Ketos Galak VS Bad Boy Nyebelin

Ketos Galak VS Bad Boy Nyebelin
#27 Laras??



"Agatha?" tanya Alvin bingung.


"Kata kak Odi, kakak diserempet mobil dan ada di rumah sakit ini jadi saya langsung kesini." ucap Agatha duduk dikursi yang berada di samping ranjang.


"Saya gapapa kok, si Odi lebay si sampe telpon kamu." ucap Alvin terkekeh.


"Abisnya chat lo yang paling atas sama Agatha, jadi ya gue telepon deh." ucap Odi yang datang lalu terkekeh membuat rona merah di pipi Agatha dan membuat Alvin salah tingkah.


"Kak gimana kejadiannya bisa sampe kayak gini?" tanya Agatha berusaha tidak membahas dirinya dan Alvin.


"Saya naik motor terus kurang konsentrasi dan gak liat didepan ada mobil ya akhirnya gini deh." jelas Alvin dengan senyum yang tak berhenti mengembang.


"Kakak emang mikirin apa Sampai gak konsen?" tanya Agatha.


"Saya mikirin kamu." ucapan itu langsung menancap kuat di hati Agatha membuat dunianya berhenti rasanya sekarang ia lemes, belakangan ini Alvin pandai membuat Agatha terbuai.


"Gue izin keluar deh, gak mau jadi orang ketiga." ucap Odi yang memang sedari tadi melihat tatapan mata Alvin yang berbeda terhadap Agatha dan itu membuat Agatha serta Alvin yang baru menyadari keberadaan Odi pun terkekeh.


"Kamu nangis?" tanya Alvin melihat wajah Agatha sendu.


matanya yang sembab dan hidungnya yang memerah, karena Alvin tidak mendapatkan jawaban ia pun memegang lembut pipi Agatha.


"Saya gapapa, jangan gara-gara saya kamu nangis." ucap Alvin membuat Agatha bungkam seribu bahasa, setelah itu Alvin tersenyum berusaha mencairkan suasana di antara mereka.


Dibalik pintu Aldo kembali menahan segala luapan amarah ini kesekian kalinya hati Aldo harus kuat melihat seorang yang di cintanya bersama dengan saudara kandungnya.


"Coba buka mata lo, ada gue yang setiap hari diam-diam merhatiin lo dan nungguin lo peka sama perasaan gue."ucapan itu keluar dari mulut Aldo bersamaan dengan dia meninggalkan rumah sakit.


"Selama seminggu ini kita bakal latihan untuk memantapkan penampilan kita supaya memuaskan."


saat ini Agatha berada di depan kelas, tak ada yang berbeda dengan hari ini dengan lainnya setiap kelas sibuk dengan penampilan drama mereka masing-masing berusaha menciptakan penambahan memukau begitupun dengan kelas IPA 1 yang sudah terkenal dengan kepemimpinan Agatha selama dua tahun berturut-turut.


"Kita nanti bakal latihan didalam ruang teater, gue harap semuanya bisa datang. Terimakasih." Agatha segera kembali ke tempat duduknya.


"Tha, nanti kita belanja yuk buat acara ulang tahunnya Tari."ajak Riska yang memang merindukan waktu kebersamaan mereka bertiga.


"Hari ini?" tanya Agatha.


"Iya, gue juga mau sekalian beli bola basket baru nih." rajuk Febri.


"Kayaknya gak bisa deh, abis latihan drama gue mau ke rumah kak Alvin. Dia kan masih sakit." ucap Agatha sambil terus memainkan ponselnya sedang mencari obat tradisional untuk kesembuhan Alvin.


"Kalau besok?" tanya Riska penuh harap.


"Iya deh paham yang udah ada pacar, pas masih jomblo aja ke kita." Ejek Riska kesal, namun Agatha hanya bisa tersenyum salah tingkah.


"Sore bi." sapa Agatha saat sampai didepan rumah Alvin.


"Sore non, den Alvin nya ada di kamar." ucap bibi seolah paham karena setiap pulang sekolah Agatha akan menyempatkan waktu untuk menjenguk Alvin walau hanya sebentar.


Sudah tiga hari berlalu dan inilah kegiatan baru Agatha, jujur ia merasa bahagia karena ini juga ia lakukan atas perintah Alvin secara tidak langsung untuk menemaninya karena dia bosan sendirian di rumah, selama tiga hari terakhir juga Alvin tidak masuk sekolah dan itu bukan menjadi masalah bagi Alvin yang memiliki otak amat cerdas.


Agatha menyusuri setiap kamar dan berhenti pada suatu pintu." ALDO'S ROOM"


Tulisan itu seperti menarik Agatha agar memperhatikannya lebih lama, segera Agatha tersadar mengapa akhir-akhir ini saat ia bersama Alvin justru ia memikirkan Aldo memang keduanya memiliki kemiripan namun hati Agatha tetaplah untuk Alvin, Agatha bingung mengapa pintu kamar Alvin terbuka saat ia ingin mengetuk rasa penasaran itu timbul ketika mendengar Alvin dengan sebuah foto.


"Laras, aku kangen. Aku pengen nyusul kamu, setelah aku lulus pasti kita bisa sedekat dulu tapi apa kamu masih ingat aku?"Alvin menghela nafas.


"Sekarang ada satu cewek yang mirip banget sama kamu, dia keras kepala, dia ramah,dan murah senyum bedanya kamu lebih pemalu dan lembut dalam bertutur kata." Alvin kembali tersenyum sedangkan di sisi lain Agatha kaget mendengar nama itu.


beberapa hari yang lalu Odi dan Alvin juga membahas nama itu apa mungkin itu adalah mantan Alvin. Agatha sangat ingin tahu jadi ia mengetuk pintu itu dua kali dan membuat Alvin tersadar segera menghapus air matanya dan mendorong kursi rodanya menuju Agatha.


"Udah dari tadi ya?" senyum Alvi mengembang.


"Lumayan sih, belum lama juga." jawab Agatha kikuk.


"Yuk turun ke bawah." ajak Alvin yang segera diturutin Agatha padahal sebuah pertanyaan sedang berputar hebat di pikirannya.


"Kak, saya boleh tanya sesuatu?" pinta Agatha.


"Boleh, tanya apa?" jawab Alvin


"laras itu siapa" spontan membuat Alvin tersedak dan dengan cepat Agatha memberinya minum.


"Kamu dengar pas saya di kamar?" tanya Alvin.


"Iya kak, saya cuma pengen tahu aja." Agatha ragu.


"Dia itu masa lalu saya, jadi jangan dibahas lagi ya." Alvin tersenyum seperti memang nama itu tak lagi penting untuk di bahas sekarang dan jawaban itu membuat Agatha hanya mengangguk.


Sejak tiga hari yang lalu Agatha tidak pernah melihat orang tua Alvin dan itu juga menjadi pertanyaan baginya, pasalnya bila ia ingin menjalin hubungan yang lebih serius dengan Alvin ia harus tahu benar tentang Alvin.


Bersambung.......