
"
"Tidak!" tolak Mara bersikeras, "katakan apa yang kau sembunyikan dariku! " Triak Mara mulai kehilangan kesabarannya.
"Saudara laki-lakinya coba menjual Olive."
"Dominik? "Tebak Mara saat menyipitkan matanya.
"Pemuda ********! seharusnya aku tau dia tega melakukannya," kutuk Mara kemudia.
"Tentu, bahkan aku melihat gadis itu tumbuh, dari kecil Dominic membenci gadis itu. Sebagian orang di istana tau siapa dia sebenarnya."
"Jadi kau tau dia Putri Claire?"tanya Artur.
"Darimana kau tau? " Mara balik bertanya curiga.
"Itu tidak penting, banyak orang berbicara di luar," kelit Artur.
Tentu Mara tidak percaya begitu saja "Katakan padaku, Theo, di mana Olive sekarang?" pancing Mara.
"Percayalah dia baik-baik saja."
"Aku tidak badoh Theo, katakan padaku dimana Olive ! " tegas Marra yang sepertinya juga tidak akan bosan mengulang pertanyaannya.
"Baiklah," sepertinya Artur memang menemui jalan buntu, Mara gadis yang cerdas tentu saja karena itu juga dia sangat mencintai wanita itu.
"Dia ada di Utara."
Tidak!" tolak Mara bersikeras, "katakan apa yang kau sembunyikan dariku! " Triak Mara mulai kehilangan kesabarannya.
"Saudara laki-lakinya coba menjual Olive."
"Dominik? "Tebak Mara saat menyipitkan matanya.
"Pemuda ********! seharusnya aku tau dia tega melakukannya," kutuk Mara kemudia.
"Tentu, bahkan aku melihat gadis itu tumbuh, dari kecil Dominic membenci gadis itu. Sebagian orang di istana tau siapa dia sebenarnya."
"Jadi kau tau dia Putri Claire?"tanya Artur.
"Darimana kau tau? " Mara balik bertanya curiga.
"Itu tidak penting, banyak orang berbicara di luar," kelit Artur.
Tentu Mara tidak percaya begitu saja "Katakan padaku, Theo, di mana Olive sekarang?" pancing Mara.
"Percayalah dia baik-baik saja."
"Aku tidak badoh Theo, katakan padaku dimana Olive ! " tegas Marra yang sepertinya juga tidak akan bosan mengulang pertanyaannya.
"Baiklah," sepertinya Artur memang menemui jalan buntu, Mara gadis yang cerdas tentu saja karena itu juga dia sangat mencintai wanita itu.
Tidak!" tolak Mara bersikeras, "katakan apa yang kau sembunyikan dariku! " Triak Mara mulai kehilangan kesabarannya.
"Saudara laki-lakinya coba menjual Olive."
"Dominik? "Tebak Mara saat menyipitkan matanya.
"Pemuda ********! seharusnya aku tau dia tega melakukannya," kutuk Mara kemudia.
"Tentu, bahkan aku melihat gadis itu tumbuh, dari kecil Dominic membenci gadis itu. Sebagian orang di istana tau siapa dia sebenarnya."
"Jadi kau tau dia Putri Claire?"tanya Artur.
"Darimana kau tau? " Mara balik bertanya curiga.
"Itu tidak penting, banyak orang berbicara di luar," kelit Artur.
Tentu Mara tidak percaya begitu saja "Katakan padaku, Theo, di mana Olive sekarang?" pancing Mara.
"Percayalah dia baik-baik saja."
"Aku tidak badoh Theo, katakan padaku dimana Olive ! " tegas Marra yang sepertinya juga tidak akan bosan mengulang pertanyaannya.
"Baiklah," sepertinya Artur memang menemui jalan buntu, Mara gadis yang cerdas tentu saja karena itu juga dia sangat mencintai wanita itu.
"Utara....! "......"maksudmu dia benar-benar ada di Utara?"dahi Mara bahkan sampai berkerut dalam.
Artur mengangguk.
"Kau gila! kau tau dia putri Lady Claire, dan kau katakan Utara tempat yang aman untuknya. Bisa kau bayangkan bagaimana jika King Alzov sampai menemukannya."
"Sebenarnya dia bersamanya."
"King Alzov? "
"Percayalah, dia tidak akan menyakitinya, Mara."
"Darimana kau tau? "
Tuntut Mara.
"Karena aku Artur."
"Oh....brilian... Kebohongan apa lagi yang harus kudengar hari ini, " Mara benar-benar sedang mencengkram kepalanya.
"Mara percayalah padaku."
"Kau gila, kau memberikan putri Claire pada saudaramu! "
"Dan Seharusnya aku tidak percaya pada pemburu berengsek sepertimu!"
Mara yang murka segera pergi menunggangi kuda yang tadi di tunggangi Artur.
"Kau mau kemana? " kejar Artur sambil berteriak.
"Bukangerbang sialan ini Artur! " Mara yang sangat murka jelas sudah tidak bisa di hentikan lagi, dia nampak seperti ingin sekali merobohkan gerbang terkutuk di depannya itu.
"Aku akan melompat ke tebing jika kau tidak juga mengirimku pulang!"
*****