
"Kak, saya mau nanya lagi boleh?" tanya Agatha tersenyum.
"Boleh." jawab Alvin sembari melihat ke televisi.
"Orang tua kakak kemana ya? Saya gak pernah liat selama saya ke sini." tanya Agatha polos.
"Mereka lagi pergi ke luar kota, jadi kamu belum bisa ketemu."ucap Alvin santai tapi terkesan ada yang di sembunyikan dan itu Agatha rasa sudah cukup rasa penasarannya terjawab.
Hari ini adalah hari ulang tahun SMA Bima Garuda yang berarti akan diadakan pentas seni juga mengundang beberapa sekolah sedari pagi Agatha sibuk kesana kemari memastikan kerja keras ia dan teman-teman OSIS lainnya dapat membuahkan hasil yang maksimal.
" Tiket gimana? Udah ready?" tanya Agatha pada Sisi dan Tia.
"Siap Bu Ketos!"
"Oke semangat girls!" ucap Agatha dengan penuh wibawa selanjutnya ia melihat bagaimana untuk stand bazaar yang di koordinir oleh Gilang dan Irga, lalu menuju ke arah panggung yang Tomi, Dio,dan Eza.
Saat memastikan semuanya siap kini ia menuju ruang persiapan kelasnya.
"Teman-teman ini adalah hari drama musikal kita dipentaskan, gue berharap semua dapat maksimal dan ini juga menentukan prestasi dari kelas kita di pelajaran bahasa Indonesia.Do the best!" Agatha memberikan kata-kata pembangkit semangat untuk kelas XI IPA 1, semua nampak serius dan mereka mengawalinya dengan berdoa.
Dari setiap rangkaian acara yang ada Agatha selalu berharap agar semuanya dapat berjalan sesuai perencanaan.
"Tha, jangan kebanyakan bengong bentar lagi kelas kita bakal tampil." begitu ucap Febri
saat mendengar beberapa menit lagi memang giliran kelas mereka yang tampil, selama beberapa waktu terakhir ini Agatha yang teramat tidak menyukai drama pun berusaha keras agar memerankan Juliet dengan baik
Dan ini semakin sulit dimana hubungannya dengan Aldo sedang tidak baik mereka hanya berbicara sebatas dialog tapi selebihnya mereka seperti tidak saling kenal.
Seharusnya jika melihat kisah cinta Romeo and Juliet yang begitu romantis maka yang memerankan harus memiliki chemistry yang cukup dalam, namun apa daya? Hubungan Aldo tidak pernah akur, dan sekarang jauh lebih buruk, saat latihan tidak ada tanda-tanda mereka bisa berdamai, satu kelas mereka pun pasti sadar bahwa kedua insan ini membuat jarak agar tak saling bersinggungan.
Sekarang waktunya XI IPA 1 tampil beri sambutan yang meriah dan selamat menyaksikan.
MC yang adalah Gigi kelas XII IPA 1, semua pemeran drama musikal pun naik keatas panggung saat tirai merah tertutup semua bersiap di posisinya masing-masing.
"Romeo, ayo cepat kita akan berangkat ke pesta ulang tahun Juliet."
"Iya aku sedang bersiap, ibu." mereka pun segera bergegas pergi ke tempat pesta ulang tahun itu di adakan.
Romeo berjalan kesana kemari menikmati bagaimana meriahnya pesta itu, matanya tiba-tiba terhenti saat melihat gadis cantik berambut pirang dengan gaun berwarna emas pada pandangan pertama mereka langsung jatuh hati, ternyata gadis itu ialah Juliet.
Romeo memberanikan diri untuk mengajak Juliet berdansa dan ternyata niatnya di sambut baik oleh Juliet, akhirnya mereka pun larut dengan romansa di lantai dansa.
"Apa benar kamu Juliet?" tanya Romeo karena takut dirinya salah mengenali orang.
"Betul." jawab Juliet malu-malu.
"Kamu tampak lebih cantik saat bertatap muka, sungguh baru kali ini aku melihat gadis secantik dirimu." Romeo sangat dekat menatap Juliet.
"Kamu ingin menggodaku?" tanya Juliet tersipu.
"Sungguh aku berkata jujur." Romeo tetap fokus pada wajah Juliet tanpa menghiraukan suasana ramai di pesta itu.
Hari terus berganti hubungan mereka pun semakin serius, tapi mereka menjalaninya secara diam-diam karena keluarga Juliet tidak merestui hubungan mereka, ayah Juliet sudah menjodohkan Juliet dengan laki-laki pilihan ayahnya. Mereka terus berusaha berhubungan baik walau sulit bertemu sampai suatu hari Romeo melakukan kesalahan besar.
Ia membunuh saudara sepupu Juliet yang bernama Tybalt yang memang sedari awal tidak setuju dengan hubungan Romeo dan Juliet, karena Romeo berasal dari keluarga yang tidak sepadan dengan Juliet.
Nyatanya Tybalt sendiri yang menantang Romeo ketika Romeo dan sahabatnya Mercutio sedang berjalan-jalan.
" Romeo kamu tidak pantas bersanding dengan Juliet, kalian tidak sepadan."
"Omong kosong, ayo kita buktikan kamu layak menjadi pendamping Juliet."
Mercutio yang tidak terima sahabatnya dihina, langsung menghun*uskan pedang pada Tybalt kemudian terjadi perkelahian. Namun Mercutio kalah dalam pertarungan tersebut, ia meninggal seketika, Romeo murka dan membunuh Tybalt. Akibatnya perbuatan Romeo di hukum pergi jauh disisi lain besok adalah hari pernikahan Juliet dengan laki-laki pilihan ayahnya.
I have died every day
Waiting for you
Darlin' don't be afraid
I have loved you for a
Thousand year
I'll love you for a
Thousand more
"Guru, bantulah aku agar aku tidak jadi menikahi pria pilihan ayah , aku hanya mencintai Romeo." Juliet menangis. Ia tidak ingin menikahi pria lain selain Romeo jadi ia meminta bantuan gurunya.
"Baiklah aku akan membuatkan ramuan racun untuk membuat mu mati suri selama dua hari aku akan menuliskan surat untuk Romeo agar ia tahu rencana mu." sayangnya surat itu tidak sampai karena berita kematian Juliet sudah tersebar ke seluruh penjuru negeri termasuk sampai ke telinga Romeo, ia berusaha dengan keras agar bisa sampai di tempat jenazah Juliet disimpan.
"Juliet, mengapa kamu secepat ini meninggalkan aku?" Romeo dengan berlinang air mata menghampiri tubuh Juliet yang terbujur kaku.
"Tunggu aku Juliet, aku akan menyusulmu." Romeo segera menancapkan pisau di perutnya setelah itu Romeo meninggal dunia, satu hari berlalu Juliet pun bangun dari mati surinya dan kaget melihat tubuh Romeo bersimbah darah.
"Romeo....Romeo apa yang terjadi? Mengapa kamu seperti ini?!" Juliet mengerang melihat cinta sejatinya, belahan jiwanya berlumuran darah.
"Romeo, bila kamu mati akupun akan ikut bersamamu!"kemudian Juliet menusukan pisau yang sama dengan yang dipakai Romeo, ia jatuh di dada Romeo, mereka pun mati bersama dengan berlumuran darah dan air mata.
A time for us at last to see
A life worthwhile for you and me
And with our love thraugh tears and thorns
We Will endure as we pass surely through every storm
A time for us , someday there'll be
A new world, a world of shining hope for you and me
A time for us at last see
A life worthwhile for you and me
And with our love through tears and thorns
We Will endure as we pass surely through every storm
A time for us, someday there'll be
A new world, of shining hope for you and me
"The course of true love never Did run smooth."
Bersambung.......