Ketos Galak VS Bad Boy Nyebelin

Ketos Galak VS Bad Boy Nyebelin
#25 Jadian??



@eviani commented 'wah congrats ya kalian @agatha_7'


@alvindirgantara 'boleh kali traktirannya!'


@fauzalsida commented 'patah hati aing liat si ketos bersama cowok terganteng di sekolah, langgeng ya.'


@gigiyara commented 'waduh dua sejoli, padaha sekelas Alvin kok gue gak tau dia pacaran sama Ketos?'


@tiaristia commented 'gila gak gue sangka, faktanya beda jauh sama gosip ternyata tadi gak ikut rapat gara-gara jalan sama doi, Tha? Wkwkwk selamat ya!'


@tomianwar10 commented 'gila coy. '


@diohusean @gilangwidyansah @irga1765


@ezaguntara 'ternyata tadi si ketos bolos rapat karena mau ngedate. Berita baru kabar gembira si Ketos gak jomblo lagi!!'


@alvindirgantara 'langsung di post ya? Makasih Agatha.'


Kira-kira itulah comment yang berada di kolom komentar pada foto yang baru saja Agatha post belum beberapa lama namun sudah banyak yang berkomentar seperti itu, banyak yang mengira ia sudah berpacaran dengan Alvin memang itulah harapannya


Namun kolom komentar terakhir membuat hati nya berbunga-bunga kak Alvin berkomentar artinya dia setuju bila Agatha membagikan foto itu di Instagram sungguh ia seperti punya sayap dan bersiap terbang jika saja tidak ada satu notifikasi.


@steffiwulandari commented 'kok lo mau sih sama nenek lampir macam dia?@alvindirgantara'


Rangkaian kata ini membuat Agatha kesal dan langsung membanting ponselnya ke kasur. Ia bingung mengapa Steffy tidak pernah berhenti mengusik kehidupannya. Ia memilih menemui alam mimpi dan berharap kejadian tadi sore kembali terulang.


"Tha, lo mesti jelasin ke kita ngapain aja lo kemarin?" ucap Riska saat Agatha sudah duduk di kelas.


" ya gue pergi ke konser musik, itu aja." Wajah Agatha tak dapat menyembunyikan betapa bahagianya ia.


Saat kemari sore dapat bersama Alvin dan mengabadikan moment mereka berdua juga tadi pagi Alvin menjemputnya hal yang sangat baru bagi Agatha melihat Alvin sudah siap di depan rumahnya padahal ia mikir sms Alvin hanyalah gurauan tapi, itu semua nyata Alvin memang pria idaman.


"Sama siapa lo pergi?" tanya Febri.


"Kak Alvin," ucap Agatha singkat sambil tersenyum.


"Jangan bilang...kalian udah.. jadian?!" cerocos Riska dengan sedikit meninggikan suara membuat siswa yang ada di kelas menatap mereka bertiga bingung.


"Aduh Ris, jangan lebay deh. Gue belum jadian tapi, gue berharap akan." tawa Agatha membayangkan tadi pagi saat mereka jalan bareng di koridor dan semua pasang mata memandang mereka sambil berucap bahwa mereka adalah pasangan yang serasi.


"Selamat ya Tha, lo lebih maju satu langkah lagi!" ucap Febri merangkul sahabatnya itu.


"Terus lo sama Eza?" spontan pertanyaan itu keluar dari mulut Agatha membuat Febri terdiam.


"Dianya gak ada usaha, males gue sama cowok kayak gitu."ucap Febri.


memang ia termasuk cewek yang spontan dalam berucap sedari dulu Agatha memang tahu sifat sahabatnya satu ini tidak banyak mendekati laki-laki namun serius jika dalam masa pendekatan.


"Nanti gue suruh dia usaha deh, yang penting lo sabar nunggu." goda Agatha membuat Febri tersenyum.


"Tau deh yang sekarang punya gebetan mah beda ya, jadi sombong gimana gitu. Pake update foto segala." goda Riska lagi.


"Lo juga mau? Nanti gue bilangin Okky deh." celetuk Agatha seketika itu juga Okky datang bersama Rangga langsung saja Agatha mendapatkan ide cemerlang.


"Okky, si Riska katanya minta diajak jalan-jalan tuh sekalian foto-foto berdua." spontan Okky yang tadinya tidak semangat untuk menjalani hari di sekolah langsung mendapat angin segar.


"Yang bener Tha?" tanya Okky sambil berjalan mendekati Riska.


"Ih sana deh lo, ngapain sih ! Amit-amit banget ya gue mau sama lo, udah kalau ke sekolah kayak orang gak niat, ogah banget gue punta cowok yang playboy cap ikan teri. Awas lo jangan dekat-dekat gue!" Teriak Riska membuat satu kelas tertawa.


"Lah kok ayang beb Riska gitu sih padahalkan Abang Okky mau ngajak neng jalan, ayo deh pulang sekolah ya?" Okky semakin mendekati meja Riska.


"Lo harus punya jarak minimal 5 meter dari gue nanti gue kena virus bad lagi dari lo!" ketus Riska mendorong Okky dan Okky pun semakin mendekat mereka pun kejar-kejaran di sekitar kelas sampai.


"Riska! Okky! Ngapain kalian main kejar-kejaran?! Kalian mau jadi pemeran film India?!" suara teriakan pak Satya menggema di seluruh ruangan kelas.


"Ah bapak bisa aja, saya tau kok muka saya ganteng kayak aktor India. Bapak udah siap belum jadi sutradaranya?" Okky terkekeh sedangkan Riska sepertinya tahu ini adalah bencana besar.


"Sekarang kalian lari keliling lapangan sepulu kali." perintah pak Satya kesal.


"Yah pak, saya aja deh yang dihukum.Riska gausah soalnya saya salah." Okky dengan wajah romantis menghadap ke Riska sedangkan yang di tatap malah terlihat jijik, satu kelas pun menjadi saksi ke romantisan Okky.


"Yaudah pak, Okky aja yang di hukum emang dia yang salah."Riska tersenyum.


"Kalian ini banyak saja alasannya, Okky kamu keliling lapangan 15 kali dan Riska 10 kali. Tidak ada bantahan lagi, sekarang!"ucap pak Satya menaikan volumenya membuat Okky dan Riska bergegas menuju kelapangan.


Agatha menjadi termenung melihat kejadian Okky dan Riska seperti Dejavu inilah yang dialami dirinya dari satu orang yang seharusnya mengisi bangku kosong disudut ruangan tetapi, bangku itu masih kosong tanpa penghuni.


Mengapa ia harus memikirkan Aldo di saat impiannya untuk bersama Alvin sudah terwujud? Agatha bertanya-tanya dalam hati tentang perasaan mengganjal, aneh ia tidak suka ketika melihat bangku Aldo kosong.


"Permisi pak." sebuah suara yang langsung dikenali oleh Agatha, ada perasaan lega yang timbul seketika.


"Kamu lagi.... kamu lagi, sekali-kali bosen kalau terlambat dong." Pak Satya yang baru saja akan menjelaskan tentang sejarah.


"Kayaknya saya sadar deh pak, hobi saya itu terlambat makanya gak pernah bosen." ucapan Aldo membuat satu kelas kembali tertawa dan itu membuat pak Satya berusaha menahan emosi.


"Agatha saya dengar kamu di suruh Bu Alda mengajari bocah ini matematika dan fisika? Saya minta sekalian kamu ajarin dia sopan santun kepada guru juga disiplin waktu." ucap pak Satya kepada Agatha membuat suasana kelas menjadi kisruh dengan pernyataan pak Satya.


"Nah kalau yang ngajarin Agatha saya mau deh pak." ucap Aldo cepat menatap gadis itu.


"Saya si ragu ya Agatha mau sama kamu!" sinis pak Satya yang memang sudah lelah dengan kelakuan Aldo.


"Yah bapak belum tau aja hubungan saya sama Agatha di luar sekolah." ucap Aldo lagi sambil menatap Agatha lebih tajam membuat kelas kembali menahan tawa serta melihat kepada Aldo dan Agatha.


"Sudah cukup, kamu masuk lalu ikuti pelajaran saya!" ucap pak Satya lalu segera melanjutkan pelajarannya


Bersambung