
Dirinya tetap bukan siapa-siapa dibanding king alzov dan segalanya. Ibarat lilin pijar kecil di bawah naungan sang matahari, tinggal menunggu waktu sampai akhirnya ikut terbakar dan meleleh.
Layaknya mahma cair yang ber golak, otak Olive semakin berantakan dan hampir menyerah saat tiba-tiba King Alzov justru berhenti dan mengambil jarak untuk menatapnya.
"Dengar Olive, aku tidak akan melakukannya jika kau tidak mengijinkan."
King Alzov coba mengajaknya bicara.
"Lihat aku," pria itu membiarkan Olive menyentuhnya, sepertinya gadis itu penasaran dengan motif tinta hitam yang ujung-ujung runcingnya nampak sedikit melintasi bahu King Alzov. Olive sendiri tidak mengerti dengan keluguannya, tangannya justru bergerak untuk menyentuh bibir bawah King Alzov yang ternyata dia sangat menyukainya, nafas pria itu terasa panas menyapu ujung jari-jarinya yang rapuh.
"Apa yang akan kudapatkan?"
Dengan ketenangan mengejutkan, gadis itu benar-benar serius untuk sebuah jawaban. Sepasang Netra birunya masih menatap King Alzov, bagai jeda yang sudah semakin tak tertahankan. Dan belum pernah Alzov merasa terganggu hanya oleh pertanyaan sederhana seorang gadis muda dengan kecerdasan polosnya.
"Kau akan mendapatkan ku !"
King Alzov memperhatikan baik-baik gadis yang masih berbaring polos di depannya itu.
"Sungguh ini akan menjadi dosa tak termaafkan...." tanya King Alzov kau mudian, "Berapa usiamu,Olive? "
Olive coba menghela nafasnya sejenak, sadar jika sepasang Netra gelap itu mampu menelan tubuhnya.
"Hampir tuju belas.... " ucap Olive pelan dengan menggigit bibir bawahnya m, berharap suaranya tidak bergetar karena rasanya sulit sekali hanya untuk mengucapkan kalimat sederhana tersebut.
"kau akan membuat Artur rela membunuhku setelah ini."
Saat semua dimulai, King Alzov berulang kali membuatnya percaya bahwa dia akan baik-baik saja, hingga Olive hampir lupa bagian sakitnya ....
Sungguh King Alzov bukan mahluk yang mudah untuk di hadapi, tapi Olive tau dia akan bertahan. King Alzov benar-benar menelan seluruh kepolosannya, hingga gadis itu tidak mengerti bagaimana dirinya ikut menjadi begitu serakah pada ahirnya.
"Lihat bagaimana kau telah menjadikanku mahluk hina yang menginginkanmu seperti ini," Olive menatap tegas sepasang Netra gelap yang masih menaunginya.
"Sungguh aku membencimu !!! "
"Pegang janjiku! " tegas King Alzov saat kembali meruduk.
Tapi yang jelas bagi Olive itu adalah kali pertama yang tidak akan pernah Olive lupakan, begitu pula dengan janji Rajanya.
*****
Next....
Book 2
THE NEXT KING
!!!
Prolog:
"Bukan hanya tahta tapi juga putrimu !"
"Ambillah jika kau mampu!"
"Tentu !"
"Kuhargai keberanianmu anak muda."
******
Dalam buku pertama sudah di ceritakan tentang kisah persaudaraan antara King Alzov dan adiknya Pangeran Artur yang akhirnya tetap berdamai meski hubungan mereka sempat merenggang .
Di buku kedua "The Next King" ini kisahnya juga masih merupakan kelanjutan dari MY LORD, tapi di sini konflik mulai terjadi pada generasi selanjutnya saat putra dari Pangeran Artur yang merasa terusir dari lingkungan kerajaan akhirnya pergi ke Utara untuk mengklaim tahtanya sendiri dari King Alzov yang tidak memiliki seorang putra.
**Keberanian anak muda otu tentu bukan main-main jika yang sedang berdiri di hadapannya adalah King Alzov, Raja dari seluruh peradaban di Utara.
Lantas akak kah anak muda itu berhsil untuk mengambil Tahtanya dari seorang King Alzov** ?