Ketos Galak VS Bad Boy Nyebelin

Ketos Galak VS Bad Boy Nyebelin
#06 Bad Day Or Good Day



"Pada kemana sih anak PMR? Gak tanggung jawab!" teriak Aldo kesal setelah membaringkan Agatha, dia kesal saat hitungannya meleset untuk menyelamatkan Agatha. Seharusnya ia saja yang di serempet Aldo tidak usah mengorbankan Agatha.


"Misi, ada yang bisa saya bantu?"Tanya seorang perempuan sepertinya dia anak kelas 11 IPA 3.


"Tolong obatin dia, gue keluar sebentar." ucap Aldo dengan ketakutan yang luar biasa hebat, ia takut kalau Agatha kesal bahkan benci melihatnya ketika dia sadar.


"Dia belum sadar?" tanya Aldo saat kembali membawa teh hangat.


"Belum Do." siswi perempuan itu sedikit takut tapi tetap melihat ke arah luka dan kaki Aldo yang memang terkilir, Aldo yang sadar apa yang di perhatikan oleh siswi itu hanya mendengus.


"Jangan bilang ke dia, atau lo gak bakal tenang sekolah disini."ancam Aldo dengan mata tajam dan anak itu membalasnya dengan anggukan.


Agatha mengerjapkan matanya, mencoba beradaptasi dengan ruangan serba putih "Agatha akhirnya kamu sadar." ucap siswi itu.


"Mila, kamu yang dari tadi ngerawat aku?" tanya Agatha masih sedikit pusing.


"Iya, kamu Uda lumayan lama pingsannya syukurlah Uda sadar."Ucapnya sambil tersenyum.


"Maaf ya, kamu jadi nungguin aku bangun." Agatha merasa bersalah.


"Gapapa, lagian aku gak mungkin ninggalin kamu sendirian." ucapnya lagi.


"Makasih ya, kamu langsung pulang deh. Aku masih harus ke ruang OSIS." ucap Agatha saat mengingat ia harus mengerjakan materi presentasi yang akan dipresentasikan kepada kepala sekolah, jadi Mila hanya mengangguk dan melambaikan tangan.


Mila memang seorang yang polos dan lugu dan dikenal sebagai kutu buku yang sangat suka mempelajari tentang obat-obatan.


Agatha berjalan dengan kepala yang masih sedikit pusing menuju ruang OSIS.


"Kalau gak gara-gara Aldo gue gak bakal kayak gini, tuh cowok benar-benar bawa si*l." Agatha menggerutu sepanjang jalan menuju ruang OSIS.


"Kesi*lan lainnya, sejak kapan ruang OSIS di kunci jam segini?"Agatha kesal dan menendang pintu, akhirnya dengan kesal dan emosi ia menuju parkiran untuk meminta papanya menjemputnya.


"Pa, bisa jemput Gatha?" Agatha mencoba peruntungannya.


Maaf ya, papa gak bisa sayang. Kamu naik taksi aja ya." ucap papa Agatha.


"Oke pa, bye." Agatha merasa ini hari tersi*l sepanjang hidupnya semua buruk hari ini, kalau cuma pesan taksi Agatha bisa dengan mudahnya tapi ia inginkan adalah waktu bersama papanya, melihat papanya mengkhawatirkan dia.


"Permisi?" seseorang dengan suara berat.


"Kak Alvin?!" teriak Agatha refleks, dan Alvin segera menutup telinganya. Yap orang yang tadi itu Alvin


"Maaf-maaf." ucap Agatha cepat.


"Bisa permisi?" tanya Alvin dan Agatha menjadi orang paling bodoh sedunia saat ini karena dia bingung mengapa Alvin menyuruhnya minggir padahal jalanan di parkir ini luas, Alvin mengela nafas dan mengarah kebelakang Agatha ternyata Agatha menghalangi motor Alvin.


"Aduh, maaf ya kak." ucap Agatha menepuk jidatnya, mengapa dia menjadi orang paling tidak pintar sedunia saat didepan orang yang paling ia sukai, sungguh hari ini hari terburuk.


Alvin segera naik ke atas motor dan menyalakan mesin sedangkan Agatha hanya diam memperhatikan setiap gerakan Alvin membuatnya betah berdiri di sana.


"Kak Alvin ....!" teriak Agatha setelah Alvin mulai jauh, ketika mendengar namanya dipanggil Alvin menghentikan laju motornya dan menengok ke belakang dan melihat Agatha melambai-lambaikan dompet coklat, jadi Alvin mengarahkan motornya berputar dan kembali ke tempat Agatha.


Agatha memberikan dompet milik Alvin yang ia temukan dekat dengan tempat Alvin memarkirkan motornya tadi.


"Makasih ya." ucap kak Alvin singkat tapi, memberikan efek dahsyat dalam diri Agatha.


"Halo." Alvin melambangkan tangannya beberapa kali.


"Ha? Ah iya kak kenapa?" akhirnya Agatha tersadar.


"Kamu pulang naik apa?" ulang Alvin dengan penekanan.


"Gak tahu kak, rencananya mau naik taksi."Agatha jadi sedih saat memikirkan nasibnya.


"Setau saya jam segini taksi gak lewat sini, kalau kamu mau saya bisa antar kamu pulang." ucapan Alvin yang kali ini memberikan efek lebih dahsyat dari sebelumnya dan membuat seluruh aliran darah Agatha berhenti sejenak, sekarang otaknya sedang berkerja keras untuk mencerna setiap kata yang di ucapkan Alvin.


"Halo....? Jadi gimana?" setelah beberapa detik menunggu Agatha yang terdiam, Alvin mulai bingung.


"Ah iya kak, boleh kak kalau gak keberatan." Agatha tersenyum dan Alvin memberinya kode agar naik ke atas motor dan motorpun melaju pergi menuju gerbang dan meninggalkan sekolah.


Seorang cowok berseragam putih abu-abu bersandar dibalik pilar dengan menghisap sebatang rokok memperlihatkan drama yang tadi terjadi dan ia segera melangkahkan kakinya menuju motor ninja putihnya.


Flashback on


"Tha, presentasi buat kepsek Gimana? Uda di buat?" tanya Panji sebagai koordinator dokumentasi.


"Belom Ji, kan Loli baru bisa ngirimin datanya nanti siang jadi baru bisa gue buat kira-kira pulang sekolah." Ucap Agatha saat berjalan menuju kantin.


"Ok deh, gue suruh Loli kirimin ke email Putri juga. Kalau lo gak sempet ngerjain Putri bisa bantuin, jangan terlalu dipaksain Tha." ucap Panji melihat pemimpinnya terlalu sibuk dengan semua acara dalam kepengurusannya.


"Sok care lo, tenang gue bisa handle."


"Siap bu ketos." Panji memberikan hormat. Aldo menguping pembicaraan itu tanpa sengaja.


"Pak Deden, saya minta ruang OSIS dikunci lebih dulu boleh?"tanya Aldo.


"Memangnya ada apa ya dek Aldo?" Pak Deden bingung dengan permintaan Aldo.


"Soalnya tadi anak OSIS titip pesan ada dokumen penting pak, dan mereka mau segera pulang." ucap Aldo dengan berjalan sedikit pincang menuju UKS, dan segera mengambil telepon genggam Agatha dan mengirim pesan Putri sebagai sekretaris OSIS untungnya HP Agatha tidak di lock.


"Put, bisa tolong buatin proposal untuk presentasi ke Kepsek besok? Sorry ya gue lagi sakit, maaf ngerepotin."Begitulah pesan yang di ketik Aldo di ponsel Agatha dan kemudian pesan tersebut dikirim tidak berapa lama mendapatkan balasan dari Putri.


"Ok Tha, santai btw get well really soon. Makanya jangan sibuk-sibuk banget."


Pesan tersebut masuk dan dianggap Aldo sebagai jawaban dari rencananya. Aldo kemudian pergi meninggalkan UKS untuk membeli rokok dan menunggu di depan UKS. Tapi, saat melihat Alvin sedang menuju toilet ia mempunyai rencana baru.


Aldo sekarang sudah menyelesaikan rencananya dengan membuat motor Alvin mogok semester, tidak sia-sia dia pernah belajar cara mudah seperti ini pada pamannya yang memang memiliki bengkel motor. Sekarang ia tinggal menonton semua rencananya berjalan sesuai harapan


Sekarang semua sesuai rencana Alvin memang bukan orang bodoh pasti ia bisa menyelesaikan masalah motor itu dengan mudah.


Tapi, Aldo jauh lebih pintar untuk memuluskan rencananya jadi ia membuat dompet milik Alvin terjatuh tidak jauh dari posisi Agatha dan perfect! Semua berjalan sesuai apa yang diinginkan Aldo.


Alvin mengantar Agatha pulang, Agatha bahagia karena itu dan bagi Aldo senyum di wajah Agatha sudah lebih dari cukup. Aldo menyesal membuat hari Agatha menjadi hari ters*al.


Flashback off


Sepanjang jalan, Agatha tersenyum. Ia merasa bahwa hari ini mungkin dapat dijadikan hari terbahagia juga saat ini sedang dibonceng oleh pangeran impian oleh pujaan hatinya oleh seseorang yang selalu di dambakannya.