Ketos Galak VS Bad Boy Nyebelin

Ketos Galak VS Bad Boy Nyebelin
#19 Bertengkar



"Maaf, tadi saya yang ngajak Agatha. Kita makan bentar tadi."Aldo menjelaskan untuk mencairkan suasana panas di antara kakak dan beradik.


"Saya gak minta kamu ikut campur, lain kali kalau kamu bawa anak perempuan orang tolong izin terlebih dahulu." Gea dengan tegas menatap Aldo, Aldo hanya bisa pasrah memang ini kesalahannya.


"Udahlah kak, jangan batasi aku! Aku tuh udah dewasa. Cukup kakak aja yang kayak burung dalam sangkar! Gak sama aku!"Agatha kesal dengan semua perlakuan kakaknya, ia pun meluapkan emosinya.


"Permisi, saya balik dulu." pamit Aldo tidak mau membuat suasana semakin tidak enak, ia pun segera menyalakan mesin motor dan melaju membelah jalanan malam hari.


"Agatha, kamu baru pulang sayang?" tanya Oma yang sedang membaca koran.


"Iya Oma, dan sambutan dari Gea buruk banget." ucap Agatha langsung mengec*p pipi Oma dan berjalan menuju kamarnya.


"Sekarang kerjaan kamu pergi-pergi terus sama cowok yang beda-beda setiap harinya, kakak gak pernah ajarin kamu seperti itu Tha." Gea frustasi dengan adik bungsunya itu padahal ia tidak tahu seberapa hancur hati Agatha saat ini jika Aldo tak datang untuk membuat harinya tidak benar-benar hancur.


Agatha mengepalkan tangannya menunjukkan emosi gadis ini akan meledak seperti lagi.


" kakak gak tau apa-apa! Kakak gak pernah tau apa yang Agatha rasain! Jadi Agatha minta jangan pernah ngatain orang kalau kakak gak kenal baik siapa orang itu!" cerocos Agatha kesal menaikkan suaranya dan setelah itu ia berjalan cepat menuju kamar.


Gea hanya bisa menghela nafas, ia tak tahu harus bagaimana lagi membuat Agatha seperti dahulu, Agatha yang ceria, lembut, dan tidak egois sungguh ia lelah.


" Gea Oma rasa kamu terlalu cepat dalam berbicara, sadarkah kamu itu dapat membuat luka di hati adikmu semakin lebar?"tanya Oma mengelus pundak Gea, ia tahu keadaan kedua cucunya ini sangat kacau sibuk dengan ego masing-masing ditambah tidak ada peran ibu yang mengerti masalah mereka masing-masing.


"Gea tau Oma, berkali-kali kan aku bilang.Aku cuma pengen Agatha aman dari pergaulan gak jelas di luar sana, itu aja." ucap Gea


Gea terlihat lelah dengan hidupnya di umurnya yang menginjak 25 tahun ini rasanya beban yang di pikul semakin besar, di kantor ia di tuntut sebagai direktur utama dengan segudang tugas yang membuatnya bahkan tidak bisa menikmati masa mudanya, di rumah tak ada sedikitpun suasana keluarga yang hangat, ia rindu Mamanya dulu setiap hari mamanya akan berulang kali mengingatkan sang papa, ia dan Agatha untuk makan bersama, untuk memiliki rasa peduli dan kasih sayang satu sama lain namun sekarang semua terasa berbeda.


Agatha membanting tubuhnya ke kasur tanda ia lelah dengan semua beban hidup yang ada di pundaknya, ia ingin berlari sejauh mungkin sampai tidak ada satu orang pun yang dapat menemukan dirinya.


Smartphone milik Agatha berbunyi menandakan ada sebuah pesan masuk, sejujurnya ia sangat malas membuka ponsel saat ini namun ia takut kalau itu adalah kepentingan OSIS.


From:0812 xxxx xxxx


"Sorry."


"Siapa sih malem-malem gini bilang sorry, gak jelas banget deh." ucap Agatha kesal langsung membanting ponselnya ke atas kasur, malam ini Agatha tertidur dengan pikiran rumit tentang hidupnya.


"Gatha." suara khas seorang bapak memasuki kamar Agatha.


"Maafin papa ya gak bisa jemput, ingkar janji. Tapi, papa lakuin semua agar kamu tidak sengsara agar semua yang kamu butuhkan selalu terpenuhi. Doa papa hanya satu kamu jadi gadis kuat seperti mamamu." sang papa mengec*p dahi putri kecilnya yang sekarang menginjak remaja itu dan berlalu pergi dengan hati pilu karena telah membohongi orang yang sangat dicintainya itu,


Agatha belum sepenuhnya tidur, ia masih bisa mencerna dengan baik apa yang papanya ucapkan, salah satu yang ia butuhkan bukan hanya materi namun lebih dari itu adalah kehadiran dan kasih sayang papanya.


Sekolah Bima Garuda akan mengadakan pentas seni, Bazaar, juga acara ulang tahun sekolah yang disertai acara persahabatan antar dua sekolah.


Agatha mengusir pikiran tentang acara OSIS dan mencoba fokus pada pelajaran sejarah yang di terangkan oleh pak Satya tentang bagaimana pejuang Indonesia merebut kemerdekaan, tokoh-tokoh pahlawan yang membuat Indonesia dapat berjaya sampai saat ini.


"Ssstt..." seperti ada suara yang menganggu pendengaran Agatha.


"Gatha!" bisikan itu lagi sungguh membuat konsentrasi Agatha terganggu.


"Apaan sih Ris?" Agatha kesal.


"Ini gue Aldo." suara bariton itu, air muka Agatha berubah ia menjadi tegang dan yang lebih anehnya untuk apa Aldo duduk di tempatnya Riska.


"Lo ngapain sih?" tanya Agatha kesal.


"Tha, Do jangan berisik dong gue gak kedengaran suara pak Satya kalau lo berdua nyerocos terus." Ratih teman sebangkunya saja kesal bagaimana dengan Agatha.


"Feb, si Riska ngapain pindah sih?" tanya Agatha pada Febri yang ada di samping Aldo dan Febri mengangkat kedua bahu bukan karena tidak tahu melainkan mendapatkan pelototan dari orang disampingnya.


"Gue SMS lo kemarin, tapi kok lo gak bales?" tanya Aldo lagi sambil pura-pura menulis.


"Ternyata lo SMS gak jelas? Dasar gak punya kerjaan." cerocos Agatha lagi-lagi dan di balas Aldo dengan menghela nafas.


"Bilang aja lo gak punya pulsa buat bales!" Aldo dengan santai berbicara seperti itu seakan tidak bisa menebak reaksi Agatha.


"Apa?! Maksud lo apa?" tanya Agatha cukup kencang sehingga membuat satu kelas melirik ke arahnya dan lebih parahnya.


"Iya Agatha, apakah penjelasan bapak kurang jelas? Sampai kamu harus berdiskusi dengan Aldo?" sindir pak Satya dengan nada yang menjengkelkan membuat Agatha tersenyum kikuk.


"Sekali lagi bapak dengar ada yang berisik silahkan keluar!"tegas pak Satya membuat Agatha semakin kesal dengan cowok di belakangnya ini.


Sekarang sekolah sudah sepi yang tersisa hanya anggota OSIS yang akan mengadakan rapat membahas acara ulang tahun sekolah dan juga acara persahabatan dengan SMA Nusantara.


"Selamat sore semuanya, terimakasih karena telah meluangkan waktu untuk rapat kita kali ini." ucap Agatha membuka rapat yang di balas anggukan oleh anggota OSIS yang lain.


"Jadi saya akan membahas mulai dari ketua pelaksana juga bagian lainnya, hingga tema, di samping itu juga akan ada pelantikan OSIS baru untuk membantu kita sementara kelas 12 sibuk mempersiapkan ujian." Agatha memulai rapatnya dengan aura ke tegasannya.


Rapat berlangsung lancar sampai tema sudah diputuskan oleh seluruh peserta rapat.


"Jadi kita putuskan temannya berkreasi! Berkerja!" dengan lantang Agatha menyimpulkannya setelah rapat selama 2 setengah jam.


"Saya minta calon kandidat untuk anggota OSIS periode ini dari masing-masing kelas 2 orang, tolong persiapan kandidat dengan baik karena waktu kita tinggal 6 Minggu lagi. Masing-masing bagian juga segera melaporkan budget juga segala yang dikebutuhkan kepada Putri selaku bendahara. Saya rasa rapat kali ini cukup, mari kita tutup dengan berdoa. Berdoa mulai."


"Selesai.. "


"Udah selesai rapatnya?" tanya seseorang sambil membuang rokoknya ke sembarang arah, suara itu membuat Agatha terdiam di pintu "deg" ngapain lagi cowok yang paling tidak di ingin dilihatnya sekarang berada di hadapannya lagi dan lagi.


"Kalau ditanya ya dijawab, kecuali kalau bisu."


"Lo ngapain sih? Janji lo gak mau gangguin gue lagi kan?"pertanyaan itu menohok Aldo.


"Mau nganter lo pulang lah." dengan santai Aldo berkata seperti itu di balas memutar bola matanya,


Agatha maju beberapa langkah langsung menginj*k-inj*k puntung rokok yang dibuang Aldo sembarangan.


"Lain kali mikir sebelum bertindak!" teguran keras itu langsung diarahkan Agatha kepada Aldo di tambah tatapan nan sinis dari perempuan itu.


"Ya maaf, gue gak sengaja kali." ucap Aldo santai.


"Ketidak sengajaan lo bisa bikin nih sekolah kebakar!" kata Agatha lagi setelah itu suara dentuman kencang terdengar.


Agatha dan Aldo sama-sama bingung mendapati semua anggota OSIS jatuh di hadapan mereka.


"Lo sih keberatan." ucap Sisi.


"Enak aja lo, tuh si Gilang dorong-dorong gue." ucap Tia tidak terima melihat pertengkaran itu Agatha malas dan segera melangkahkan kaki ke arah pintu gerbang, ia sudah tahu bahwa besok akan jadi bahan gosip tentang seorang bad boy dan ketua OSIS.


Bersambung......