
"Jadi karena gadis itu Anda mengabaikanku, Masih Lord."
"Jangan berani menilaiku! "
"Kami beserta seluruh penguasa hutan terlarang ini hanya akan setia padamu Rajaku, tapi tak seharusnya Yang Mulya melanggar semua perjanjian kita. Yang Mulya sudah memiliki segalanya tahta, dan segala kesenangan dunia percayalah hanya kau lah yang layak menjadi Raja kami."
Mahluk melata berkepala manusia itu masih belum menyerah untuk kembali membujuk Rajanya.
"Lihatlah diriku... " beberapa langkah di depan King Alzov tiba-tiba tubuh melata itu berubah berjalan anggun layaknya manusia.
"Pernahkah ada yang tidak sempurna dalan diriku, My Lord?"
"Bukankah aku juga selalu menyenangkan Anda."
Seorang wanita sangat luar biasa cantik berjalan anggun meski nyaris tanpa busana, tubuhnya meliuk menyombongkan eksistensinya yang jelas tidak ingin terkalahkan, apa lagi hanya oleh mahluk kecil dengan nyawa rapuh yang belakangan lebih mencuri perhatikan Rajanya.
"Tidak ada kewajibanku untuk mengikuti keinginanmu Latuza. Kuingatkan sekali lagi jangan ikut campur ! "
Penyihir wanita itu beringsut mundur saat King Alzov memberi isyarat untuk berhenti mendekatinya.
"My Lord, aku tidak pernah keberatan jika Anda menyimpan begitu banyak wanita di istana, tapi Yang Maulya tidak bisa menghianatiku seperti ini."
"Percayalah hanya Yang Mulya lah yang pantas menjadi Rajaku," karena seandainya Rajanya itu mulai berpikir untuk bisa hidup seperti layaknya manusia, maka Latuza adalah satu-satunya penyihir hutan terlarang yang tidak akan pernah rela karenanya. Penyihir itu sudah terlampau besar kepala karena menganggap King Alzov hanyalah miliknya. Dan King Alzov sadar keceburuan ular betina itu tidak main-main, sebagai penguasa hutan terlarang Latuza bisa bertindak semaunya sendiri.
"Jaga sikapmu Latuza!!! " kecam King Alzov, "ingat apa yang bisa kulakukan terhadapmu."
"Yang Mulya mengancamku?"
"Sebaiknya kau juga hati-hati dengan ucapanmu! "King Alzov kembali mengingatkan sikap Latuza yang mulai keluar batas meski King Alzov sudah menduga ular betina itu akan bertindak di luar kendali.
Latuza yang semula hanya berani mendengus menahan kemarahannya, tiba-tiba menjerit dengan suara melengking sampai menggetarkan seluruh tanah hutan.
"Aku janji Rajaku, tidak akan kubiarkan siapapun menghianatiku."
"Simpan saja amarahmu, karena seluruh sihirmu tidak akan mempengaruhiku! "
"Lihat saja Rajaku.... Lihat saja... Yang Mulya akan menyesal karena mengabaikan kesetiaanku... !!!" Ancam Latuza, namun King Alzov seolah tak peduli dengan triakan melengking Latuza yang kembali mengais-ngais tanah dengan cakarnya.
King Alzov kembali memacu kuda hitamnya menuju istananaya dan mengacuhkan ular betina itu yang masih mengamuk dan meraung di tengah hutan.
*****
Gabriel segera kembali ke istana begitu yakin Olive cukup aman dan akan baik-baik saja.
Gabriel bermaksud untuk segera kembali kekamarnya sebelum membuat King Alzov curiga.
Tapi alangkah terkejutnya Gabriel saat justru dia mendapati Rajanya sudah duduk di sebuah kursi baca yang terletak di sudut kamarnya. Jelas itu pemandangan yang sangat langka, sekaligus mengerikan.
"Sudah kuingatkan jangan ikut campur !"
"My Lord, ma'af saya tidak tau Anda ada disini."
Gabriel coba menunduk untuk menyembunyikan kecemasannya meski dia tau usahanya itu sia-sia.
"Aku tidak main -main, aku masih menghormatimu karena ayahku dan Artur, tapi sayang kau selalu mengabaikan kata-kataku."
"Tolong My Lord biarkan gadis iti pergi."
"Kau cukup lancang !"
Gabriel benar-benar tidak punya pilihan jika harus melakukan hal ini.
"Tolong My Lord, aku akan memohon demi Claire putriku tolong biarkan Olive pergi."
"Claire putrimu? "
"Ma'af My Lord, King Henry yang menyuruh ku merahasiakan semua ini dari kalian semua."
"Kau yang mengurus kami, aku tidak lupa itu Gabriel, aku menghormatimu, dan aku turut prihatin jika ternyata Claire adalah putrimu, tapi jangan biarkan aku dalam pilihan yang sulit."
Gabriel merasa semua itu tidak cukup untuk menghentikan King Alzov.
"Tolong My Lord, bahkan aku tidak bisa membencimu karena kematian Putriku dan aku juga tidak akan pernah menyalahkanmu karena kepergian Pangeranku, tapi kali ini sungguh kumohon biarkan cucuku mendapat hidup yang layak."
"Cucumu???? "
"Hal apa lagi yang harus kudengar hari ini Gabriel?"sambung King Alzov.
"Olive adalah putri Clair, aku yang meminta keluarga Hoob untuk membawanya ke Selatan. Mungkin pengorbanan Claire untuk menebus dosanya pun tidak akan pernah cukup, demikian pula aku akan menggunakan tubuh renta ini untuk melindungi hidup cucuku."
King Alzov bukannya tanpa hati, justru dia mulai bisa merasakannya belakangan ini. Tapi siapa yang menyangka jika gadis itu adalah Putri Claire, anak hasil penghianatannya dengan seorang anak pengasuh kuda yang sempat dia angkat drajatnya sebagai seorang kesatria, bahkan dianggapnya seperti saudara.
Sebenarnya penghianatanlah yang membuat hatinya sekeras batu, semua orang menghianatinya. Bahkan wanita yang melahirkannya pun juga menghianatinya.
Penghianatan pertama yang didapat King Alzov adalah penghianatan dari ibunya sendiri. Usianya baru dua belas tahun saat itu saat mendengar rencana penghianatan Ibunya pada Sang Raja. Al kecil yang tidak sengaja mendengar rencana pembunuhan atas Sang Raja, segera berlari kesalah satu kamar pelayan istana yang dia kenal baik, Al segera menceritakan rencana penghianatan itu pada .
Al kecil membuat rencana dengan pelayan tersebut untuk menyelamatkan Ayahnya. Al bertugas memberikan racun di cangkir teh Ibunya, setelah itu dia bersembunyi di antara bilik di mana dia bisa melihat saat beberapa pengawal datang. Al berhasil membuat ibunya terlelap bagai seorang Dewi dalam tidur panjang. Al yang masih bersembunyi mendengarkan diskusi kedua pengawal yang sepertinya ingin mengambil tindakan sendiri karena mendapati Yang Mulya Ratu tidak juga muncul sesuai rencana.
Al yang kebingungan segera berusaha mencari bantuan karena saat itu kedua pengawal tersebut sudah berdiri di depan Ayahnya yang masih terlelap, Al kembali berlari mencari bantuan tapi saat kembali semuanya sudah terlambat.
King Hary selamat tapi seorang pelayan jatuh tertelungkup dengan genangan darah segar merembas dari balik dadanya. Kedua pengawal tersebut berhasil di tangkap setelah berhasil menyayat lengan kiri Sang Raja.
"Dengarkan, kenang darah pelayan ini sebagai kesatria. Karena dia Raja kalian masih hidup sampai hari ini."
Demikian titah King Hary saat itu.
Al yang sempat mematung seperti batu di antara kekacauan itu segera berlari kembali kekamarnya, dan mendapati Artur kecil masih tertidur pulas. Dia mengambil belati kecil yang di ambilnya dari balik tempat tidur adiknya, itu adalah belati yang di simpan ibunya untuk melindungi putra-putranya dari gangguan mahluk sihir.
Al membawa benda itu berlari kekamar ibunya, Sang Ratu masih terlelap di kamarnya sendiri tanpa menyadari kekacauan yang sedang terjadi di luar. Dengan tangan kecilnya Al meraih lengan ibunya, dia tau di mana nadi yang begitu deras dan hangat itu berdenyut. Tanpa berpikir dia menggunakan pisau ditangannya untuk menyayat pergelangan tangan Ibunya, kemudian membiarkan lengan tersebut tergantung di tepi ranjang. Darah segar seketika mengalir hingga kelantai, Al meletakkan belatinya dan menyaksikan saat belati tersebut mulai menghisap genangan darah tersebut bagai mahluk yang kehausan, benar-benar mengerikan. Al melompati sisa genangan darah ibunya kemudian kembali berjalan kekamarnya dan pura-pura tertidur.
*****
Sampai saat ini King Alzov sendiri belum mengerti apakah Olive juga berhak ikut menanggung kebenciannya atas segala penghianatan itu.
"Tolong My Lord, saya hanya punya tubuh renta ini, dan sedikit harapan mungkin cucuku bisa menemukan kebahagiaannya di luar sana."
"Di luar! " -----"jangan bilang kau membawanya keluar lagi dari istanan Gabriel!! " triak King Alzov tanpa di duga...
"Katakan di mana Olive!!! "
Gabriel memilih tidak bicara...
"Dengar jangan menyesal jika kebodohanmu justru akan mencelakainya."
"Ingat My Lord, Anda sendiri yang sudah mencelakainya, dan pernahkah Anda peduli dengan keadaan gadis itu beberapa hari ini? "
"Kau tidak tau apa-apa gabriel, sungguh kau akan menyesali tindakan bodoh mu ini !"
"Edmun akan membawanya kembali pada keluarganya."
"Bahkan kau berani membebaskan seorang tahanan!"
"Akan ku lakukan apapun untuk menyelamatkan cucuku."
"Jangan bilang kau menyuruhnya melewati hutan terlarang."
"Mungkin mereka sudah melewatinya sebelum petang."
"Kau benar-benar akan menyesal."
King Alzov telihat benar-benar panik, Mengirim Olive pada Latuza benar-benar tindakan konyol.
*****