patuh, gadis itu berputar pelahan memperlihatkan punggung telanjangnya yang berdenyut, mungkin Edmun benar tulangnya memang retak atau patah.


Olive benar-benar tidak berani berpikir saat dirasakannya tangan King Alzov mulai menyentuh tulang punggungnya. Tangannya bergerak dari atas kebawah kemudian berhenti tepat dimana rasa sakit itu berdenyut-denyut.


"Tahan!!!"


Olive tidak berani berteriak meski dengan rasa sakit yang luar biasa, bahkan Olive yakin ruas tulang belakangnya berderak ketika King Alzov hanya menyentuhnya. Nafas Olive tersengal kedua tangannya mencengkram tepi ranjang tempatnya duduk masih memunggungi King Alzov. Olive memejamkan matanya rapat-rapat merasakan keringat dingin yang mulai menuruni keningnya, sepertinya rasa sakit yang luar biasa itu membuatnya tak peduli lagi dengan ke telanjangannya.


Olive berusaha kembali mengatur nafas nya pelahan saat rasa sakit itu mulai mereda, Olive masih bisa merasakan telapak tangan King Alzov di sana, seperti menyalurkan energi panas ketubuhnya, sulit di gambarkan karena tak lama kemudian rasa sakit tersebut benar-benar hilang. Bahkan Olive baru sadar saat King Alzov kembali menaikan pakaiannya.


Gadis itu masih terlihat bingung kenapa rasa sakitnya bisa tiba-tiba menghilang.


"Oh...." Dia tak percaya hingga harus meraba punggungnya sendiri, kemudian menatap King Alzov yang sudah berdiri di depannya.


"Terimakasih, My Lord..." Olive sungguh-sungguh.


"Dengar baik-baik, setelah ini akan kupotong tangan siapapun yang coba menyentuhmu!"


*****