Ketos Galak VS Bad Boy Nyebelin

Ketos Galak VS Bad Boy Nyebelin
#10 Langit Sore



"Gue usaha dengan cara gue sendiri lah Ris, lagian gue juga males berurusan sama bad boy sekolah macam dia."


"Lo? Mau usaha sendiri? Caranya?" pertanyaan beruntun itu membuat Agatha berpikir tentang apa yang ia ucapkan sebelumnya.


"Ya...ya. liat nanti deh, lagian gue rasa kemarin gue dianterin udah awal yang baik dan pasti dia minimal Uda kenal gue kan?" Agatha tersenyum.


*********


Agatha terlihat menyusuri jalan menuju rumahnya, karena bus yang di tunggu-tunggu tidak datang jadi dia memutuskan untuk berjalan kaki walaupun lututnya masih nyeri. Dia menikmati saat-saat seperti ini.


saat dimana dia dapat menikmati pemberian Tuhan yaitu pepohonan indah yang ada di kanan dan kiri jalan itu sudah membuat hati Agatha sejuk setidaknya sekarang pikirannya jernih lepas dari semua urusan OSIS, pelajaran sekolah, dan ya masalah hidup.


Jika ia melihat awan mendung sehabis hujan dan pepohonan ia akan mengingat sang Mama, persis disaat sekarang ia menemukan Kenyataan pahit nah pilu mama yang begitu dikasihi dan dicintai harus meninggalkan dunia untuk selama-lamanya, ia benci pada dirinya sendiri karena ia mamanya rela berkorban hanya untuk dirinya.


Flashback on


"Gatha jangan nakal ya, mama beliin es krim dulu." ucap seorang mama kepada anak perempuannya saat mereka sedang berjalan di jalan raya, sang ibu yang sangat mencintai anaknya tidak ingin anaknya yang baru berusia 7 tahun akan sakit bila terkena gerimis.


"Iya Mama." jawab sang anak sambil tersenyum memegangi balon pink-nya. Sang Mama pun meninggalkan anaknya untuk pergi menuruti keinginan anak perempuan itu.


angin sehabis hujan cukup kencang dan sang anak tak sengaja melepaskan genggamannya pada balon itu ia pun panik dan mengejar balon itu, ia tidak melihat ke kiri dan kanan tak sadar ada sebuah mobil datang.


Mamanya sadar anaknya menghilang dan melihat sebuah mobil melaju dan mendekat ke arah sang anak dan dipacu cukup tinggi pun segera berlari.


sedangkan si anak hanya diam melihat mobil itu ia bingung harus apa. Kejadian yang tak diinginkan pun terjadi mama Agatha mendorong sang anak dan memberikan dirinya tertabrak mobil.


Saat dibawa ke rumah sakit Agatha tidak henti-hentinya menangis, sampai sebuah suara parau memanggil namanya.


" Agatha sayang." Suara itu begitu lembut masuk ke indera pendengaran Agatha.


"Mama sayang Gatha, jadilah gadis yang cerdas dan bijak jangan nakal lagi ya." ucap suara itu dengan usah lebih, karena sekarang ia sulit berbicara di tubuhnya sudah banyak terpasang alat dan tangis Agatha semakin pecah, dia hancur gadis berumur 7 tahun ini terlihat rapuh.


"Gea, Mama juga sayang kamu jaga papa sama Gatha jadilah contoh yang baik. Selalu lindungi Agatha dari anak nakal ya."ucap sang Mama sedikit tertawa kecil karena mengingat Gea selalu melindungi Agatha, ia sangat menyayangi sang adik.


"Mas, aku titip anak-anak ya." ucap mama Agatha dan setelah itu bunyi mesin yang tak pernah ingin didengar oleh semua orang pun berbunyi, saat itu juga tangis Gea dan Agatha pecah.


"Mama!" jerit mereka sedangkan sang papa hanya menangis melihat sang istri harus meninggalkan ia dan anak-anaknya untuk selama-lamanya.


Flashback off


Agatha meneteskan air mata saat mengingat kejadian terpahit di hidupnya, sejak hari itu ia selalu berjalan akan terus belajar menjadi anak terpintar karena itu yang selalu mamanya inginkan.


dia berusaha selalu jadi yang terbaik di sekolah mendapatkan rangking pertama di angkatannya sejak ia SD bahkan sampai sekarang, ia selalu menjadi pemimpin, ia tidak akan mau lagi kalah oleh takdir yang sudah memisahkan sang mama dengan keluarganya


"Gatha sayang Mama." lirihnya dan meneteskan air matanya lagi sampai sebuah mobil lewat di sampingnya dan melaju cepat sehingga membuat air yang tergenang mengenai Agatha yang memang sedang berjalan di trotoar alhasil seragamnya basah serta novel kesukaan yang sedang digenggamnya jatuh dan basah.


"Jadi orang bermoral dikit dong!" Teriaknya kesal ia sedih melihat novel yang baru ia beli harus terjatuh.


"Malah ini edisi lama lagi, susah tau nyarinya!" Gerutunya karena memang ia sangat sulit menemukan novel ini bahkan ia harus menunggu 3 bulan agar novel ini mau di jual oleh pemilik novel sebelumnya.


"Udah bagus cuma kecipratan, daripada ketabrak." sebuah suara tak asing menginterupsi Agatha saat di lihat ada seorang cowok yang sedang duduk manis di motor sportnya dengan menghisap rokok.


"Lo lagi?! Mending gue ketabrak!" ucap Agatha kesal, ya memang lebih baik Agatha tertabrak sehingga ia dapat bertemu dengan sang Mama.


"Gini nih ciri-ciri yang gak menghargai hidup." Ucap Aldo berdecak masih tetap dengan gaya cool-nya di atas motor.


ia sudah berjanji akan lebih bersikap baik kepada gadisnya tapi entah kenapa dia selalu senang jika melihat gadisnya marah dengan wajah memerah dengan tangan terkepal dan selalu berkata dia cowok bad, itu yang membuat Aldo tidak akan berhenti mengganggu Agatha sungguh ia suka pada gadisnya.


"Terus lo kira gue perduli?!" sentak Agatha geram karena lagi-lagi cowok bad didepannya ini menghantui hari-harinya.


"Dasar nenek sihir!" ucap Aldo singkat jelas namun menusuk dan membuat yang dikatain amarahnya memuncak sampai ke ubun-ubun.


"Elo!! Mau pergi atau gue timpuk?!" Teriak gadis itu pada cowok di seberang sana.


" Gue gak takut tuh, wleeee...!!" Aldo mengeluarkan lidahnya mengejek Agatha, yang diejek geram dan sekarang mengepalkan tangannya mengambil buku yang tadi sudah jatuh dan basah lalu menimpuk dengan cukup kencang orang yang di seberang sana, yang dilempar kaget saat buku yang cukup tebal itu mengenai tepat kepalanya yang melempar tertawa sampai geli.


"Hahahaha..!!! Makanya jangan songong cowok bad!" ucap Agatha memegangi perutnya dan Aldo dengan mata sangat tajam bahkan kelewat tajam menatap gadis yang tertawa itu seakan melihat mangsa empuk.


Aldo berjalan dengan sedikit pincang menyeberangi jalan dan menghampiri gadis yang sekarang sudah mulai mereda tawanya kemudian ia semakin mendekat dan Agatha terus mundur begitu seterusnya sampai Agatha kaget saat di belakangnya ada pohon menahan dirinya sehingga ia tidak bisa kemana-mana lagi.


Dalam hati Agatha sangat takut, Aldo memiliki aura mengintimidasi saat ini bagaimana ia bisa keluar dari situasi menyebalkan ini.


Agatha sadar bahwa sekarang jaraknya dan Aldo sangat dekat bahkan Agatha dapat merasakan nafas Aldo yang sedikit memburu rasanya jantung Agatha akan copot mengapa dirinya hanya diam saja seolah seluruh tubuhnya tidak dapat bergerak, ini aneh.


Aldo menahan posisinya yang terus mendekati Agatha, saat di lihat gadisnya memejamkan mata Aldo semakin mendekati wajah gadis itu dan menyeringai.


sungguh dalam hati Aldo ingin tertawa kencang bagaimana mungkin seorang Ketua OSIS bisa diam saja saat seorang bad boy sekolah mendekatinya dengan jarak tidak wajar, Aldo menahan posisinya tepat sekitar 1 cm didepan wajah Agatha.


"Berharap banget dicium sama gue?"Kalimat itu terucap begitu saja dari mulut Aldo dan membuat Agatha terkaget dan mendorong Aldo dengan kekuatan penuh, setelah dilihatnya Aldo tersungkur ia segera lari dari tempat itu.


"Gatha... Gatha!!"ucap Aldo menggeleng sambil bangun dari tempatnya, memegang kepalanya, saat ia jatuh tadi ia juga merasakan kakinya sedikit sakit, jadi ia memutuskan segera pulang tapi, saat ia melihat buku yang tadi ditimpukan kepada dirinya ia menyeringai dan segera memasukkan buku itu kedalam tas.


" Aduh tuh cowok bad beneran ngeselin ya, sial lagi kan gue kalau ada dia!" Agatha sedang mengeringkan rambutnya ia pusing kenapa hari ini hidupnya sial saat Aldo berada di dekatnya.


"Apa sebaiknya gue mundur aja ya suka sama kak Alvin? Lagian gue capek gak direspon." Agatha kembali berbicara sendirian.


"Atau gue tetep berjuang tapi gak ada kepastian?" lagi-lagi Agatha memastikan perasaannya untuk senior tampan itu.


Bersambung......