Ketos Galak VS Bad Boy Nyebelin

Ketos Galak VS Bad Boy Nyebelin
#16 Gosip Hangat



Pagi ini sekolah kembali dipenuhi oleh murid-murid berseragam putih biru di lapangan sekolah. hari ini adalah hari terakhir MOS jadi panitia yang adalah OSIS sudah mempersiapkan sebuah acara untuk membuat semua siswa dan siswi terkesima dan bangga sudah memilih SMA Bima Garuda menjadi tempat menuntut ilmu selama 3 tahun kedepan.


"Tha... Thaa..." Riska menepuk kedua pipi Agatha saat sang sahabat telah datang, dan Agatha hanya kaget serta bingung melihat tingkah aneh Riska.


"Astaga syukurlah lo masih hidup, gue kira..." ucap Riska menggantung.


"Lo kira apa? Gue udah m4t1?" tanya Agatha kesal pasalnya Riska sangat tidak pengertian.


sekarang Agatha sedang membawa banyak sekali perlengkapan dan Riska menghalangi Agatha untuk duduk.


"Lo mah suka fitnah, ya abisnya lo kemarin keras kepala buat tetap pulang padahal ada tawuran dekat rumah lo!" ketus Riska sambil memberikan jalan pada Agatha dan membantu membawakan sebagai barang-barang itu.


"Buktinya sekarang lo ngelihat gue baik-baik aja kan?" ucap Agatha berbangga diri.


"Ya karena lo di tolong Aldo." ucap Febri yang baru datang,' deg' sebuah hantaman keras menyentuh hati Agatha, memang ia tidak dapat memungkiri bahwa Aldo berpengaruh besar saat menyelamatkan hidupnya kemarin.


"Lo tau dari mana?" tanya Agatha dingin menetralkan perasaan.


"Satu sekolah juga tahu kali Tha." ucap Febri tersenyum menggoda, Febri memang lah sahabat yang paling sedikit berbicara namun dia mengetahui banyak hal, ia adalah tipe sahabat yang cuek namun sedikit saja dia berbicara sangat menyentuh.


"Loh kok gue gak tau? Kan gue anak sekolah sini?" tanya Riska sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Makanya gabung di ekstrakurikuler yang ada, jangan malah ke salon." Febri lagi-lagi terkekeh.


"Songong lo, mentang-mentang ketua basket." Riska jengah dengan sahabatnya satu ini.


"Udah ah gue mau ke ruangan OSIS dulu." ucap Agatha menyudahi pertentangan pagi itu.


"Eh Tha, jawab dulu emang lo di tolongin Aldo nya gimana?"Riska ingin mencegah kepergian Agatha namun terlambat sahabatnya jalan dengan sangat cepat.


"Bos, gimana kemarin sama bu Ketos?" tanya Okky saat mereka sedang di gudang tempat biasa geng Aldo berkumpul.


"Kepo lo!" ucap Rangga.


"Dih kok lo yang jawab sih, emang lo siapanya Aldo? Emaknya? Bapaknya?" tanya Okky jengkel.


"Loh emang Aldo gak kasih tau? Gue ini kekasih gelapnya."ucap Rangga begitu saja sambil mencolek dagu Aldo.


"S1al lo berdua, gue masih normal. Sekali lagi tingkah lo berdua menjijikkan, gue keluarin dari grup!" ancaman itu membuat suara tawa mereka yang tadi jadi tertahan.


"Ampun bos, yang lagi kasmaran beda ya." ucap Okky terkekeh.


"Menurut kalian, kalau orang yang sering berantem bisa jatuh cinta?" Tanya Aldo tiba-tiba sambil menerawang ke depan, Rangga dan Okky di buat kaget dengan pertanyaan itu.


Sejujurnya mereka tahu kalau pemimpin mereka sedang merasakan perasaan yang tak biasa pada sang Ketos namun mereka ragu melihat sikap Agatha yang berbanding terbalik bagaikan langit dan bumi.


"Ya bisa aja sih bos, namanya jatuh cinta gak bisa diprediksi sama siapa, kapan, dan bagaimana?" Okky berusaha menjelaskan dan Rangga mengangguk menyetujuinya.


"Tapi gue ragu sama itu." ucap Aldo lagi.


"Bos Aldo, dipanggil sama wakil kepsek."ucap Dito anak kelas 11 IPS 1 yang merupakan salah satu anggota geng Aldo.


"****, pasti kita bakal dengarin ceramah lagi nih." ucap Aldo langsung melangkahkan kakinya di susul Rangga dan Okky.


"Kalian tahu mengapa ibu memanggil kalian bersebelas kesini?" tanya Bu Alda saat kesebelas murid yang terdiri dari anak kelas 11 itu.


"Gatau Bu, kan ibu belum kasih tau." jawab Faldo polos, membuat kesepuluh murid lainnya menahan tawa.


Faldo adalah anggota geng Aldo yang berasal dari kelas IPA 2, awalnya Faldo adalah anak baik yang penuh hormat namun setelah dekat dengan Aldo semuanya berubah 180 derajat, ia jadi suka clubbing, merokok, dan bahkan tawuran.


"Faldo, kamu ini makin kurang 4j4r saja! Ini pasti gara-gara kamu sering bergaul sama si Aldo yang suka bikin onar!"lagi-lagi dengan mata melotot Bu Alda memperhatikan dengan tajam satu persatu dari mereka.


"Saya suka bingung deh Bu, masa di sekolah berteman sama siapa aja juga dilarang. Kalau Faldo nyaman sama saya, saya bisa berbuat apa? Kenyamanan itu mahal harganya Bu." jelas Aldo panjang lebar seperti pakar cinta membuat teman-temannya tadi kembali menahan tawa.


"Saya serius Aldo." ucap Bu Alda geram menahan emosi.


"Saya juga mau diseriusin sama ibu, karena hubungan kalau terlalu banyak bercanda gak baik." Aldo lagi-lagi menyahuti perkataan ibu Alda.


"Aldo..!!!" suara ibu Alda pun melengking membuat ruangan khususnya menjadi penuh dengan dengungan suaranya.


Ibu Alda menunjukkan gejolak emosi luar biasa hebat dengan dadanya yang naik turun berusaha meredam segala amarah.


"Permisi." sebuah suara tegas menginterupsi, muncullah seorang gadis cantik berambut panjang.


"Iya Agatha, ada apa?" Bu Alda masih berusaha menetralkan emosinya.


"Ibu harus memberikan pidato untuk pembukaan hari terakhir MOS." ucap Agatha yang tidak sadar sedang diperhatikan oleh Aldo dengan sangat lekat.


"Ya sudah saya akan kelapangan 10 menit lagi setelah selesai mengurus teman-teman kamu yang tidak tahu aturan." Bu Alda menatap kepada 11 muridnya itu.


"Baik Bu, saya permisi maaf menganggu." kali ini tanpa di sengaja pandangan Agatha dan Aldo bertemu sempat ada jeda beberapa detik sebelum Agatha sadar dan memutuskan kontak mata mereka.


Hari ini semua MOS berjalan dengan lancar, diisi oleh game yang sangat menarik tentu saja membuat mereka semua berbaur dan saling menjalin keakraban bersama.


" Tha, ini susunan untuk demo ekskul ya." ucap Eza memberikan selembar kertas.


"Oke, thanks ya. Urutan pertama berarti dance ya?" tanya Agatha memastikan.


"Yes, betul sekali Bu Ketos." jawab Eza lagi.


"Oke deh lo siapin murid-murid barunya gue coba cek yang bakal demo ekskul." Agatha dengan tegas membuat perintah.


Agatha sedang menyusuri koridor kelas 12 untuk mencari kak Winny yang merupakan ketua ekskul dance langkahnya terhenti saat melihat kak Alvin sedang duduk di bangku koridor sambil memainkan gitar, ini pemandangan kesekian kalinya melihat kak Alvin.


Bersambung.........