Ketos Galak VS Bad Boy Nyebelin

Ketos Galak VS Bad Boy Nyebelin
#43 Beneran Pacaran?



"Gue kan yang ngajak lo pergi, gue harus tanggung jawab Tha." ucap Aldo menggenggam tangan Agatha yang sedang melingkar di perutnya.


"Tapi,.." Agatha bergumam, namun Aldo tetap menjalankan motornya, dan mereka tiba di depan rumah Agatha.


"Percaya deh sama gue, janji kan kita bakal hadapi semuanya bareng-bareng?" tanya Aldo tersenyum sambil menyelipkan helaian rambut Agatha di belakang telinganya selanjutnya Agatha hanya dapat tersenyum.


"Adek?" tanya Gea saat membuka pintu menemukan adiknya masih memakai seragam sekolah lengkap, dia memang sangat khawatir sedari tadi ia menghubungi Agatha.


"Maaf ya kak, aku pulangnya telat terus pas mau bales chat kakak lagi ponselnya lowbat." Agatha memasang tampang sedih sambil memperhatikan layar ponselnya yang mati.


"Agatha pulang telatnya gara-gara saya kak, tadi kita jalan dulu. Saya minta maaf kak belum izin." Aldo dengan muka yang juga bersalah kemudian Gea tersenyum.


"Iya gapapa kok, asal jangan diulangi lagi, kalau sampai diulangi kakak akan larang kalian ketemuan." Gea dengan penekanan di Kalimat terakhir.


"Jangan!" serentak Agatha dan Aldo dengan muka yang tak dapat dideskripsikan mendapat kekehan dari Gea melihat dua insan yang sedang jatuh cinta itu tidak ingin dipisahkan.


"Biasa aja kali reaksinya!" ucap Gea.


"Itu reaksi alami pasangan yang lagi jatuh cinta kak," ucap Aldo tersenyum kikuk mendapatkan injakan kaki dari Agatha serta disusul pipi Agatha yang memerah.


"Yaudah sekarang udah malem, Aldo pulang dan Agatha istirahat kan besok kalian sekolah." Gea mengambil langkah bijak yang mendapat anggukan kepala dari keduanya.


Malam ini ada yang terasa berbeda dari Aldo, seperti ada gairah baru yang melanda hidupnya sekarang ia tahu mengapa sejak dulu ia tidak akan pernah bisa berhenti berjuang untuk seorang cewek yang dikenal amat sangat galak dan disiplin itu rupanya ada sebuah ruangan di hatinya yang hanya dapat di isi oleh si penyuka novel dan bunga anggrek putih itu.


Jika tadi selama perjalanan pulang ke rumah Agatha, banyak angan dan impian yang mereka curahkan tentang hubungan mereka ke depan Aldo berdoa semoga ia dapat mewujudkannya.


Sekarang di balkon kamar Aldo hanya tersenyum melihat jajaran bintang yang menyinari malam itu tak menyangka takdir berbaik hati memberikan seorang Malaikat untuk menerangi hidupnya yang dulu ia pikirkan amat buruk.


Di sisi lain Agatha baru keluar dari kamar mandi, ia sangat suka berlama-lama di kamar mandi memanjakan tubuh dengan air hangat di temani aroma therapy wajahnya memerah senyum selalu menghiasi wajahnya malam ini.


"Dasar bad boy sok romantis!" ucapnya saat membaca pesan dari Aldo.


From:08123 xxxx xxxx


'Hai Tha... lagi apa? Udah tidur?'


'Tha, udah tidur ya? Gue gak bisa tidur nih!'


'Tha... tanggung jawab! Gara-gara lo gue gak bisa tidur!'


"Good night Tha.. mimpiin gue ya!'


Agatha tersadar ribuan kupu-kupu itu datang kembali secara tiba-tiba berterbangan tidak memiliki arah dan itu sedang melanda perutnya, bahkan selama ini ia tidak memasukkan nama Aldo dalam kontaknya.


'Bad boy sekolahan' begitulah nama yang akhirnya ia cantumkan untuk Aldo tidak romantis namu berkesan.


'Good night too Do, mimpi indah!"


Itulah pesan terakhir Agatha, ia pun memilih menyusul Aldo ke alam mimpi berharap bertemu disana dan merangkai kisah cinta berdua.


Tak ada yang spesial hari ini bagi murid-murid kelas X dan XI, mereka ke sekolah seperti biasa dengan membawa Secercah harap kalau hari ini tidak ada pelajaran dan itu benar saja terjadi dikarenakan semua guru fokus sama ujian praktek kelas XII, murid-murid kelas X dan XI diminta mengerjakan tugas di dalam kelas jadilah keributan terjadi di Kelas XI IPA 1.


"Tar, lo pelit banget sih sama teman sendiri bagi dong jawaban nomor 1 gak ngerti nih gue." rajuk Okky memelas.


"Gak mau ah lo mah nyontek, kalau mau lo gue ajarin!" ucap Tari yang memang sangat pelit dan bisa mendadak tidak mendengar saat ulangan.


"Yah nanti kalau gue deket-deket sama lo, ayang beb Riska gue cemburu. Gue kan gak suka mendua, lo ngertiin gue dong." Okky selalu dapat membuat koor tawa membahana di dalam kelas juga mendapat tatapan mau dari Riska.


"Heh!...lo tuh kalau ngarep jangan ketinggian!" bentak Riska mendapat kekehan dari Febri dan Agatha.


"Lo jangan kayak gitu mulu, nanti demen aja sama si Okky," ucap Rangga kasihan melihat nasib Okky.


"NGAREP!" Riska menekankan.


"Contoh aja si Aldo sama Agatha dari benci jadi cinta, kita juga bisa kayak gitu tau ayang beb Riska." Okky bersuara membuat suasana kelas langsung menegang melihat ke arah Aldo yang bersiap berjalan menuju meja Agatha.


"Apa lo semua liat-liat? Naksir sama gue?" tanya Aldo spontan membuat suasana kelas kembali santai.


"Permisi," ucap sebuah suara lembut langsung membuat seluruh kelas terdiam.


"Ada apa Mil?" tanya Agatha pada Mila yang memang jika ke kelasnya akan berhubungan dengan OSIS.


"Oh.. enggak ini mau ketemu.." jawaban Mila terbata-bata membuat Agatha kebingungan.


"Rangga, cewek lo tuh." ucap Aldo karena paham Agatha bingung.


"Heh? Oh iya." Rangga menepuk jidatnya.


"Cewek lo?" tanya Agatha bingung sepertinya selama beberapa Minggu kemarin dia ketinggalan banyak berita.


"Kemarin lusa mereka baru jadian." terang Aldo mendapat anggukan dari Riska dan Febri.


"Kalau kita kapan?" pertanyaan spontan itu membuat Agatha hanya terdiam berusaha mencerna pertanyaan Aldo.


"Jawabnya nanti aja, kasian lo mikir sampe tuh jidat keriput."Aldo tiba-tiba mengandeng Agatha menuju ke luar kelas.


"Mau kemana sih Do?" tanya Agatha saat semua pasang mata kembali tertuju pada mereka walaupun mereka sudah sering terlihat bersama.


"Perpustakaan."


"Mau ngapain?" tanya Agatha bingung untuk apa Aldo mengajaknya ke perpustakaan salah satu tempat yang paling dihindari oleh anak-anak seperti Aldo.


"Tadi pagi, gue udah liat kak Alvin." ucap Agatha saat sedari tadi hanya ada keheningan diantara mereka, sementara Aldo justru gelisah merangkai kata yang tepat untuk menyatakan cintanya dan meminta Agatha menjadi kekasihnya.


"Iya, dia sama Laras udah balik dan keadaan Laras jauh lebih baik." Aldo memberitahukan dan mendapat anggukan pelan dari Agatha.


"Tha, jadi gimana sama hubungan kita?" tanya Aldo kembali sambil mengambil sebuah buku di rak.


"Gimana apanya?" tanya Agatha seolah tak paham arah pembicaraan itu.


"Yah hubungan lo sama gue? Gue orangnya gak suka bertele-tele Tha, gue sayang sama lo! Tinggal gimana lo nya aja ke gue?" tanya Aldo lagi kini menatap Agatha intens.


"Yah gue juga."


"Jadi kita?" tanya Aldo memancing pernyataan itu dari mulut Agatha.


"Yah gitu deh." Agatha tidak mau kalah dengan Aldo.


"Gitu gimana sih Tha?" Aldo mulai gemes.


"Yah gitu Do, masa gue sih yang ngomong cowok tuh gak peka! Masa cewek yang ngomong duluan." tiba-tiba Agatha kesal dan menaikkan satu oktaf suaranya mendapat hadiah tatapan tajam dari penjaga perpustakaan serta beberapa anak yang sedang serius membaca buku.


"Kesimpulannya Agatha, lo mau gak jadi cewek gue?" tanya Aldo tersenyum menggenggam tangan Agatha, tak dapat menahan suasana lucu tadi yang ditimbulkan oleh kekesalan Agatha.


"Hemm... iya mau" jawab Agatha masih kesal.


"Lo jangan manyun gitu, nanti gue cium nih!" ucap Aldo mengerling dan Agatha langsung tersadar menggelengkan kepalanya cepat.


"Jijik Do!" ucap Agatha.


"Jijik tapi kan sekarang udah pacaran," ucap Aldo menggoda membuat Agatha memerah dan dimenit-menit berikutnya hanya ada canda tawa mereka berdua dimana Agatha yang sibuk membaca buku mencari bahan menjawab tugas dari guru dan berakhir dengan Aldo yang selalu mengganggunya.


'Kamu itu deretan bait penuh makna yang menjadi coretan berarti dihidupku.


Aldo dan Agatha keluar dari perpustakaan dengan Agatha memegang beberapa buku tersenyum dan Aldo masih dengan tampang cool nya menggenggam tangan Agatha, berjalan beriringan mendapat siulan jahil dari beberapa teman yang mungkin mengenal mereka berdua.


"Agatha, aku mau bilang makasih." Mila tiba-tiba menahan langkah Agatha saat akan masuk ke dalam kelas bersama Aldo.


"Buat apa?" tanya Agatha bingung lalu melihat ke arah Rangga yang mengangkat kedua bahunya.


"Kalau gak gara-gara kamu mungkin aku gak akan bisa pacaran sama Rangga, aku cuman akan fokus bersaing sama kamu buat dapetin kak Alvin," ucap Mila memandang Rangga lalu tersenyum.


"Astaga buat itu, gak perlu bilang makasih Mil... berarti kemarin aku dan kamu salah belum nemuin orang yang tepat." Agatha memegang bahu Mila.


"Berarti sekarang orang yang di samping udah tepat ya?" tanya Aldo menggoda Agatha kembali, ini akan selalu menjadi hobi Aldo.


"Mil, aku masuk ya.. see you!" ucap Agatha tidak memperdulikan Aldo yang sudah cemberut.


Di depan rumah Agatha sore itu, Aldo memarkirkan motor berhenti sejenak untuk memperhatikan wajah gadis yang menghiasi harinya kini.


"Masa pacar sendiri gak ditawarin masuk sih?" tanyaAldo manja.


"Emang mau masuk? Kirain mau langsung pulang." Agatha yang memang sifat aslinya ketus.


"Gini nih punya cewek udah gak peka galak pula." Aldo mendengus.


"Yaudah kenapa ditembak kalau gitu?"" Agatha jengkel, inilah yang membuat Aldo bingung sendiri mengapa menyukai cewek seperti Agatha yang sangat ketus ada tantangan tersendiri.


"Iya deh sensian banget sih hari ini?" tanya Aldo, dihari jadian mereka Agatha masih saja ketus.


"Gatha, kenapa Aldo gak di ajak masuk?" tanya sebuah suara yang terdengar sendu.


"Oma?" tanya Agatha seperti melihat hantu.


"Kenapa ngeliat Oma kayak ngeliat setan gitu?" tanya Oma menggoda.


"Oma kapan datang?" Agatha menghampiri Oma dan memeluk nya rindu, sudah banyak kisah yang ingin ia bagikan kepada tempat terbaik dalam menyimpan rahasia hidupnya.


"Tadi pagi sayang," Oma mencium kedua pipi cucunya.


"Sore Oma, apa kabar?" tanya Aldo menyalimi Oma.


"Jadi ceritanya udah ada yang pacaran ya?" tanya Oma menggoda.


"Oma tau darimana?" tanya Agatha spontan kaget karena ia baru hari ini jadian dengan Aldo dan Oma sudah tau.


"Kan Oma cuma nebak, eh ternyata benaran udah pacaran ya kalian?" tanya Oma mencolek dagu Agatha, suasana pun menghangat Agatha malu mengapa ia bertingkah seperti bocah SMP yang baru saja jadian tapi inilah ia.


Memang Aldo bukanlah cowok pertama yang singgah dihatinya namun ia berdoa semoga Aldo menjadi cowok terakhirnya.


"Masuk dulu yuk, Oma pengen kita ngobrol banyak. Aldo gak keberatan kan?" tanya Oma tersenyum merangkul Aldo.


"Saya sih engga Oma, asal pacar kasih izin." tiba-tiba ia melirik ke arah Agatha lalu mendapat tatapan tajam.


Dalam hati Agatha sangat senang karena ini hari jadiannya, ia juga melihat luapan bahagia dari Aldo, laki-laki yang dulu ia abaikan, dan kini sangat ia cintai.


happy Reading gusy


Bersambung........