KING IN THE NORTH

KING IN THE NORTH
bab 30 honesty



Keadaan Olive sudah mulai membaik, tapi sampai hari ini King Alzov juga masih belum terlihat. Olive membenci cara King Alzov memperlakukannya tapi entahlah kadang Olive hanya ingin melihat sedikit saja kepeduliannya jika memang apa yang dikatakannya malam itu benar.


King Alzov memang tidak pernah muncul lagi setelah malam itu. Kadang Olive juga bingung sebenarnya apa bedanya jika dia peduli atau tidak. Karena kalau mengingat kejadian malam itu rasanya juga masih mustahil Olive ingin melihat pria itu lagi, tapi seperti ini rasanya juga tidak lebih baik. Olive hanya merasa dadanya semakin sesak setiap hari, terlebih dengan sikap King Alzov yang memilih menjauhinya. Sepertinya kembali lagi Olive hanya bisa berusaha meyakinkan dirinya bahwa Orang seperti King Alzov memang tidak akan pernah berbelas kasihan pada siapapun, mungkin karena itu juga Pangeran Artur sampai memilih pergi.


Olive sedang duduk menghadap keluar jendela kamarnya yang terbuka, saat langkah pelan Gabriel tetap mengejutkannya.


"Gabriel kau kah itu? "


"Ma'af My Lady, apa aku mengganggumu?"


"Kenapa Bibi datang tengah malam begini? "


"Oh,Olive sayang," seperti ada kecemasan yang coba di sembunyikan nya, Gabriel menghela nafas coba menenangkan dirinya sendiri sebelum kembali bicara, "aku tau bagaimana melewati hutan terlarang, aku bisa mengantarmu."


"Tidak Bibi aku bisa mencelakaimu jika pergi dari tempat ini."


"Aku janji akan membawamu pada Pangeran Artur."


"Tidak Bibi aku tidak yakin."


"Percayalah, King Alzov tidak akan membiarkan Pangeran Artur kemari untuk mengambilmu."


"Aku juga sudah tidak terlalu peduli," acuh gadis itu dengan keputus asaannya.


"Percayalah Olive, aku hanya tidak ingin tragedi itu kembali ter ulang," bibi Gabriel menatapnya nanar seperti sedang memohon.


Oh... Olive sadar bibi Gabriel benar.


"Pangeran Artur memang tidak harus kemari, Bibi," Olive mulai berpikir mungkin lebih baik bibi Gabriel mengetahui yang sebenarnya agar wanita itu tidak terlalu cemas.


" Aku bisa melihat Bibi sangat menyayangi Pangeran Artur," tentu Olive pun juga tidak ingi Pangeran Artur celaka.


"Semua orang menyayanginya, Olive." Gabriel berusaha mengusap benih airmatanya.


"Percayalah Bibi, dia akan sangat bahagia, Pangeran Artur sudah kembali menemukan cintanya, dan dia bukan aku," Olive menggeleng pelahan.


"Bukan kau apa maksudmu nak? " nampak kerut dalam di dahi Gabriel yang mulai bergelambir.


"Pangeran Artur sangat mencintai Putri Aurora, dan aku tau itu. Aku hanyalah anak seorang pengasuh kuda Bibi, Pangeran Artur menyelamatkanku karena Putri Aurora yang memintanya."


"Kau membuatku bingung Olive, sungguh."


Olive merasa wajar jika bibi gabriel mungkin belum bisa mencernanya dengan benar.


"Dengar Bibi, sekali lagi aku katakan, aku bukan siapa-siapa, aku hanya putri seorang pengasuh kuda istana yang kebetulan terjebak di tempat ini. Mungkin aku bisa kabur dari tempat ini, tapi aku sadar pengorbanan kalian tidak akan sepadan untukku, aku bukan siapa-siapa yang pantas di selamatkan. Seandainya aku mati di tempat ini, kurasa tidak akan ada yang bersedih kecuali kedua orang tuaku, bahkan kakak laki-laki kupunĀ  tega menjualku pada pemabuk kotor."


"Katakan apa kau Putri Hoob? "


Kali ini Olive yang tercengang, "Bagaimana Bibi tau? " gadis itu balik bertanya.


"Oh... Tuhan terimakasih sudah membawamu kemari, seharusnya Edmun memberitauku hari itu."


"Edmun ?" tiba-tiba Olive baru ingat,"bagaimana keadaannya?"


"King Alzov memasukkannya ke penjara bawah tanah tapi tenanglah anak itu akan baik-baik saja."


Gabriel kembali menangis saat teringat bayi mungil yang di serahkannya pada keluarga pengasuh kuda tersebut. Gabriel memang tidak bisa berbuat apa-apa saat putrinya memilih jatuh Cinta pada Putra mereka, tapi paling tidak cucunya harus tetap hidup. Gabriel meminta keluarga Hoob membawa bayi itu pergi ke selatan, sejauh mungkin dari Raja mereka, karena jangan sampai King Alzov tau mengenai bayi itu.


"Aku menyesal, karena aku, Edmun sampai ikut celaka."


"Sepupumu itu akan baik-baik saja nak percayalah dia bisa menghadapi hal yang lebih sulit daripada penjara bawah tanah King Alzov."


"Bibi bilang Edmun sepupuku?"


"Iya Olive, ayah Edmun adalah adik laki-laki Hoob."


Olive baru ingat kenapa keluarganya di bilang turun-temurun sebagai pengasuh kuda.


"Bibi, apa masih ada yang tidak ku ketahui? "


Gabriel kembali menatap gadis muda di depannya dengan lembut, dan menggeleng.


"Kenapa kau sangat menyayangiku? " tanya Olive tiba-tiba.


Meski terkejut, Gabriel hanya bisa kembali memeluknya.


"Sumpah demi Tuhan, aku tidak akan membiarkan King Alzov menyentuhmu lagi."


Selama ini semua orang tau Lady Claire adalah putri angkat Raja mereka, tanpa pernah ada yang tau jika ibu gadis itu hanyalah seorang pelayan istana. Saat suaminya meninggal dalam usaha menyelamatkan Raja mereka beberapa puluh tahun lalu, saat itu Gabriel sedang dalam keadaan mengandung Putri pertamanya. Suaminya meninggal karena melindungi Raja mereka, meskipun namanya di kenang sebagai seorang kesatria tapi anaknya harus lahir tanpa seorang ayah.


Raja sempat menawarkan gelar kebangsawanan untuknya, tapi Gabriel menolak, dan lebih memilih mengabdikan hidupnya untuk mengurus Putri dan kedua Putra mahkota yang juga baru kehilangan ibu mereka karena bunuh diri. Begitulah akhirnya Claire, Pangeran Alzov dan Pangeran Artur tumbuh bersama.


"Aku hanya bisa memberi tahumu, kau pantas bahagia, Olive. Aku akan melakukan apapun, kau harus keluar dari istana ini."


"Tapi Bibi," Olive masih merasa ragu.


"Marilah sayang mereka semua menyayangimu.... "


*****