
"Tha, gimana semalem? Udah lo cek? Ada yang harus diperbaiki?" Putri mensejajarkan arahnya dengan Agatha saat masuk gerbang.
"Udah kok, hmm paling lain kali kalau mau buat presentasi coba lebih teliti sama pengetikannya terus backgroundnya jangan nutupin apa yang mau kita presentasikan ya."
Agatha memang orang yang sangat teliti dan perfeksionis dalam segala hal khususnya masalah OSIS.
"Oke deh Tha, btw lo udah sembuh?"Tanya Putri melihat Agatha seperti tidak sakit.
"Gue gak sakit, cuma habis jatuh kemarin. Lagian gue bingung siapa yang bajak HP gue buat sms lo?" tanya Agatha terlebih pada dirinya sendiri.
"Sekali-kali lo emang mesti istirahat, seharusnya lo makasih sama yang bajak itu." Putri menepuk pelan pundak Agatha.
Hari ini semua murid SMA Bima Garuda berbahagia pasalnya kegiatan belajar mengajar akan ditiadakan sampai habis istirahat kedua pukul Pukul 12.30 karena semua guru akan mengadakan rapat untuk persiapan penerimaan murid baru di sekolah favorit ini.
Semua murid langsung berhamburan ada yang menuju kantin ada juga yang berdiam di kelas membuat perkumpulan tidak jelas dan pastinya anak-anak kutu buku akan langsung menuju perpustakaan yang merupakan surga bagi mereka.
Agatha jengah dengan suara berisik yang ditimbulkan oleh kelasnya.
"Sekarang semua boleh bebas tapi, setelah istirahat kedua gak ada lagi yang keluar kelas." Perintah Agatha dari depan kelas dan melirik ke seluruh penjuru kelasnya semua akan terdiam tidak berkutik anehnya Agatha menangkap sinyal tidak baik dari pojok kelas ya geng Aldo.
"Eh yang dipojokkan, gak sopan banget sih gue lagi ngomong malah kalian asik sendiri!" Ya Agatha memang disiplin sehingga siapa saja yang menyalahi aturan akan ditindak tegas.
"Kita bertiga punya nama, kalau lo gak suka kita disini yaudah."ucap ketua geng yang sanggup membungkam Agatha, sedari dulu Agatha memang tidak pernah ingin menganggu Aldo lagi tapi, mengapa seolah takdir terus mempertemukan mereka jadilah Aldo, Rangga, dan Okky beranjak pergi dari kelas.
Agatha kesal namun ia harus menjaga moodnya agar tetap baik sampai memimpin rapat sekarang, pada waktu belajar ditiadakan maka saat itulah Agatha mengambil kesempatan untuk mengadakan rapat.
"Selamat pagi semua, terimakasih karena sudah menghadiri rapat pada kali ini." begitu ucap sang ketua OSIS diruang rapat dan di depan pengurus OSIS yang lainnya.
"Rapat kali ini, kita akan membahas tentang penerimaan murid baru yang akan diadakan lusa. Kira-kira kalian punya usul untuk acara ini?" dan rapat diadakan selama 2 jam kedepan. Agatha memang cerdas, ia mengunakan waktu kosongnya untuk rapat, sehingga mereka tidak perlu pulang terlalu sore nanti.
"Tha, gimana ceritanya lo bisa diantar kak Alvin?" tanya Febri.
"Ya gitu, semuanya seolah kebetulan." Agatha memakan bakso kesukaannya, setelah memimpin rapat tadi, ia memilih langsung ke kantin saat jam istirahat.
"Wah kemajuan dong lo sekarang udah dibonceng, cewek pertama yang ngerasain duduk di motor kak Alvin."
Goda Riska yang sedang meminum es teh manis.
"Gila lo, yakali mamanya gak pernah diboncengi." Agatha tertawa namun sebuah suara menginterupsi mereka.
"Agatha, lo bantuin Mila?" tanya Rendi anak IPA 3.
"Dia di bully sama Steffy, Lulu, dan Fita ditangga." ucap Rendi salah satu anggota OSIS yang memang satu kelas sama Mila, Agatha yang mendengar nama Steffy langsung bangkit berdiri rasanya darahnya berdesir semua amaranya sudah memuncak.
Ini kesekian kalinya Steffy membuat masalah dengan mem-bully Adek kelasnya.
Agatha dan kedua sahabatnya segera menuju ketempat dimana Mila di bully atas petunjuk Rendi.
" Kok tuh orang masih gatau diri ya, udah kelas 12 bukannya tobat." ejek Riska yang berjalan bersama Agatha dan Febri.
Mila tengah menangis disudut tangga dan melihat surat yang ia buat untuk orang yang disukainya di sobek-sobek oleh Steffy, kedua tangannya di pegang Lulu dan Fita sehingga dia tidak berdaya.
"Gue benci senioritas!" sebuah suara lantang datang dari arah belakang, Steffy langsung membalikkan badannya dan matanya yang tajam langsung bertemu dengan mata Agatha yang lebih tajam.
"Girls, kita kedatangan tamu, say hai!" ucap Steffy dengan gayanya bak Putri. Steffy dan kedua temannya memang terkenal karena suka mem-bully dan ia selalu saja lolos dari hukuman karena ayahnya memiliki pengaruh besar di sekolah.
"Hai ketos !" ucap kedua teman Steffy.
"Hai cewek-cewek kampung." ketus Agatha tegas sambil nyengir.
"What? Lo bilang apa? Cewek kampung? Lo cari masalah ya sama gue?" tanya Steffy kini mendekati Agatha, yang di dekati juga tak kalah berani.
"Gue gak pernah takut lo, selama lo masih mau Sekolah disini harusnya lo sadar diri buat patuh sama aturan yang ada!" tegas Agatha.
"Dan gue gak perduli sama peraturan yang ada!" tantang Steffy dengan seringai jahat.
"Oke kalau gitu, kita selesaikan di ruang guru." Ucap Agatha langsung menarik Steffy menuju ruang guru.
"Ris, Feb tolong pegangin cewek-cewek kampung itu."Perintah Agatha.
"Mila, lo boleh balik bareng Rendi."Ucap Agatha langsung mengarahkan Rendi agar menemani Mila.
"Gue tau lo punya jabatan, tapi gak seharusnya lo seenaknya!"sebuah suara menginterupsi pergerakan Agatha yang sedikit lagi sampai ke ruang guru.
"Lo?!" Agatha heran karena seseorang menghadangnya.
"Lo tau apa? Ini anak udah ngelanggar dan lo mau belain dia?" tanya Agatha menantang cowok di hadapannya ini, sesuatu hal yang sudah lama tidak terjadi dan tentu tidak ingin Agatha ulangi nampaknya memiliki babak baru.
Bersambung........