
"Apa kau pernah berburu sebelumnya? "
"Belum pernah, My Lord."
Kuda yang Olive tunggangi berlari pelahan beriringan dengan kuda King Alzov yang di ikuti beberapa pengawal di belakangnya. Edmun juga ada di sana, karenanya Olive cukup tenang, walau sepertinya pemuda itu seolah tidak ingin melepaskannya. Saat bersama King Alzov, Olive dan Edmund memang harus membatasi diri, kadang Olive hanya berani meliriknya sekilas, dan ikut cemas tiap kali menyaksikan wajah tegang Edmund, padahal dia hanya ingin meyakinkan pemuda itu bahwa dirinya baik-baik saja.
Seorang pengawal memberitahukan ada seekor rusa di dekat mata air, King Alzov yang cukup antusias segera memacu kudanya. Kadang Olive masih tidak mengerti tentang kegembiraan dari berburu.
Olive sengaja tidak ikut serta, Edmun coba menyusul beriringan di sampingnya.
"Apa kau juga ingin memanah seekor rusa? "Bisik Olive yang semula tidak tau jika Edmund juga akan ikut dalam rombongan berburu.
"Tidak aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja."
Olive melirik pemuda di sampingnya.
"Aku masih tidak tau kenapa membunuh bisa jadi kesenangan."
"Kau akan tau jika sudah mencobanya, ayolah siapa tau kau beruntung hari ini."
Edmun ikut memacu kudanya lebih dulu menyusul rombongan yang lain, sementara Olive hanya mengekor di belakang. Para prajurit yang sudah lebih dulu masuk kedalam hutan sudah berpencar untuk mengepung pasangan rusa yang sudah terjebak tersebut, salah satu rusa jantan baru saja terjatuh setelah satu anak panah King Alzov berhasil menembus kepalanya.
Olive benar-benar tidak sampai hati menyaksikan rusa betina yang sudah berlari terseok-seok setelah satu anak panah masih menancap di pinggul belakangnya.
"Hentikan! " triak Olive tiba-tiba.
Tanpa sadar ternyata Olive baru saja menghentikan seorang Raja untuk menarik anak panahnya, lengan kanan King Alzov kembali mengendur saat menoleh gadis muda yang kali ini sudah berada di belakangnya.
"Maaf My Lord, aku hanya merasa itu sangat tidak manusiawi."
King Alzov justru menyunggingkan senyum masam yang aneh, "justru aku merasa hal seperti ini yang bisa memunculkan kembali sisi kemanusiaanku."
Jantung Olive ikut ber gelepar meski sedikitpun gadis itu tidak akan pernah benar-benar menyadari sarkasme yang di icapkan King Alzov barusan, Olive masih terkejut dan memilih mundur.
memang tidak sepatutnya dia mencegah apapun yang dilakukan Rajanya. Olive mulai menyesal seharusnya dia tidak ikut, atau seharusnya mereka memang tidak membawa wanita saat berburu.
Olive benar-benar tidak ingin melihat pemandangan seperti itu, karenanya Olive memilih untuk pergi.
Ikut berburu benar-benar bukan pilihan yang tepat, rasanya Olive bisa melihat rusa betina itu meneteskan air mata saat menyaksikan pasangannya jatuh terkulai di tanah, kepalanya pening, dan tanpa sadar Olive semakin jauh dari rombongan dan sepertinya dia tidak memilih jalan yang benar.
Kuda yang ditungganginya mulai berputar saat Olive tiba-tiba menarik kekangnya. Kudanya memekik panik, saat kaki depannya ber jingkrak tiba-tiba hingga membuat tubuh Olive terlempar ke tanah. Olive jatuh di atas tanah kering dengan cukup keras, tulang punggungnya seolah ikut retak dan Olive hanya bisa menjerit menahan rasa sakit yang seperti tiba-tiba mencengkram punggungnya.
"Olive... "
Edmun yang ternyata mengikutinya segera melompat turun dari kudanya.
"Aku jatuh, kuda sialan itu melemparkanku."
"Tenanglah aku akan mengangkatmu pelahan, tahan sebentar."
Dengan mudah pemuda itu mengangkat tubuhnya, Olive tidak pernah menyangka jika tubuhnya hanya seringan itu...
"Olive, kita bisa pergi jika kau mau."
Olive masih nampak bingung.
"Ini kesempatan kita,"
Edmun meletakkan tubuhnya di atas permukaan batu datar, Olive coba membenahi posisi duduknya sementara Edmun masih menahan punggungnya pelan-pelan.
"Apa punggungmu sakit? "
Olive hanya mengangguk saat menggigit bibir bawahnya untuk menahan nyeri menyengat yang mulai menjalar.
"Dengar, aku bisa memapahmu sampai kita menemukan tempat yang aman."
"Aku tidak yakin."
"Percayalah padaku," pemuda itu masih coba meyakinkan Olive, "kau berhak mendapatkan kebebasan, percayalah aku akan menjagamu."
Olive percaya dengan kesungguhan Edmun tapi dia masih harus berpikir ulang tentang keselamatan pemuda itu juga.
"Mereka akan tau kau yang membawaku pergi."
"Berhentilah mencemaskanku," sepasang mata hijau itu nampak begitu yakin, "Olive kau bisa bebas"
"Apa yang kalian lakukan! "
Triak King Alzov yang ternyata sudah ada di hadapan mereka dan penuh kemurkaan saat melihat Olive masih setengah dalam pelukan Edmun yang juga tak kalah terkejut melihat kedatangan Raja nya.
"Menyingkir darinya! "
"Dia terjatuh."
"Sudah kubilang jauhkan tanganmu kotormu darinya!!! " triak King Alzov, Lagi.
Setelah melompat dari kudanya King Alzov segera menyambar tubuh Olive, tanpa menghiraukan pemuda yang berusaha berlutut di depannya itu.
********