
South Kingdom.
"Dengar Mara, sebagai orang tua kadang kami tidak punya pilihan , Nak."
"Jadi selama ini yang Mulya sendiri yang mengutus Pangeran Artur?"
Mara benar-benar tidak percaya ternyata Raja Roland sendiri yang ikut terlibat dalam konspirasi Artur untuk membodohi dirinya.
"Pangeran Artur benar-benar tidak ingin mempertaruhkan keselamatanmu jika sampai semua orang tau kau menghilang, Aurora. Bahkan Pangeran Artur sendiri bersedia pergi untuk menemukanmu."
Raja Rolan coba kembali mebujuk putrinya yang tetap men olah untuk bertemu pangeran Artur.
"Bagaimanapun aku tetap seorang ayah yang hanya mencemaskan putrinya."
Entahlah, Mara masih tak habis pikir bagaimana bisa orang tuanya sendiri lebih membela Pangeran Artur setelah semua yang dilakukan pria itu padanya.
"Bukankah kau juga mencintainya?" tambah Raja Roland.
"Ayah benar, tapi siapa yang tau jika tenyata dia terlalu pintar berbohong."
"Percayalah Marra, sebagai orang tua aku bisa melihat ketulusa pemuda itu pada putriku."
"Tinggalkan aku sendiri,Papa." Kali ini Marra benar-benar hanya ingin sendiri untuk bisa berpikir masuk akal. Kenapa setelah semua yang dilakukan pangeran Artur padanya, tapi sepertinya semua orang di keluarganya tetap saja ingin membela pria yang sudah jelas-jelas menipunya itu.
"Baiklah."
Tak lama setelah Raja Rolan pergi kembali terdengar kegaduhan dari luar, Mara yang berniat untuk mengurung diri di kamar akhirnya memutuskan untuk keluar.
Dan benar saja seluruh pelayan dan beberapa pengawal nampak panik,belarian di lorong.
Mara sendiri hanya bisa berdiri kaku meski lututnya terasa lemas saat melihat tubuh Pangeran Kieve di atas tandu dengan beberapa luka sayatan di tubuhnya.
Keadaan sangat kacau, tapi sekali lagi tabib istana menyatakan bahwa Pangeran Keive masih hidup.
*****
Kesunyian kembali mencekam di seluruh istana, semua orang hanya bisa berdoa untuk keselamatan Pangerannya. Marra sendiri hanya bisa menyesali seluruh kebodohannya tanpa bisa berbuat apa-apa. Marra yakin, kakak laki-lakinya itu tidak akan terluka jika bukan karena kecerobohannya.
Marra langsung menghampiri tabib istana yang bari saja mau nangani Pangeran Keive.
"Apa dia akan selamat? " tanya Marra yang sudah tidak sabar.
" Tenanglah, Putri kondisi Pangeran Keive tidak separah kelihatannya meskipun dia mengalami banyak luka luar. Sangat beruntung Pangeran bisa segera di tangani."
Marra sedikit lega walapun sejatinya dia masih belum bisa memaafkan dirinya sendiri atas kejadian tersebut. Hutan terlarang adalah tempat paling berbahaya di seluruh mukaan bumi, tapi Marra sama sekali tidak bisa mencegah saat pangeran Keive bersikeras untuk menyelamatkan Olive sendiri. Marra mengerti dengan perasaan kakak laki-lakinya terhadap putri Hook itu, selama Olive tumbuh besar di lingkungan istana sebenarnya keluarga Marra tau jika gadis itu adalah bayi kecil yang di bawa Hook dari Utara. Namun mereka semua sepakat untuk menjaga rahasia tersebut karena rasa sim pastinya terhadap nasib tragis yang menimpa Pangeran Artur dan kekasihnya. Marra juga mendengar jika pangeran Artur sampai harus membawa serta jasad kekasihnya itu pergi ke Selatan karena King Alzov menolaknya.
Jika mengingat kisah itu, sejatinya Marra juga masih bersimpati dengan nasib pangeran Artur, hanya saja dia tidak pernah terpikir jika dirinya harus menikahi pria yang masih mencintai wanita lain itu. Dan sekarang setelah Marra tau bagaimana pria itu sudah menjeratnya dengan sedemikian rupa, rasanya Marra hanya ingin mengutuknya hingga ke neraka. Apa lagi dengan apa yang sudah dilakukan saudara laki-lakinya King Alzov terhadap pangeran Keive, Marra bersumpah akan menuntut balas tentang hal itu.