
Dua orang pengawal Artur menyeret seorang anak muda untuk dibawa ke hadapannya.
"Maaf Pangeran Artur, kami hanya menemukan pemuda ini."
Seorang pemuda dengan tangan terikat baru saja dipaksa berlutut di hadapannya. Artur memberi isyarat pada para pengawalnya untuk berhenti memukulnya karena pemuda itu masih tidak patuh.
"
"Jika Pangeran Artur menginginkannya, saya akan membawanya kemari untuk Anda."
"Berengsek !"
Kali ini Artur yang melayangkan satu pukulan tepat ke rahang pemuda itu, tubuh Dominik langsung ter jungkal ke lantai dan darah segar mengucur dari sudut bibirnya.
"Dia saudaramu seharusnya kau menjaganya! "Berhenti," perintah Artur, "tinggalkan kami berdua." Artur benar-benar tidak suka saat anak muda itu mulai menyebut-nyebut saudara Laki-laki nya.
"Sekarang katakan!"
Kata Artur setelah mereka hanya berdua.
"Coba paksa akuaku" tantang Dominik dengan seringai sintingnya untuk mengejek Artur,"karena kau dan saudaramu itu sama-sama berengsek !" sepertinya Dominik sudah benar-benar tidak waras hingga masih berani tertawa-tawa di depan Artur yang mulai murka.
Walaupun Artur sudah berusaha mengacuhkan semua omongkosong pemuda itu, tapi kali ini Artur benar-benar kehilangan kesabarannya hingga akhirnya memukul Dominik dengan tangannya sendiri untuk kedua kalinya.
"Katakan dimana Olive! " tegas Artur.
"Saudara laki-lakimu itu yang ********!" unpat Dominik dengan meludah di depan Artur dan segera dihadiahi kembali beberapa pukulan oleh para pengawalnya.
"Berhenti," perintah Artur, "tinggalkan kami berdua." Artur benar-benar tidak suka saat anak muda itu mulai menyebut-nyebut saudara Laki-laki nya.
"Sekarang katakan!"
Kata Artur setelah mereka hanya berdua.
"Coba paksa akuaku" tantang Dominik dengan seringai sintingnya untuk mengejek Artur,"karena kau dan saudaramu itu sama-sama berengsek !" sepertinya Dominik sudah benar-benar tidak waras hingga masih berani tertawa-tawa di depan Artur yang mulai murka.
Walaupun Artur sudah berusaha mengacuhkan semua omongkosong pemuda itu, tapi kali ini Artur benar-benar kehilangan kesabarannya hingga akhirnya memukul Dominik dengan tangannya sendiri untuk kedua kalinya.
"Katakan dimana Olive! " tegas Artur.
"Berhenti membicarakan saudaraku, dan katakan di mana Olive sebelum aku benar-benar mebuatmu menyesal," sungguh tiba-tiba Artur benar-benar mencemaskan Olive.
"Dengar, aku tidak akan membunuhmu, kematian terlalu mudah untuk manusia sepertimu!" kecam Artur.
"Kau pikir kalian lebih baik," Dominik kembali mengejek dengan seringai sinisnya nya saat kembali meludahkan darah segar dari bibirnya yang masih terasa anyir.
"Kenapa tidak kau tanyakan pada saudara laki-laki mu? mungkin dia sudah meniduri ******* kecilnya."
Satu pukulan kembali menghantam rahang Dominik yang tersungkur kelantai dengan darah segar yang mengucur deras dari hidung dan bibirnya, tapi Dominik justru mulai tertawa lantang ...
"Sekarang bayangkan saja saat saudara laki-laki mu itu sedang meniduri Putri kekasihmu tercinta." Dominik mulai terbatuk-batuk karena tawanya.
Dan Artur hanya berdiri kaku mencerna kebenaran tersebut, meski awalnya Artur pikir pemuda itu hanya bicara omongkosong..
Tapi, "Dia benar....."
Sepasang Netra biru itu memang milik Claire.....
Jika Clare melahirkan seorang Putri maka ....
Artur kembali melihat pemuda yang masih tersungkur di depannya itu dengan otot bergetar.
Pemuda itu putra Romulus....
"Dengar, bahkan aku tidak menyesal, anak haram itu mamang pantas mendapatkannya," ejek Dominik.
"Bunuh aku seperti saudaramu membunuh Ayahku. Biar semua orang tau jika kau sama sekali tidak ada bedanya dengan saudara terkutukmu itu !" Dominik berulang kali berhasil kembali mengejeknya dengan tawa sinis, "atau mungkin kau akan membiarkanku hidup untuk menyaksikan kau membunuh sendiri saudaramu ,....Yang Mulia King Alzov yang terhormat, yang telah meniduri putri pelacurmu."
"Kalian pantas mendapatkanya " kelakar Dominik puas dengan kemenangannya saat menunjuk Artur layaknya mahluk terkutuk.
*****