Ketos Galak VS Bad Boy Nyebelin

Ketos Galak VS Bad Boy Nyebelin
#47 Kisah Kasih Mereka



Di rumah Agatha,


Agatha kini tengah sibuk membaca comment yang masuk pada Instagramnya setelah dirinya membagikan beberapa foto kebersamaannya hari ini dengan Aldo, ia pun menandai Instagram Aldo, saat ia mengunjungi Instagram kekasihnya itu tak banyak foto ada tapi Aldo pernah bilang saat Agatha membahas soal Instagram Aldo.


Flashback on


"Do, followers kamu banyak. Following-nya dikit, terus fotonya masa cuman 3?" tanya Agatha bingung.


"Kalo yang aku post, berarti mereka penting di hidup aku. Foto keluarga, foto diri aku sendiri, dan pasti foto kamu belum lihat ada foto kamu disitu." ucap Aldo spontan membuat Agatha bingung tapi saat ia memastikannya benar bahwa Aldo memposting fotonya yang sedang tersenyum manis menghadap kamera.


Flashback off


Ketika mengingat perkataan Aldo bahwa ia menjadi bagian penting dalam hidup Aldo, Agatha melambung tinggi ke udara hal ini sering terjadi karena ulah Aldo yang begitu romantis. Padahal hari sudah mulai sore tapi Agatha masih saja sibuk membaca beberapa comment yang masuk, ia juga membalas bila itu ledekan dari teman-temannya juga terkadang doa agar Aldo dan Agatha terus bersama.


"Halo,' ucap sebuah suara bariton masuk saat Agatha menyentuh tombol hijau di layar ponselnya.


"Halo juga," ucap Agatha canggung.


Aldo lah yang menelponnya setiap hari dan biasanya mulai sore hari jika tidak sibuk Aldo akan menelponnya bercerita tentang masalah yang ia hadapi dan dibalas wejangan Agatha atau sebaliknya ia akan menceritakan masalah pelajaran, OSIS atau apapun yang menganggu pikirannya kemudian mereka akan teleponan sampai Aldo tertidur duluan dan Agatha hanya dapat menikmati dengkuran Aldo menjadi penghantar tidurnya.


Mereka bisa berkirim pesan dimana Agatha serius membaca novel romantis dan Aldo yang memang pemalas akan berada di tempat tidur sambil membalas chat dari Agatha dengan cepat. Biasanya selalu Aldo yang tertidur lebih dulu karena untuk Aldo jika ia mengantuk ia akan tidur dan jika dia lapar ia akan makan begitu prinsip Aldo, ia suka tidur karena menurutnya dunia dalam mimpi jauh lebih menyenangkan dibanding dunia nyata.


"Besok hari Senin Tha, jangan lupa harus bangun pagi untuk upacara. Jangan sampai telat, aku jemput." Aldo selalu mengingatkan Agatha tentang hal kecil namun bermakna romantis.


"Kan yang sering telat kamu?" ejek Agatha lagi sambil terkekeh.


"Sekarang kan udah ada kamu yang bangunin lewat telepon,"ucap Aldo.


sejak mereka menjalin hubungan memang Agatha akan selalu membangunkan Aldo untuk bersiap berangkat ke sekolah.


"Kamu juga harus belajar bangun sendiri nanti kalau gak ada aku gimana? Kamu telat lagi ke sekolah?" tanya Agatha masih sibuk dengan boneka beruang coklat besar yang menemaninya kala tidur.


"Makanya kamu jangan gak ada, harus selalu ada. Aldo harus selalu ada buat Agatha dan Agatha harus selalu ada buat Aldo!" ucap Aldo sangat tegas seperti anak kecil yang berbicara kepada ibunya.


"Kadang ada fase dimana cinta itu membosankan dan aku tahu itu juga akan terjadi pada hubungan kita namun kamu haru ingat rasa cinta mungkin akan pudar bisa jadi esok, dan kalau itu terjadi aku hanya ingin kamu yang selalu berjuang untuk ku dan hubungan ini tidak ada kata dia diantara kita." --- Agatha


Obralan malam itu Agatha akhiri setelah mendengar Aldo memasuki dunia mimpi.


'Bad boy sekolah menyebalkan @aldodirgantara


Begitulah caption yang ditulis Agatha untuk Aldo, memakai foto yang baru Agatha post. Jika Aldo bercerita ia ingin hubungannya dengan keluarga semakin membaik, Agatha hanya bisa membantu berdoa dan malam ini ia juga berdoa hubungan nya jauh lebih baik bersama Aldo.


Setiap doa yang ia ucapkan, ia selalu berharap Tuhan mendengar dan menghendakinya terjadi di hidup seorang Agatha.


Disebuah pasar malam Okky dan Riska sedang berjalan, di temani sebuah gulali biru di tangan Riska dan juga es krim coklat di tangan Okky.


"Gimana senang gak jalan sama aku?" tanya Okky sambil memakan es krim coklatnya dan di balas Riska dengan anggukan.


"Jangan ngomong pake aku-kamu, aneh tau!" ucap Riska kemudian memperhatikan sebuah permainan lempar bola yang sedang dicoba seorang bocah laki-laki, Okky terkekeh mendengar Riska masih malu-malu.


"Mau main itu?" tanya Okky mengalihkan perhatian Riska.


memang Riska adalah tipe cewek cuek yang sangat tidak suka dengan panggilan romantis bahkan aku-kamu saja menuruti Riska berlebihan.


"Ayo!" Riska menarik tangan Okky semangat.


"Mas sama mbanya juga mau coba?" tanya si penjaga permainan.


"Boleh bang!" ucap Riska antusias.


karena sedari dulu ketika ayah dan ibunya membawa ia ke pasar malam ia tidak pernah menang permainan ini, sambil sang bocah laki-laki terus mencoba Riska pun tidak mau kalah tapi hasilnya selalu gagal padahal mimpinya adalah mendapatkan boneka panda mini yang akan dihadiahkan bila ia berhasil.


"Ayo kakak pasti bisa!" ucap bocah laki-laki itu dan Riska tersenyum kembali mencoba disisi lain Okky hanya menikmati pemandangan gadis bersemangat yang biasanya galak dan jutek itu sedang gigih berusaha.


"Udah ah gue nyerah, Ky!" Riska kesal tidak pernah berhasil.


"Sini gue yang coba." ucap Okky dan baru pelemparan pertama Okky berhasil mengenai semua kaleng yang disusun rapi kemudian berpindah lagi.


"Mas, ini hadiah untuk ronde pertamanya dipilih dulu." si Abang memberikan pilihan boneka panda, sebuah tas mini, dan mobil-mobilan.


Okky sedari tadi memperhatikan bocah laki-laki itu sangat ingin mobil-mobilan berwarna hitam, hatinya tergugah.


"Mobil-mobilan aja bang," ucap Okky membuat Riska sedikit bingung.


pasalnya Okky sudah tahu seharusnya keinginan Riska karena di antara ketiga barang itu yang cocok untuk dirinya adalah boneka panda bukan mobil-mobilan.riska kesal dan mengerut dahi.


"Nih buat Adek, lain kali kalau mau bisa kita harus berusaha lebih keras lagi terus jangan mudah menyerah kayak tadi Adek semangatin kakak cantik ini." Okky berjongkok menyerahkan mobil-mobilan itu dan mengacak rambut bocah laki-laki itu.


"Iya makasih ya kakak-kakak, saya senang sampai jumpa lagi!"ucap bocah itu formal lalu berlari ke arah ibunya yang sedang membeli makanan ringan, kemudian melambangkan tangan ke arah Okky dan Riska


ia terenyuh dan segera melupakan kekesalan tak beralasannya tadi.


"Iya dong, kan nanti yang jadi mamanya itu ayang beb Riska."Okky kembali membuat Riska jengkel.


"Geli Ky, ada jijik-jijik nya gitu!" ucap Riska kemudian ditimpali kekehan Okky.


"Mas nya mau coba lagi gak? Sampai 4 kali menang bisa bawa pulang yang ini." ucap Abang itu kemudian mengeluarkan hadiah rahasia berupa boneka panda yang berukuran setengah dari badan Riska


"Wah boleh mas, saya coba soalnya hadiahnya buat pacar saya nih." Okky menyetujui dan dengan bangga memperkenalkan Riska sebagai pacarnya.


Okky menang telak 4 ronde dan hasilnya pulang boneka panda yang akan di persembahkan untuk Riska.


"Makasih ya, gue suka!" ucap Riska kaku dan gengsi sebenarnya.


"Sama-sama pacar," ucap Okky kemudian merangkul Riska dan tidak mendapat penolakan sama sekali, Riska nyaman dengan posisi ini.


"Eh ada wahana rumah hantu tuh, gue penasaran coba yuk!"Riska berkata dengan semangat padahal dirinya saja tidak suka film horor namun sejak dulu ia selalu penasaran ada apa didalam rumah hantu karena dulu ketika Riska berumur 10 tahun ayahnya selalu bilang ia tidak boleh masuk ke situ.


"Beneran lo berani?" tanya Okky dan Riska kembali mengangguk semangat.


Sekarang mereka sudah berada didalam rumah hantu, bermodalkan sebuah senter mereka berdua masuk dan masih setia boneka panda berukuran sedang yang Riska peluk padahal penjaga rumah hantu menyarankan Riska menitipkannya setelah permainan selesai ia boleh mengambilnya tapi Riska merajuk kepada Okky takut jika dititipkan, boneka pandanya hilang.


"Serem banget ternyata." ucap Riska saat baru saja masuk, suasana dingin nan gelap menyambut mereka kemudian wangi melati dan suara-suara aneh juga menemani langkah mereka.


Riska lumayan terkejut dengan beberapa penampakan namun tetap tenang karena Okky melindunginya sampai pada saat mereka ingin keluar ada seorang pemain berpakaian kuntilanak menarik tangan Okky dan membuat mereka berdua reflek terjadilah tarik-tarikan


Okky yang awalnya ikut panik mulai terlihat santai ketika mengingat ia sering kesini dengan Aldo dan Rangga, pemain setan yang ada saat mereka ingin menuju pintu keluar memang agak sedikit genit. Jika cowok tampan ia akan menariknya perlahan.


"Ih jangan ambil pacar saya!" teriak Riska membuat Okky terkejut.


"Nih ambil aja panda nya tapi jangan cowok saya!" bentak Riska dan menyerahkan boneka pandanya.


"Ayo Okky lari!" ucap Riska panik dan teriak sedangkan Okky yang masih bingung hanya mengikuti langkah Riska kemudian mereka keluar dengan nafas tersengal.Okky memandang Riska dengan senyuman hangat.


"Ih orang mah takut, dia malah senyum-senyum! Lo gila ya?"tanya Riska kesal tapi masih terisak.


"Yang lo lakuin tuh, keren Ris, romantis!" ucap Okky lalu memeluk Riska dan Riska hanya kebingungan.


"Nih mba bonekanya, maaf saya gak maksud ambil pacar mba kok." Pemain yang mengenakan kostum kuntilanak membuat Riska kaget dan segera memeluk Okky lebih erat lagi, menenggelamkan wajahnya pada dada Okky.


"Hahahaha iya mba gapapa, pacar saya reflek aja sangking cintanya sama saya. Lain kali mba nya jangan ganjen ya narik-narik, emang sih sya ganteng saya tau kok." Okky dengan percaya dirinya bicara seperti itu.


"Iya mas, mba kalau gitu saya permisi dulu mau lanjut kerja." ucap pemain kuntilanak itu sambil terkekeh lalu masuk kembali kedalam rumah hantu.


"Nih bonekanya, jangan nangis lagi," ucap Okky menghapus air mata Riska.


'Dia membuatku merasa dunia ini aman dan nyaman untuk ditinggali bersama dengan dia selamanya, sebagai sepasang kekasih sehidup semati.'


Febri yang sedang berbalas komentar di Instagram dengan Agatha, ia hanya bisa berandai ia dan Eza seromantis itu namun sejak mereka pacaran Eza sibuk dengan kegiatan kepanitiaan OSIS juga ekskul bulutangkisnya ditambah Eza harus berkerja paruh waktu di cafe milik orang tuanya walaupun sebagai manager tapi Eza harus tetap melakukan tanggung jawabnya dengan baik


"Rajin itu kunci sukses" begitu kata Eza pada Febri, alhasil mereka jarang memilik waktu berdua.


"Halo, kamu lagi apa? Aku baru aja pulang dari cafe, rencananya mau lanjut ngumpul sama anak OSIS yang cowok-cowok." suara Eza terdengar lelah.


"Lagi baca-baca buku tentang lomba basket di luar sekolah, hmm.. yaudah kamu hati-hati ya jangan kecapean." Febri menghela nafas, walaupun kelihatannya Aldo bad boy tapi ia romantis terhadap Agatha anehnya Febri iri.


"Kamu kenapa? Kok kayak lagi bete gitu?" tanya Eza bersiap menaiki motornya tapi masih menemukan hal janggal pada kekasihnya.


"Engga, aku gapapa. Kamu jalan sekarang aja biar gak kemalaman ya," ucap Febri lagi kini tengah memakan sebuah pepaya yang menjadi rutinitas malam harinya.


"Nih setau aku kalau cewek bilang gapapa, pasti ada apa-apa. Cerita dong Feb!" Eza merasa kekasihnya sedang memiliki mood buruk.


"Aku beneran gapapa Za, kamu pergi aja sampai ketemu besok di sekolah, Za." Febri mematikan sambungan telepon dan menjatuhkan ponselnya dengan perasaan resah ia menutup kedua matanya dengan telapak tangan.


"Coba aja Eza bisa seromantis geng-nya Aldo." Febri sekarang menutup wajahnya dengan bantal dan ingin segera menuju alam mimpi.


Tapi, anehnya ia malah rindu Eza dan tidak bisa tertidur membayangkan Eza adalah pangeran romantis dan ia adalah putri di sebuah kerajaan sesungguhnya inilah sisi lain dari Febri yang kelihatan tomboy menyukai olahraga namun ia juga melihat sisi feminim layaknya wanita lain dimanja oleh sang kekasih.


"Neng, ada temennya itu diluar!" ucap ibu Febri dari luar kamar.


"Siapa Bu?" tanya Febri jengah, karna lagi menikmati khayalannya.


"Itu loh yang kamu bilang sekarang udah jadi pacar, Eza kalo gak salah namanya." Ibu Febri masuk kedalam kamar dan menjawab dengan polos.


tapi itu seperti setruman bagi Febri sambil dalam hati bertanya bukannya Eza akan nongkrong bersama anak OSIS, untuk menjawab rasa penasarannya itu ia segera bangkit dan menuju ke luar rumah.


Bersambung............