Ketos Galak VS Bad Boy Nyebelin

Ketos Galak VS Bad Boy Nyebelin
#44 Romansa Okky Dan Riska



Riska berjalan santai sepanjang koridor mencari kedua sahabatnya.


"Katanya mau nungguin depan gerbang, ngeselin banget tuh dua bocah!" gerutu Riska sambil terus menyusuri koridor pagi tu.


bagaimana ia tidak kesal semalam Agatha dan Febri berjanji akan datang lebih pagi untuk mengerjakan tugas kelompok mereka bersama. Tapi saat ini ia justru tiba sendiri disaat Sekolah masih sangat sepi.


Dengan langkah gontai, Riska membalas chat Okky, sudah


Hampir dua bulan Riska dan Okky rutin memberi kabar layaknya orang yang.Sedang pdkt tidak banyak yang tahu karena Riska selalu mengelak dan justru.


Marah ketika dibahas-bahas mengenai Okky namun jauh di dalam lubuk hatinya ia terkadang merasa bersalah atas sikapnya kepada Okky, ia ingin membuka pintu hatinya namun sikap Okky yang dinilai playboy karena banyaknya deretan mantan Okky selain itu


Ia juga tahu Okky sering menggoda adik kelas, dan ia juga seorang bad boy Sekolah karena masuk di dalam geng Aldo lah yang membuat Riska mengurungkan niatnya.


Best Friend Ship Goals (3)


Agatha: 'Sorry ya gue gak bisa dateng pagian, Aldo telat jemput.'


Febri: 'Seriusan? Kok bisa samaan sih? Eza juga ban motornya kempes, jadi gak bisa jemput gue. Gue harus bareng bokap ke sekolah.'


Agatha: 'Riska gimana tuh? Udah di sekolah ya?"


Febri: 'Sorry ya @Riska'


Agatha: 'Sorry ya @Riska(2)'


Riska: 'Baru mau tanya lo pada dimana?-_-'


Riska: 'Telat lo pada, gue udah di sekolah dan sepi banget kayaknya gue bakal punya tugas baru buat bukain gerbang.'


Agatha: 'Wkwkwkwk ide bagus tuh.. ya sorry deh Ris, kalau


Gak lo tunggu di kelas aja, secepatnya nanti gue dan Febri nyusul.'


Febri: 'Setuju sama Agatha!"


Riska: '@Agatha @Febri yaudah gue ke kelas, gue tunggu


Pangeran Aldo dan pangeran Eza menjemput kalian ya. Bye maksimal!'


From: Si Raja Alay Yang Suka Gombal


'Gue udah di sekolah, udah di kelas nih."


Pesan yang masuk membuat Riska yang tadinya cemberut


Dengan memajukan bibirnya sekarang menjadi tersenyum pasalnya ia menerima pesan yang tak biasa dalam hati ia bertanya mana mungkin cowok seperti Okky mau.


Datang ke sekolah sepagi ini? Jadi ia penasaran dan segera mengecek kebenarannya dengan langkah seribu ia berjalan menuju ruang kelas. Ia


bertanya-tanya apa mungkin mengetahui Riska sedang sendirian dan Okky rela datang?


"Bohong aja tuh anak, katanya udah di kelas?" gerutu


Riska saat melihat kelasnya masih kosong lalu ia menoleh ke kanan dan ke kiri berharap menemukan Okky.


"Gue gak bohong kok," sebuah suara masuk ke pendengaran


Riska dari arah belakang, ia pun membalikkan badan dan menemukan Okky dengan sekotak bunga kertas yang dirangkai sedemikian rupa sehingga membentuk tanggal 7.dengan muka yang kebingungan riska kemudian terkejut karena melihat teman-temannya datang.


Agatha memegang kertas A4 bertuliskan huruf


'P'


Setelah itu ada Aldo yang memegang kertas bertuliskan huruf 'A'


Febri huruf


'C'


Eza huruf


'A'


Rangga huruf


'R'


Mila huruf


'A'


Tari huruf


'N'


Dan yang terakhir Zaki


'?'


"Jadi gimana?" tanya Okky berlutut di depan Riska.


"Lo nembak gue?" tanya Riska polos dan itu membuat Agatha dan yang lainnya geram dengan reaksi Riska.


"Iya, jadi jawaban lo buat gue apa Ris?" tanya Okky masih


Penuh harap sekarang ia seperti berada di ujung tanduk menunggu jawaban dari pujaan hatinya, ia sudah memikirkan ini matang-matang sejak awal mereka mulai


Dekat dimana Riska sudah membuka sedikit ruang hatinya untuk Okky jadi hanya ada dua kemungkinan ia bahagia hari ini atau ia justru harus menerima hal pahit.


Riska menatap semua teman-temannya terutama ke arah agatha dan Febri yang sekarang tersenyum lebar lalu menatap ke arah Okky dan bermuara pada bunga yang sekarang ada di hadapannya.


"Gue mau jadi pacar lo." ucap Riska singkat membuat suasana ruangan yang tadinya tegangan seperti ruang sidang telah berganti


Menjadi suasana haru, Okky masih tak percaya dengan 5 kata yang baru di terucap dari bibir seseorang yang sekarang baru resmi menjadi Kekasih jadi ia masih terpaku pada posisinya saat ini dan menatap Riska dengan senyuman.


Dengan Riska yang tersenyum termanis yang ia punya dan itu bisa meluluhkan belasan siswa SMA Bima Garuda.


"Bunga nya gue ambil ya, emang buat gue kan?" tanya Riska


Masih pura-pura jutek padahal dalam hati ia sudah melambung menuju langit ketujuh karena perilaku Okky yang teramat romantis itu, ia berharap ini adalah awal yang baik untuk hubungan mereka.


"Udah kali scene romantisnya yang jomblo udah bahan sabar nih."Ucap Rangga ketus, kemudian melirik Tari dan Zaki.


"Huuu...." teman-teman yang lain kompak menyoraki Rangga.


"Makasih ya Ris!" ucap Okky akan memeluk Riska namun tertahan karena Agatha menjewer kupingnya sebelah kanan dan Febri menjewer kupingnya yang sebelah kiri.


"Ehhh.. enak aja main peluk-peluk, ini tuh masih lingkungan sekolah." ucap Agatha dan diiringi tawa dari yang lain.


'Lo itu brengsek, tapi anehnya gue bisa sayang sama lo!"-Riska.


Hari ini Riska dan Okky resmi jadian, sekarang mereka menikmati siomay di pinggir jalan, sederhana memang kencan pertama mereka, namun Okky selalu bersedia menemani Riska untuk menuntaskan keinginannya yang ingin makan siomay.


"Lo suka?" tanya Okky


"Suka, enak!" seru Riska tersenyum sambil memejamkan mata.


"Mau nambah lagi?"


"Nggak ah nanti gendut." ucap Riska masih sibuk dengan siomay di piringnya.


"Lo gendut gue juga tetap sayang."


"Gombal." Riska menatap Okky tajam.


"Yang penting lo tetap jadi Riska, cewek yang gue sayang."


"Kalo hari pertama jadian emang lo romantis gini ya?"


"Seterusnya juga gitu, gue mau pensiun kan jadi playboy jadi romantisnya ke cewek gue doang."


"Gue pegang omongan lo." ucap Riska melanjutkan makannya, namun tangan Okky terangkat untuk membetulkan rambut Riska.


"Lo bawa kunciran rambut? Tadi rambut lo ikut makan bumbu siomaynya." Riska terdiam sementara Okky masih memegang rambutnya, kemudian menggeleng.


"Yaudah lo makan aja, gue pegangin."


"Jangan, nanti tangan lo pegel." Riska jadi tidak enak hati, Okky justru menggeleng dan membersihkan bumbu kacang yang ada di sudut bibir Riska, hari ini mengapa Okky terlihat begitu perhatian, ini bukan kali pertama bagi Riska memiliki kekasih namun kenapa jantungnya sekarang berdebar sangat cepat.


"Udah makanya?"


"Belum." jawab Riska gugup, segera ia melanjutkan untuk memakan siomay.


Setelah Riska selesai makan, Okky mengandeng tangan Riska menuju sekolah dasar yang tak jauh dari tempat siomay tadi, kemudian menghampiri penjual gelembung air dari sabun.


"Bang mau dua ya."


"Oke mas, silahkan." setelahnya Okky menyerahkan beberapa lembar uang dan mendapat dua botol air sabun untuk membuat gelembung tiup.


"Udah pernah main ini belum?" tanya Okky.


"Belum." jawab Riska.


"Main yuk,"


"Ayo!" Riska dengan bersemangat mencobanya.


"Suka?"


"Suka!" Riska dan Okky meniupkan gelembung berkali-kali.


keduanya terlihat sangat bahagia, sesekali Okky akan menjahili Riska dan begitu sebaliknya.sepasang kekasih ini buru saja memulai kisah mereka dengan hal yang indah dan manis, keduanya tertawa lepas dan melemparkan senyuman bahagia sebagai pertanda, hubungan ini di mulai dengan cinta yang tulus.


Bersambung.............