
Hari ini Agatha bersiap untuk izin mengantarkan surat yang sudah di tandatangani oleh kepala sekolah untuk acara persahabatan dengan SMA Nusantara, seharusnya Eza dan Dirga namun mereka sibuk untuk menghubungi pengisi acara yang akan didatangkan dari luar sekolah jadi Agatha dengan cekatan mengambil alih tugas mereka.
Agatha menyesali Karen SMA Nusantara sedang mengadakan kegiatan, jadi hanya waktu jam pelajaran inilah yang dapat ia pakai untuk ke sekolahan tersebut bertemu dengan pengurus OSIS disana, beruntunglah jarak ke sekolah tersebut tidak terlalu jauh.
Sekarang Agatha sudah sampai di kelas untuk meminta izin kepada guru yang sedang mengajar.
" permisi Bu, saya mau izin untuk mengantarkan surat kepada SMA Nusantara atas permintaan ibu Alda." ucap Agatha saat melihat ibu Nina sedang mengajar.
"Baik Agatha, kamu sendiri?" tanya ibu Nina khawatir.
"Iya Bu, gapapa saya cuma sebentar." Agatha tersenyum manis membuat Aldo tak berkedip menatapnya dan setelah pembicaraan itu ia segera keluar kelas dan menyiapkan diri menuju SMA Nusantara.
Agatha sedang merenung bagaimana mungkin dulu ia bisa berpura-pura baik terhadap Aldo berusaha mendekatinya agar bisa bersama kak Alvin, bodohnya ia. sekarang Aldo jadi mendekati dirinya, hidupnya semakin rumit dengan kehadiran cowok itu.
Sementara di kelas, Aldo terlihat khawatir mendengar Agatha pergi sendirian ke SMA Nusantara, mengingat kejadian tawuran waktu itu.
" Bu izin ke toilet ya, mules saya liat rumus fisika." Aldo memegang perutnya sambil menunjuk papan tulis dan membuat satu kelas tertawa di tambah gelengan kepala Bu Nina.
"Yasudah segera kembali." Bu Nina memang guru paling baik dan perhatian, inilah guru-guru yang paling disukai Aldo jadi ia tidak akan susah payah mencari alasan untuk bolos.
*******
"SMA Nusantara kok sepi gini sih? Asing banget sekolahnya."saat Agatha baru sampai di depan gerbangnya, ia sejujurnya takut mengingat bagaimana idola di sekolah ini yaitu Kevin sangat suka tawuran dengan Aldo.
Dia jadi bergidik ngeri membayangkan baku hantam antara mereka berdua, sambil mengumpulkan keberanian Agatha berdoa semoga di dalam nanti tidak bertemu Kevin dan gengnya.
"Permisi pak, saya mau mengantar surat undangan dari SMA Bima Garuda." Agatha berbicara sopan kepada bapak satpam namun reaksinya tidak mengenakan.
pak satpam itu menatap Agatha dari atas sampe bawah dengan sinis sambil membukakan pintu gerbang baru saja ia ingin menanyakan di mana ruang pembina OSIS tapi, melihat tanggapan sang satpam ia pun segera masuk mencoba tetap tersenyum masalahnya ia sekarang berada diluar sekolahnya salah sedikit bertindak pasti nama sekolah akan buruk.
"Permisi, kalau ruangan pembina OSIS di sebelah mana ya?"tanya Agatha
setelah lima menit berputar-putar di sekeliling sekolah yang tak kalah besar dengan sekolahannya namun anehnya penghuni sekolah ini seperti menatap jengkel serta marah terhadap dirinya apalagi saat melihat seragam sekolahnya sampai ia menemukan cowok yang kelihatannya tidak pandai bergaul sedang duduk membaca buku fisika, cowok itu menatap Agatha ragu.
"Ruang-.." ucapannya terpotong saat melihat ke arah belakang Agatha, Agatha yang tidak mengerti mengangkat kedua pundaknya bingung sambil melihat ke arah mata cowok di hadapannya sampai ia sadar dengan kode yang cowok itu diberikan.
Agatha membalikkan badan dan langsung bertabrakan dengan pandangan cowok bermata coklat nan tajam itu, setelah sadar Agatha menjadi gemetar bagaimana tidak sekarang ia di kelilingi oleh sebelas orang yang ia yakini waktu itu ikut tawuran.
"Elo...?" ucapan Kevin menggantung dan ia mendekatkan wajahnya, itu semakin membuat Agatha risih, dalam hati Agatha teramat takut masalahnya sekarang ia yakin tidak akan ada yang bisa menolongnya.
"Yang waktu itu di selamatin si Aldo?" tanya Kevin menatap Agatha seksama.
"Cantik sih, tapi kok kayak cewek baik-baik ya kelihatannya."ucap Kevin terkekeh.
"Lo pasti ceweknya si Aldo?" tanya Kevin masih tidak mendapatkan jawaban dari lawan bicaranya itu.
"Coba Vino lo ambil surat apa yang dia bawa?" perintah Kevin yang langsung dijalankan.
"Surat undangan pensi dari SMA Bima Garuda bos, tertanda disini Agatha sebagai ketua OSIS." Kevin langsung melihat bed nama yang ada di baju Agatha.
"Jadi lo ketua OSIS, hebat juga bajingan macam Aldo dapat cewek cantik dan baik ditambah punya jabatan ketua OSIS."Kevin terkekeh sambil menepuk tangan mengejek.
"Lo bisu ya? Di ajak ngomong diem aja?" tanya Kevin geram.
"Gue cuma mau nganter ini, dan masalah Aldo gak ada urusannya sama gue." Agatha akhirnya kesal di perlakukan secara tidak hormat.
Kevin berserta gengnya membawa Agatha ke tengah lapangan. Walaupun hanya beberapa siswa saja yang ada disana tapi itu cukup banyak orang untuk mempermalukan Agatha.
"Teman-teman gue minta perhatiannya sebentar, disini gue bakal nunjukin eksistensi SMA Nusantara di banding SMA Bima Garuda yang selama ini sok lebih baik dari kita.Sekolah lo semua bisa liat ketua SMA OSIS Bima Garuda yang katanya sangat terkenal karena kecerdasannya, itu semua bohong buktinya dia gak bisa berkutik, bahkan saat di seret dia diam aja!" teriak Kevin mempermalukan Agatha.
detik ini juga hati Agatha hancur , semua orang terdekat Agatha pun tahu ia tidak suka di remehkan hatinya memberontak namun otaknya mencegahnya melawan perlakuan Kevin takut sekolahnya akan buruk jika ia nekat melawan.
"Enaknya dia kita apain? Siremin air? Lemparin terigu? Atau tomat busuk biar sama kayak sekolahannya yang busuk itu?"gelak tawa semua murid pun pecah.
saat Agatha mendengar sekolahnya di ejek saat segala prestasi yang dibangun sekolahnya dihina ia tidak terima jadi ketika Kevin mendekat, ia segera mendorong Kevin jika saja Kevin tidak menjaga keseimbangannya mungkin ia akan terjatuh.
"Wow...wow...wow... jangan terburu-buru dong cantik.Ternyata lo ganas juga ya? Permainan kita mulai sekarang geng...!!" seru Kevin membuat masing-masing dari mereka mengeluarkan botol air mineral juga terigu, Agatha mulai gentar, pertahanannya hancur sudah.
"Banci lo semua! Beraninya di dalam kandang!" teriak sebuah suara kencang membuat lingkaran itu pecah lalu dengan santai muncul seseorang dengan jaket kulit hitam sedang merokok, posenya sekarang di jamin membuat cewek-cewek manapun akan meleleh.
"Cowoknya datang men...uuuh serem!!"Ledek Kevin.
"Lo pikir dengan adanya lo disini bakal buat gue gak jadi ngerjain cewek lo? Lo salah besar Do!" Kevin dengan terkekeh memberikan perintah untuk menyiram Agatha.
"Bajingan!" umpat Aldo langsung membelah lingkaran itu segera melindungi Agatha dari siraman air itu, ia memeluk tubuh Agatha yang bergetar hebat.
"Oh...oh.. ada pahlawan kesiangan rupanya." ucap Kevin semakin mengejek.
"Tambah terigu gengs." perintah Kevin senang melihat lawannya tak berkutik.
dalam hati Aldo ingin melawan namun saat merasakan tubuh Agatha bergetar hebat ia mengurungkan niatnya lagipula ia tidak ingin mati sia-sia jika melawan Kevin yang berada di wilayahnya, dengan kemungkinan besar ia pulang tinggal nama, Aldo tidak takut mati namun ia memikirkan kalau Agatha akan disiksa jadi ia segera merendam emosinya.
"****!" teriak Aldo saat terigu mulai di lemparkan ke arah rok Agatha karena melihat celah itulah yang tak mampu ditutupi Aldo.
dengan pergerakan cepat Aldo mendorong Agatha dan beberapa orang yang ada di lingkaran menembus lingkaran itu sambil mendekap tubuh Agatha yang masih bergetar, awalnya Agatha tidak siap dengan pergerakan itu namun ia memaksakan kakinya berlari mensejajarkan kakinya dengan Aldo.
"Sial! Dasar pecundang! Beraninya kabur!" begitulah umpat Kevin.
"Kejar mereka!" perintah Kevin membuat Aldo dan Agatha mempercepat langkahnya, mereka berlari sekuat tenaga.
"Kita harus kemana lagi?" tanya Agatha saat mereka sudah ada di gang yang buntu.
"Lo bisa loncat gak?" tanya Aldo yang terlihat santai tak sepanik Agatha namun nafasnya terengah.
"Gue pake rok?" tanya Agatha masih panik, Aldo terlihat berpikir dan mencari barang yang dapat dijadikan tumpuhan.
"Coba lo naik ke atas sini." Aldo menuju sebuah tempat duduk kayu yang sangat rapuh disamping tong sampah.
"Gila lo ya, gue pasti jatuh." Agatha menolak.
"Astaga di keadaan kayak gini lo masih keras kepala, coba dulu pasti bisa." ucap Aldo kesal.
"Kalau jatuh gimana Do?" Tanya Agatha takut setengah mati pasalnya ia sangat ketakutan sekarang.
"Ya kan ada gue, nanti gue jagain!" ucap Aldo lagi kesal melihat Agatha tak mau mencoba naik ke atas kursi rapuh itu,ia sangat takut namun dia juga harus bergerak dengan cepat, Aldo dengan setia menopang tubuh Agatha sambil melihat sekeliling.
Bersambung............