IT'S MINE {DROP}

IT'S MINE {DROP}
Setelah Itu...



...꧁-`π™·π™°π™Ώπ™Ώπšˆ πšπ™΄π™°π™³π™Έπ™½π™ΆΒ΄-κ§‚...


...β—Ό...


...β—Ό...


...β—Ό...


...~DUA TAHUN KEMUDIAN~...



γ€Žπ•―π–†π–—π–Ž : π•½π–”π–“π–Ž


π–€π–“π–™π–šπ– : π•΅π–Šπ–†π–“π–Šπ–‘π–‘π–Š π•¬π–Œπ–“π–Šπ–Œπ–Žπ–šπ–˜


π•Άπ–Šπ–•π–†π–‰π–† π•Ώπ–šπ–†π–“ π•»π–šπ–™π–—π–Ž yπ–†π–“π–Œ π–™π–Šπ–—π–π–”π–—π–’π–†π–™.


𝕿𝖆𝖐 π–™π–Šπ–—π–†π–˜π–† π–˜π–šπ–‰π–†π– π–‰π–šπ–† π–™π–†π–π–šπ–“ π–π–Žπ–™π–† π–˜π–Šπ–‘π–†π–π–š π–‡π–Šπ–—π–™π–šπ–π–†π–— π–˜π–šπ–—π–†π–™ π–“π–†π–’π–šπ–“ π–π–Žπ–™π–† π–‡π–Šπ–‘π–šπ–’ π–•π–Šπ–—π–“π–†π– π–‡π–Šπ–—π–™π–Šπ–’π–š π–π–Šπ–’π–‡π–†π–‘π–Ž, π–‰π–Šπ–“π–Œπ–†π–“ π–Žπ–“π–Ž π–˜π–†y𝖆 π–˜π–Šπ–ˆπ–†π–—π–† π–π–π–šπ–˜π–šπ–˜ π–’π–Šπ–“π–Œπ–šπ–“π–‰π–†π–“π–Œ 𝖆𝖓𝖉𝖆 π–šπ–“π–™π–šπ– π–‡π–Šπ–—π–π–šπ–“π–π–šπ–“π–Œ π–π–Š π–π–Šπ–‰π–Žπ–†π–’ π–π–†π–’π–Ž π•­π–†π–“π–Œπ–˜π–† π•Ίπ–—π–ˆπ– 𝖉𝖆𝖓 π–π–šπ–Œπ–† π–π–Šπ–•π–†π–‘π–† π–˜π–šπ–π–š 𝖐𝖆𝖒𝖏 yπ–†π–“π–Œ 𝖙𝖆𝖐 π–‘π–†π–Žπ–“ 𝖆𝖉𝖆𝖑𝖆𝖍 𝖆y𝖆𝖍 π–˜π–†y𝖆 π–Žπ–“π–Œπ–Žπ–“ π–˜π–Šπ–ˆπ–†π–—π–† π–—π–Šπ–˜π–’π–Ž π–’π–Šπ–“π–Œπ–šπ–ˆπ–†π–•π–π–†π–“ π–™π–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π–π–Šπ–•π–†π–‰π–† 𝖆𝖓𝖉𝖆.


𝕳𝖔𝖗𝖒𝖆𝖙 π–˜π–†y𝖆.


^^^』^^^


Jeanelle tersenyum menatap surat dihadapannya, dua tahun sudah berlalu dan banyak yang terjadi akhir-akhir. Cerita komik telah hancur dan Jeanelle tidak bisa memprediksi apapun lagi, walaupun begitu bukan berarti Jeanelle akan menyerah atau melarikan diri.


Selama dua tahun juga Roni telah menjadi teman rahasianya dan mereka sering bertukar surat seminggu sekali, Yuristhi? Entahlah, ia menghilang begitu saja selama dua tahun dan tidak mengirimkan surat apapun kepada Jeanelle.


Terakhir kali Yuristhi mengirim kabar melalui Louis dan berkata jika penelitiannya memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.


Jeanelle menghela nafas. "Sebenarnya ia melakukan penelitian apa sih?" ia menyandarkan punggungnya disandaran kursi.


"Kenapa? Apa anda merindukan Tuan Pemimpin?" celetuk Louis yang kebetulan ada ditempat itu. Sebenarnya Louis tidak perlu mengajari Jeanelle sihir lagi namun entah kenapa Louis malah sering datang ke tempat Jeanelle.


Bukan berarti Jeanelle tidak tau alasannya sih. Apalagi kalau bukan untuk bertemu dengan Rena. Jeanelle mendengus kesal, 'Dasar budak cinta.' umpatnya dalam hati.


"Ngomong-ngomong, apa anda akan datang ke wilayah Orch?" tanya Hyun sembari menatap Jeanelle.


"Tentu saja, aku kan sudah diundang."


"Kapan kita akan kesana?" tanya Jeremy yang terlihat sangat penasaran dengan wilayah Orch.


"Kita akan kesana Minggu depan dan sepertinya kali ini aku akan mengajak beberapa orang lagi." Jeanelle tersenyum, sepertinya ia punya rencana lain.


...✢⊢⊷⊢⊷❍ β˜† ❍⊢⊷⊢⊷✢...


Perkumpulan para bangsawan selalu di adakan setiap 3 bulan sekali, tentunya Jeanelle dan Baila selalu hadir. Berbeda dengan Baila yang berkumpul dengan para Lady Bangsawan, Jeanelle cenderung tidak mengenal para Lady Bangsawan dan lebih mengenal para Nyonya.


Seperti sekarang, acara kali ini diadakan di Cafe Regina, walaupun sederhana tapi cukup untuk untuk menampung 50 orang. 35 Lady Bangsawan dan 15 Nyonya bangsawan. Benar, kali ini tidak terlalu banyak Nyonya bangsawan yang berpartisipasi karena sekarang adalah musim semi.


Dimana para Nyonya bangsawan lebih memilih untuk berlibur di desa, daripada harus berada di Ibukota yang semakin hari semakin mencengkam.


"Sudah tidak terasa ya, dua tahun berlalu."


"Benar, Berkat Tuan Putri. Para monster tidak lagi menyerang dan para Kesatria tidak lagi dikirim untuk berburu Monster."


Itu benar, selama dua tahun ini tidak ada lagi monster yang mengamuk atau yang keluar dari wilayah hutan Skota. Berkat pagar yang dibuat Terry dan Jeanelle yang selalu mengecek gerbang tersebut setiap bulan, akhirnya perburuan monster dihentikan karena dianggap aman.


Walaupun tidak sepenuhnya aman, Jeanelle yakin jika suatu saat nanti akan ada seseorang yang membuka gerbang itu dan membebaskan para monster, lalu membuat kekacauan. Jeanelle memang sudah memiliki cara untuk mencegahnya tapi memikirkan hal itu saja sudah membuat Jeanelle pusing.


"Tidak Putri, setiap tahun saya selalu merasa khawatir karena putra saya selalu dikirim ke perburuan monster. Tapi berkat anda, anak saya tidak perlu lagi ke tempat mengerikan itu." wanita itu tersenyum lembut.


"Jangan begitu, saya akan merasa tidak enak jika gerbang tersebut rusak dan para monster membuat kekacauan di Ibukota."


Para Nyonya bangsawan terdiam sambil saling berpandangan, Jeanelle mengatakan hal tersebut dengan ekspresi datar seolah-olah itu adalah rahasia masa depan yang mungkin saja akan terjadi.


"Ngomong-ngomong tentang kekacauan, saya mendengar sesuatu dari Saintess beberapa waktu lalu." Countess Lenova menatap Jeanelle dengan serius.


Saintess? Apa yang dia maksud adalah wanita bersurai perak dan bermata emas?


Kalau iya maka dia adalah seseorang yang masih abu-abu, entah musuh atau kawan. Kalau dalam komik, Saintess tidak berperan apapun selain melakukan ramalan.


"Ah, Saintess Noel melihat ramalan?" tanya Countess Elma sembari menatap Countess Lenova.


Diantara nyonya Bangsawan lainnya Countess Lenova adalah orang yang aktif di Kuil, jadi wajar jika Countess Lenova selalu mengetahui apapun yang ada didalam Kuil.


"Katanya, di beberapa tahun yang akan datang, terjadi sebuah kekacauan besar yang akan menghancurkan Kekaisaran ini."


'Ah, cerita masa depan yang ada di komik ya. Cerita yang terjadi saat komik hampir berakhir.' Jeanelle menganggukkan kepalanya sembari menyeruput teh hangat.


"Penyebab kekacauan itu terjadi katanya karena anak dari Kaisar sebelumnya masih hidup dan memiliki sihir kegelapan."


Prang.


"Uhuk... Uhuk..." Jeanelle tersedak tehnya dan terbatuk-batuk. Para Nyonya bangsawan dan rakyat Kekaisaran tidak tau kalau Jeanelle memiliki sihir kegelapan.


Jeanelle tidak akan terkejut jika ramalan mengatakan kalau anak dari Kaisar yang akan menghancurkan Kekaisaran, tapi kenapa malah anak dari Kaisar sebelumnya?!


"Tuan Putri apa anda--"


"Memangnya Kaisar terdahulu memiliki anak? Bukankah dia tidak menikah?!" ucap Jeanelle penuh rasa penasaran, nada suaranya terdengar santai namun ekspresi penasaran tidak bisa ia sembunyikan.


Kaisar terdahulu alias kakak kembar Elvan setau Jeanelle tidak menikah karena hanya fokus memimpin Kekaisaran, tidak ada kabar tentang Kaisar terdahulu memiliki anak juga.


Kalau tidak salah Kaisar sebelumnya tewas saat Jeanelle berusia 4 tahun, Jeanelle masih memiliki sedikit ingatan dari kehidupan sebelumnya. Entah kehidupan yang ke berapa, intinya Jeanelle sedikit mengenal Kaisar terdahulu.


"Soal itu saya tidak tau." jawab Countess Lenova. Ia memegang dagunya dan terlihat seperti sedang berpikir. "Tapi saya pikir beliau memiliki kekasih."


"Jadi maksudnya anak haram?" Jeanelle melirik kebawah dan bergumam minta maaf pada Zen yang tengah memunguti serpihan cangkir yang terjatuh tadi. Zen hanya tersenyum dan berkata bahwa tidak masalah.


Sejujurnya informasi mengenai Jeanelle sangatlah kurang. Yang seluruh Kekaisaran tau, Jeanelle hanyalah anak haram dari salah satu selir Kaisar, entah siapa nama Selirnya mereka tidak tau. Kaisar Elvan terlalu mempunyai banyak selir dan beberapa diantaranya sudah tewas karena di bunuh atau sakit.


Jadi mereka tidak ada yang tau pasti siapa ibu kandung Jeanelle, yang tau mengenai Jeanelle hanyalah keluarga Kekaisaran dan mereka semua tutup mulut mengenai hal tersebut.


"Kalau tidak salah Kaisar terdahulu pernah digosipkan memiliki kekasih yang merupakan seorang dayang yang mengurus beliau sejak muda." ucap Marchioness Freya.


"Benar, mereka seumuran."


"Kalau tidak salah namanya adalah Anika. Mungkin beliau memiliki anak dari dayang tersebut."


Deg.


Seketika jantung Jeanelle terasa berhenti berdetak. Anika adalah nama ibunya, bagaimana bisa ibunya dengan Kaisar terdahulu...


...꧁-`π™±π™΄πšπš‚π™°π™Όπ™±πš„π™½π™ΆΒ΄-κ§‚...