Ketos Galak VS Bad Boy Nyebelin

Ketos Galak VS Bad Boy Nyebelin
#13 Tauran



"Iya Tha, soalnya tadi kita ikut ulangan remedial matematika."ucap Febri lagi sedih setelah mengetahui sahabatnya di perlukan dengan tidak baik oleh orang sok cantik seperti Steffy.


"Gue gapapa kali santai, apa kabar remedial kalian?" tanya Agatha tersenyum.


"Ya nilai standar namanya remedial."


"Gue menc1um bau-bau kebahagiaan dan rahasia diantara kita." Riska dengan mata menyipit serat menyelidiki ke arah Agatha.


"Apaan sih maksud lo Ris, gak paham gue." elak Agatha namun rona merah di pipinya tak dapat berbohong.


"Pasti kak Alvin lagi deh." ucap Febri yang langsung membuat Agatha salah tingkah.


"Ini sih ketebak, ada apa sih sama si titisan dewa Yunani itu?"tanya Riska merangkul sahabatnya.


"Cuma ngobrol doang, itu juga gak enak banget suasananya."Agatha masih serius melihat lalu lalang di lapangan.


"Ceritain dong." ucap Riska dengan puppy eyes nya.


"Lebay deh lo." Agatha menyenggol Riska.


"Iya deh Tha, gue pengen denger." Febri ikut-ikutan dengan mendengus sebal Agatha menatap lurus mengingat bagaimana tadi jantungnya berdetak sangat cepat.


"Ternyata kak Alvin bisa care juga sama cewek." ucap Febri tersenyum manis.


"Sekarang lo selangkah lebih dekat sama tujuan lo Tha, bisa dekat sama cowok yang di idam-idamkan dari dulu." ucap Riska memeluk sahabatnya itu.


"Tuh kan lo berdua lebay, itu mah gak berarti apa-apa tau."dengan muka memerah Agatha mencoba bersikap biasa.


"Saya mau balikin ini." ucap sebuah suara bariton menginterupsi obrolan Agatha, dan reaksi pertama Riska dan Febri sudah bisa ditebak.


"Ehem... ehem .." dan menyenggol Agatha secara bersamaan, Agatha bersumpah akan memarahi mereka setelah urusannya dengan pangeran di depannya selesai.


"Oh iya kak, makasih." ucap Agatha jauh lebih tenang walaupun tak bisa di pungkiri rona merah wajahnya dibawa terik matahari sangat nampak di pipi bulatnya.


"Bagus kalau kamu udah gak nangis, saya permisi." ucapnya lalu pergi menuju kantin.


"Ciee..." kata-kata itu terucap sangat kencang dari kedua sahabatnya membuat Agatha jengah.


"Malu-maluin deh lo berdua sebel gue." Agatha memajukan b*birnya.


"Malu tapi mau ya?" ucap Febri.


"Bodoh, sebel gue." Agatha melangkahkan kakinya untuk melanjutkan kegiatan OSIS.


"S1al, gue benci lo! Lo selalu menang apapun dari gue! Semuanya bisa lo ambil! Arggghh...!!" Aldo menonjok samsak yang memang terletak di gudang belakang sekolah tempat dimana biasanya seluruh anggota gengnya berkumpul.


Sekarang Aldo sendirian sedang melampiaskan seluruh amarahnya setelah kejadian di ruang OSIS dan lapangan sekolah, mengapa rasanya sulit membuatnya lebih unggul dari sang kakak.


Aldo kembali memukul samsak sampai kemejanya sudah tak beraturan dan hanya di kancing sebagian, keringat bercucuran dimana-mana, ia sangat menikmati saat seperti ini bolos jam pelajaran dan samsak yang selalu dijadikan tempat pelampiasan kekesalannya.


"Bos." suara Rangga masuk membuat Aldo berhenti.


"Zack digebukin anak Nusantara." informasi itu langsung menyulut amarah Aldo, ia seperti tersambar kilat, mukanya memerah mengetahui teman segeng nya diperlukan tidak baik oleh musuh bebuyutannya sendiri.


"Siapin anak-anak, kita h4j4r mereka sekarang di lapangan kosong biasa." ucap Aldo dingin mungkin kelewat dingin dari biasanya.


Rangga yang paham langsung berlari.Agatha, Riska, dan Febri baru saja akan masuk kelas.


" Tha, liat deh tuh cowok-cowok gengnya si Aldo masa keluar sekolah pas jam pelajaran?" ucap Riska menuju ke arah gerbang.


"Bodoh amat Ris, gamau deh gue berurusan sama cowok-cowok bad pengacau gitu." Agatha membalikkan badan dengan bersandar pada tiang koridor.


"Sifat kak Alvin sama Aldo bertolak belakang banget ya?" Febri membuka suara.


"Iyalah beda Feb, maka dari itu gue suka sama kak Alvin dia tuh idaman banget." ucap Agatha tersenyum.


"Eh yang bad tuh menantang tahu?" Riska tertawa.


"Nyebelin Agatha!" teriak Riska.


"Tha, Tha ... Feb ..." ucap Riska berlari mengejar Febri dan Agatha yang akan menuju gerbang.


"Kenapa sih lo, kayak abis di kejar s3tan?" ucap Agatha bingung dengan sahabatnya.


"Jangan pulang dulu." ucap Riska terengah-engah.


"Kenapa Riska sayang? Ada apa sih?" tanya Agatha lagi.


"Ada t4w*ran di lapangan kosong antara sekolah kita sama SMA Nusantara." Riska akhirnya bisa memberikan informasi.


"Ya terus?" Agatha melipat kedua tangannya di depan d4d4.


"Lo lupa ya? Itu kan ada di jalan arah ke rumah Lo,dan sekarang lo masih pake seragam Bima Garuda, kalau mereka tau lo ketua OSIS disini abis lo Tha!" Riska kesal dengan sahabatnya yang tidak mengerti.


"Terus gue harus nunggu sampe kapan? Gue mau prepare buat besok nih." ucapnya kesal.


"Terserah deh Tha, gue udah bilangin sebagai sahabat." Riska kesal mempunyai sahabat yang keras kepala.


"Udah ya sahabat-sahabatku tercinta, gue gak bakal kenapa-kenapa. Gue harus siapin acara buat besok, bye." ia menepuk pipi kedua sahabatnya itu lalu keluar dari gerbang sekolah.


Agatha menyusuri jalan tanpa ada ketakutan dan keraguan sedikitpun, ia sudah biasa kalau Aldo dan gengnya yang terdiri dari anak kelas 11 dan 12 itu sering t4w*ran dengan anak Nusantara, tradisi itu sudah ada sejak kelas 10 jadi ia tidak pernah kaget.


Tinggal sedikit lagi Agatha akan melewati lapangan kosong, sekarang hatinya sedikit takut dan jantungnya berdetak lumayan cepat, Agatha sedikit terkejut saat melihat suara teriakan orang-orang dan gaduh di dekat tanah kosong.


"Tetangga apa gak budek ya tiap hari dengar orang t4w*ran mulu?" bisik Agatha, rasanya berat melangkahkan kaki.


Jadi ia memilih untuk menunggu dibawah pohon dengan posisi berdiri, sambil perlahan melangkah maju untuk melihat situasi ke kiri lalu ke kanan seperti detektif sampai.


" AAAA......!!!!" teriakan Agatha mampu membius anak-anak yang sedang t4w*ran itu berhenti namun sejenak.


Agatha kaget bukan main sambil menutup matanya ketika melihat seorang anak SMA Nusantara terbaring dengan luka memar dan berd4r4h di wajahnya, posisinya tidak jauh dari tempat Agath bersembunyi. Teriakan Agatha tadi memancing Kevin ketua geng dari SMA Nusantara untuk melihat siapa yang berteriak.


"Ky, lo bisa hadang Kevin?" ucap Aldo yang sudah selesai m3mukul dua orang sekaligus dan melihat Okky juga baru selesai memukul seorang siswa berotot.


"Oke... oke." Okky langsung menuju ke arah Kevin yang sedang berjalan ke arah sumber suara.


"Dasar cewek keras kepala!" ump*t Aldo saat melihat benar tebakannya bahwa Agatha yang berteriak dengan suara cemprengnya itu, sekarang Agatha sedang menahan tangisnya dengan menutup mulutnya juga matanya,Aldo menghampiri Agatha.


"Hei." Aldo memegangi kedua pundak Agatha. Agatha kaget dan hampir saja berteriak lagi dan menendang perut Aldo tapi gerakan Agatha terbaca oleh Aldo.


"Ini gue Aldo, dengerin gue sekarang lo lari sekencang mungkin ke arah rumah." ucap Aldo menatap teduh gadisnya mata ini, terkadang Aldo menganggap Agatha sangat lucu.


Agatha yang selalu tegas, memiliki jiwa kepemimpinan dan profesional itu adalah cewek yang cengeng, ia suka menangis di tempat sepi sendirian.


Agatha mengangguk sambil melihat mata Aldo yang seolah memberikan perlindungan, ia bisa melihat kenyamanan saat menatap Aldo tapi, kemudian ia melihat kaki Aldo yang kali ini pincangnya lebih parah sekujur tangannya leb4m di tambah mukanya yang sudah m3m4r di sana sini.


"Jangan liatin gue mulu, sekarang lo lari atau gue gak jamin lo selamat." setelah mengancam seperti itu Agatha terkaget namun tidak mengeluarkan suara.


Agatha sudah lari sejauh mungkin namun Kevin yang telah mengh4j4r Okky melihat ada seorang cewek yang berlari dengan seragam yang sangat ia benci jadi ia hampir menghadang cewek itu ia menangkap tangan Agatha tapi, bugh sebuah tendangan kencang dari samping membuat Kevin tersungkur kesamping.


"Lari!" Aldo memerintahkan itu karena mendengar suara hantaman,Kevin tidak tinggal diam.


" jadi itu cewek lo, boleh juga." ucap Kevin menyeringai dan menghapus d4r4h yang ada di b1b1rnya.


"Urusan lo sama gue, jangan jadi b4nc1." Aldo langsung mendorong Kevin dan selanjutnya terjadi baku hantam.


Dari awal Agatha tetaplah Agatha yang sangat keras kepala, saat Aldo menyuruhnya lari, ia memang berlari namun tiba-tiba terhenti di belokan jalan saat melihat Aldo tersungkur di jalanan dahinya mengenai aspal jalan.


Tinggalkan jejak😊


Bersambung.........