KING IN THE NORTH

KING IN THE NORTH
bab 33 The Imortal Kingdom



King Alzov menunggangi kuda hitamnya sendiri menembus hutan terlarang.


"Latuza keluar kau !!! "


Triakan King Alzov menggetarkan seluruh hutan, kemurkaanya bahkan membuat para seranggapun tidak berani berd ngung, hingga suasana sunyi mencekam seluruh hutan.


Masih bertengger di atas kuda besarnya, King Alzov kembali menyentak kekang kudanya membawanya berlari lebih kencang jauh kedalam hutan.


"Latuza, keluar atau akan kupenggal kepalamu!!! "


Tak lama kabut tipis datang bersama desisan mahluk melata yang mulai menampakkan wujutnya.


"My King ... suatu kehormatan Anda mengunjungiku."


"Katakan di mana gadis itu, sebelum benar-benar ku potong lidah berbisamu."


Latuza kembali meliuk-liuk dan sedetik kemudian wujut manusianya nampak sempurna berjalan mendekati King Alzov dengan gemulai.


"My Lord, ingatlah hanya aku yang akan selalu Setia padamu."


"Jangan pernah coba bermain-main dengan kesabaran ku, Latuza!"


"Gadis itu telah menghianatimu Rajaku, bahkan dia kabur dengan seorang pengasuh kuda," cemooh Latuza dengan bangganya.


"Lihatlah, aku tidak melakukan apa-apa pada gadis Anda, My Lord."


King Alzov turun dari kudanya, hanya dengan satu tangan King Alzov menyambar leher penyihir wanita tersebut hingga tubuhnya terangkat tinggi.


"Aku tidak main-main, Latuza.... "


"Anda menyakitiku,My Lord... " desis Latuza yang kepayahan untuk bernafas meski tetap menjaga sikap anggunnya.


"Katakan, atau aku akan benar-benar mematahkan lehermu."


"Oh... my King, aku hanya akan selalu setia padamu, mungkin aku hanya wanita yang sedikit pencemburu, tapi sungguh aku ber sumpah gadis itu tidak bersamaku."


"Jangan coba mengelabui ku Latuza, aku tau hanya kau yang akan dengan senang hati mencelakainya."


"Sungguh, andai saja aku punya kesempatan aku pasti akan bersenang -senang karenanya, sayangnya aku tak seberuntung itu, My Lord."


"Kau hanya akan membuang waktuku Latuza! "


"Percayalah, aku benar-benar tidak tau kemana Yang Mulya Artur membawanya.... "


"Artur...? "


"Mahluk terkutuk, berani sekali kau menyentuhnya!!! "


Hanya dalam sekali tebasan King Alzov memenggal kepala Latuza hingga menggelinding jatuh ketanah, meski dia tau Latuza tidak akan mati semudah itu dan akan segera hidup kembali, tapi menurutnya wanita itu pantas merasakannya. Kerena agaimana pun kematian berkali-kali tetap lebih menyakitkan.


King Alzov kembali memacu kudanya dalam kemurkaan ....


*****


Artur membawa Olive dan Edmun kebilik kecilnya di tepi hutan sebelum keesokan harinya kembali membawa Olive kembali pada keluarganya.


Edmun memilih tinggal untuk mengobati dirinya sementara waktu sampai tubuhnya kembali pulih.


"Ijinkan saya tinggal, Yang Mulaya? "


"Tentu jaga dirimu, dan terima kasih kau sudah mengembalikan Olive kepada kami," kata Artur.


"Itu sudah tugas saya," Edmund memberi hormat pada Pangeran Artur yang segera memerintahkannya untuk bangkit kembali.


Sore itu juga Pangeran Artur membawa Olive kembali pada keluarganya.


Olive masih benar-benar tidak pernah menyangka akan kembali bertemu ayah dan ibunya.


"Oh Tuhan ibu sangat menghawatirkanmu, Nak."


Wanita renta itu seperti tidak ingin melepaskannya, Olive hanya bisa ikut menagis saat memeluk ibunya.


"Trimakasih, Pangeran Artur."


"Aku senang putri kalian bisa kembali."


"Olive apa kau baik-baik saja? "Kali ini Marra yang bertanya.


"Tuan Putri, maaf aku merepotkan kalian semua, bagaimana keadaan Pangeran Keive? "


Jujur Marra ikut senang mendengar kekhawatiran Olive pada kakak laki-lakinya.


"Dia sudah jauh lebih baik, dan kau tau dia yang memaksaku ku untuk memastikan sendiri keadaanmu."


"Aku merasa tidak berhak medapat seluruh kehormatan itu, terimakasih Putri Aurora."


"Berhentilah bersikap seperti itu, bagaimanapun karena akulah kau harus melalui kemalangan ini."