
"Sepertinya kau sudah jauh lebih baik."
Olive tidak menyangka King Alzov akan mengunjunginya hari ini.
"Terimakasih, My Lord."
Olive tersenyum.
"Sepertinya kau cukup mendapat sinar matahari." Entah sudah berapa hari King Alzov tidak melihatnya, sepertinya gadis itu memang sudah tumbuh begitu cepat.
"Temani aku makan siang hari ini," ide itu benar-benar baru muncul begitu saja.
"Terimakasih atas kehormatannya, My Lord." Meski jujur dia tetap cemas jika teringat pesan Edmund tempo hari, tapi mengingat betapa lembut sikap King Alzov padanya selama ini sepertinya Olive bisa sedikit mengabaikannya dulu. Lagi pula tidak biasanya juga King Alzov bisa terlihat begitu manusiawi seperti pagi ini, bahkan Olive sampai hampir lupa jika pria yang sedang berada di depannya itu adalah sang penguasa negeri Utara.
Akhirnya siang itu Olive menemani King Alzov dalam perjamuan makan siang yang di adakan untuk para kesatria, karena itu semacam acara kehormatan untuk memberi penghargaan ke pada para kesatria.
Ada kompetisi memanah yang juga diadakan Raja mereka, pesertanya adalah para kesatria terhormat. Kali ini Olive di beri kesempatan untuk mencoba busur yang baru di hadiahkan King Alzov padanya.
"Cobalah," King Alzov sendiri yang membantu Olive menggunakan busurnya dengan arahan paling sederhana.
Anak panah pertama Olive berakhir buruk dan belum mengenai sasaran apapun, karena anak panahnya justru hanya menukik jatuh pelahan.
"Cobalah lagi," Olive mencoba beberapa kali, dan anak panahnya mulai mengenai bagian tepi papan sasaran.
"Aku tidak tau kenapa mengajari seorang gadis untuk memegang busur," tiba-tiba King Alzov sudah kembali berdiri di sampingnya, menarik pinggang Olive untuk lebih dekat padanya, kemudia meluruskan ketegangan lengan kirinya agar sejajar dengan bahu.
"Sebenarnya aku lebih mahir berkuda dari pada memegang busur dan panah," Olive kembali melepaskan anak panahnya dan meleset lagi.
"Kau berkuda? "
Olive mengangguk santai dan sama sekali tak menganggapnya sebagai pekara penting. Gadis itu memang biasa mengerjakan pekerjaan laki-laki, mengembala dan memandikan kuda adalah hal biasa bagi Olive yang kadang kala harus membantu ayahnya.
King Alzov berjalan kesamping untuk menilai keseriusan gadis itu dan masih tak percaya.
Karean tidak seperti di Selatan, sebagian besar wanita di Utara lebih banyak bersembunyi di dalam rumah, semua itu bukan tanpa alasan. Dunia luar di Utara sangat tidak bersahabat untuk para wanita, mereka banyak diculik dan dijual secara legal layaknya perbudakan.
"Aku masih tidak percaya seorang gadis berkuda."
"Mungkin aku bisa ikut kompetisi berkuda jika Anda masih meragukan nya, My Lord." Olive ingat dia jago mengejar kuda-kuda liar yang yang sering di bawa pulang para tentara selepas dari medan pertempuran, biasanya kuda-kuda seperti itu seringkali agak gila dan suka kabur dari kawanan.
"Jadi apa juga ada kompetisi berkuda di negeri anda, My Lord? "
King alzov kembali terkejut mendapati antusiasme gadis muda di depannya yang sepertinya benar-benar serius dengan pertanyaannya. Tapi mustahil kompetisi berkuda di negrinya jelas berbeda dengan apa yang mungkin gadis muda itu bayangkkan.
"Ikut saja berburu bersamaku akhir pekan ini jika kau masih bersikeras ingin berkuda."
Sungguh kali ini Olive yang terkejut dengan tawaran luar biasa tersebut, King Alzov sendiri juga tidak habis pikir kenapa tiba-tiba ingin membawa seorang gadis berburu, sepertinya Artur tidak akan senang dengan idenya ini ... pikir King Alzov meski tak menyesalinya juga.
"Kau juga bisa melatih skil memanahmu."
Ini juga terdengar aneh, karena tidak mungkin seorang King Alzov benar-benar ingin melatih saya orang anak gadis untuk menjadi kesatria, sepertinya Artur benar-benar akan mengutuknya karena hal ini.
Untuk beberapa saat kecemasan Olive ikut terlupakan, dia segera menyambut tawaran tersebut dengan senyum ceria, dan tanpa sadar King Alzov ikut tersenyum bersama nya.
"Ini senyum pertama yang kulihat."
Sungguh King Alzov juga terkejut mendapati komentar tiba-tiba gadis muda di depannya itu.
"Apa menurutmu aneh jika aku tersenyum?"
"Sungguh , Yang Mulya nampak lebih muda," oh apa yang dikatakannya ,Olive baru sadar dan buru-buru ingin membungkam mulutnya sendiri yang mingkin sudah kelewat lancang. "Maaf My Lord, maksutku.... " Olive hanya tergagap karena belum menyelesaikan kalimatnya.
"Apa menurutmu aku hanya laki-laki tua pemarah?" potong King Alzov tiba-tiba sambil melesatkan anak panahnya tanpa menoleh gadis di sampingnya.
"Maaf, My Lord," sungguh Olive menyesal, mungkin seharusnya dia tidak banyak bicara.
Kali ini King Alzov berhenti untuk menatap Olive.
"Maaf, My Lord," bibir Olive hampir bergetar.
"Artur sangat beruntung, kadang aku sering iri padanya."
Olive tidak mengerti, ini membingungkan, sulit untuk diakui tapi sungguh King Alzov adalah pria paling luar biasa yang pernah ia lihat.
Mungkin mitos tentang Raja Utara yang tidak akan pernah menu itu memang benar, karean jika melihat King Alzov kali ini, dia memang tidak pernah terlihat lebih tua dari pada Pangeran Artur. Namun, dengan cara yang aneh Olive masih saja merasa ketakutan tiapnkali harus berhadapan dengan nya, apa lagi dengam jarak sedekat ini.
"Akan kusuruh pengawal mengantarkanmu kembali kekamar, istirahatlah lebih cepat."
*****
"Trimakasih sudah mengantarku Edmun."
Olive sempat berbalik untuk melihat Edmun yang masih berdiri di ambang pintu kamarnya.
"Apa kau ingin aku menjemputmu besok?"
"Sepertinya besok King Alzov mengajakku berburu."
"King Alzov ingin kau ikut berburu? "
Tanya Edmund heran dan Olive hanya mengangguk kemudian tersenyum.
"Sungguh itu sangat tidak biasa, Olive," Edmun meragukannya.
"Kau tidak perlu khawatir, sebenarnya King Alzov cukup baik padaku."
"King Alzov tidak pernah baik pada siapapun, Olive! "
Olive sempat terkejut saat Edmun tiba-tiba ikut masuk ke dalam kamarnya dan segera menutup pintu di belakangnya.
"Aku sangat mengenal siapa King Alzov, apa kau yakin dia tidak pernah memaksamu? "
Olive menggeleng bingung, tapi sepertinya dia cukup mengerti dengan kecemasan Edmun.
"Sungguh aku mencemaskanmu, Olive."
"Aku mengerti."
"Dengar dia tidak akan benar-benar baik pada siapapun, ingat itu!"
Olive mulai ikut tegang...
"Apakah kau masih ingin keluar dari tempat ini? " tanua Edmund tiba-tiba,dan Olive mengangguk sepontan meski belum mencerna maksud pemuda itu dengan benar.
"Akan kulakukan apapun untuk membantumu keluar dari tempat ini, aku akan mencari cara."
"Sungguh, aku tidak ingin melibatkanmu dalam masalah, Edmund."
"Kau tidak seharusnya ada di sini, kau hanya belum tau siapa King Alzov sebenarnya."
Olive sudah pernah mendengar berbagai versi mengenai kekejaman Raja muda tersebut, tapi sejauh ini dia memang memperlakukan Olive dengan baik. Tapi siapa yang tau segala sesuatu memang bisa berubah tiba-tiba.
"Istirahatlah, dan akan segera kupikirkan caranya."
"Edmun, tolong bagaimanapun aku tidak ingin membuatmu celaka."
Olive berusaha menarik lengan pemuda itu sebelum pergi.
"Tenanglah, aku akan baik-baik saja."
Edmun pergi meninggalkan kamar Olive dengan kembali berjalan tenang melalui lorong, bagaimanapun dia tidak ingin siapapun curiga.
*****