IT'S MINE {DROP}

IT'S MINE {DROP}
Pembunuh Bayaran?



...꧁-`π™·π™°π™Ώπ™Ώπšˆ πšπ™΄π™°π™³π™Έπ™½π™ΆΒ΄-κ§‚...


...β—Ό...


...β—Ό...


...β—Ό...


"Tiba-tiba pembunuh bayaran? Apa maksud mu?" tanya Terry terkejut ketika mendengar cerita Baila.


"Saat kami pulang dari pesta sosial kemarin aku merasakan kalau ada beberapa pembunuh bayaran yang mengikuti kami, entah Jeanelle merasakannya juga atau tidak tapi yang jelas aku tau kalau ada pembunuh bayaran." jelas Baila lagi.


"Tapi kalian tidak apa-apa kan?" Kai terlihat sangat khawatir.


"Kami baik-baik saja, tapi anehnya setelah hampir memasuki istana aku tidak merasakan kehadiran mereka lagi dan saat aku mencari tau tentang orang-orang yang mengikuti kami, anehnya mereka semua menghilang tanpa jejak."


"Itu aneh, apa ada orang yang membunuhnya?" gumam Terry mencoba untuk berpikir.


Kai diam saja mendengar ucapan Baila, Kai tau siapa yang bisa membunuh orang tanpa harus meninggalkan jasad mereka, Kai sudah pernah melihat pembunuhan itu sebelumnya jadi ia tidak terkejut lagi.


"Kedepannya hal ini tidak akan terjadi lagi, aku akan memperkuat penjagaan disekitar kalian." ujar Kai santai, Kai menyenderkan tubuhnya disandaran sofa.


'Sepertinya kemampuan Jeanelle sudah berkembang.' batin Kai yang merasa agak senang.


...✢⊢⊷⊢⊷❍ β˜† ❍⊢⊷⊢⊷✢...


"Anak pintar." ucap Jeanelle sembari mengelus kepala Cece, Anjing Ceberus yang dielus-elus merasa senang.


Langit sudah mulai menggelap, karena kemarin Jeanelle lupa memberitahu Cece untuk membawa barang bukti alhasil Jeanelle harus menyuruh Cece untuk kembali ketempat tersebut untuk mencari barang bukti. Memang membutuhkan waktu yang lama tapi Cece berhasil mendapatkannya.


Jeanelle mendudukkan dirinya dilantai, sambil mengelus-elus perut Ceberus itu Jeanelle melihat sebuah tanda pengenal. Itu adalah sebuah pin yang bentuknya terlihat sangat unik dan rumit, warnanya campuran antara warna emas dan warna putih. Ada bintang dan beberapa gambar yang mengelilinginya.


"Terlihat tidak asing, dimana aku pernah melihatnya ya?" gumam Jeanelle sembari menatap lambang tersebut. "Jeremy! Hyun!" panggil Jeanelle yang membuat kedua pemuda itu memasuki kamarnya.


"Ya Tuan Putri?" ucap mereka bersamaan sembari membungkuk hormat.


"Apa kalian tau pin dengan lambang ini?" tanya Jeanelle sembari memperlihatkan pin yang dibawa oleh Ceberus.



"Saya sangat mengetahui dengan jelas tentang pin ini." ucap Jeremy sembari memegang pin tersebut. "Tapi kenapa pin nya berlendir begini?" benar pin itu berlendir karena terkena liur Ceberus.


"Guk..." Jeremy menoleh kebawah dan melihat Ceberus yang tengah bermanja-manja pada Jeanelle. Ya harusnya Jeremy langsung tau kenapa pin ini bisa lengket dan berlendir.


Hyun yang melihat wajah jijik Jeremy langsung mengeluarkan sapu tangannya dan memberikannya pada Jeremy, Jeremy dengan pasrah membersihkan pin tersebut dan mengelap tangannya sendiri.


"Jadi... Bagaimana kau sangat mengenal pin ini?" tanya Jeanelle yang berusaha menahan tawanya karena melihat wajah jijik Jeremy.


"Ya, seperti yang anda tau. Warna emas dan putih adalah warna kebanggaan Kuil Suci, jadi pin ini adalah milik Kuil Suci. Orang-orang yang berada disana memakai pin ini. Aku juga begitu, tapi aku sudah membuangnya." jelas Jeremy panjang lebar, tangannya bergerak membersihkan pin tersebut.


"Ini hanya perkiraan ku, tapi sepertinya ada provokator di Kuil Suci. Tidak mungkin mereka bisa mengincar Tuan Putri secara terang-terangan begini terlebih di depan-- Eh?" Seolah baru menyadari sesuatu Jeanelle terdiam.


"Kenapa?" tanya Jeremy penasaran.


"Apa mungkin sebenarnya yang diincar bukanlah Tuan Putri melainkan Putri Mahkota?" kata Hyun.


"Itu yang aku pikirkan, memang bisa saja ia mengincar ku. Tapi aku tidak pernah menunjukkan sihir ku pada orang-orang jadi mereka menganggap jika aku hanyalah ancaman kecil karena belum bisa mengendalikan sihir."


Berbeda dengan Baila yang dipuja-puja dan seluruh Kekaisaran mengetahui kemampuannya, Jeanelle tidak pernah menampilkan sihirnya didepan rakyat Kekaisaran karena takut jika dirinya akan dianggap sebagai perebut tahta, apalagi sihirnya sangat mirip dengan sihir milik Kaisar.


Itu didalam cerita, kalau aslinya Jeanelle hanya malas untuk memperlihatkan sihirnya. Untuk apa juga Jeanelle pamer kekuatan sihir, kalau waktunya sudah tiba Jeanelle akan segera pergi dari Istana dan hidup bebas.


"Apa mungkin pembunuh bayaran itu orang suruhan dari Faksi Kaisar?" kata Jeremy tiba-tiba.


Didalam Kekaisaran ini terdapat 3 Faksi. Faksi Kaisar yang mendukung Evan atau Putra Mahkota untuk menjadi Kaisar, Faksi Bangsawan yang mendukung Baila untuk menjadi Kaisar dan Faksi Netral yang tidak mendukung siapapun. Bisa saja Faksi Netral mendukung Terry atau Jeanelle untuk menjadi Kaisar selanjutnya.


Hanya saja Terry sudah mendeklarasikan kalau dirinya lebih tertarik dengan sihir daripada politik, jadi itu tidak mungkin. Jeanelle yang baru debutante dan tidak menunjukkan sihirnya tidak mungkin mendapatkan dukungan untuk menjadi Kaisar. Jadi Faksi Netral benar-benar tidak akan berpihak pada siapapun.


"Yang ku dengar Kaisar begitu mempercayai Kuil Suci begitu juga dengan antek-anteknya." jelas Jeremy yang membuat Jeanelle mengangguk.


"Apapun itu aku tidak memiliki firasat baik."


Sejak memasuki tubuh ini firasat Jeanelle memang selalu buruk sih, dalam komik ini seluruh kejadian baik hanya sedikit jadi sudah pasti kalau kehidupan Jeanelle kedepannya tidak akan baik-baik saja.


'Apa aku harus membuat relasi? Bagaimana dengan sekutu?'


Pikiran Jeanelle agak rumit sekarang, bisa saja target selanjutnya adalah Jeanelle kan? Mungkin Jeanelle harus menyuruh Ceberus untuk berjaga dikamarnya mulai sekarang.


Jeanelle menghela nafas kasar.


"Kau benar-benar banyak pikiran ya." kata Hyun yang mendudukan diri disamping Jeanelle.


"Benar, otak ku sama sekali tidak bisa beristirahat." Keluh Jeanelle.


"Ku dengar dari para bangsawan kalau ada acara pelelangan Minggu depan, bagaimana kalau kau keluar sebentar untuk melihat acara itu?" saran Jeremy yang membuat Hyun berdecak.


"Kau gila ya? Pelelangan itukan acara ilegal kalau ketauan Tuan Putri datang ke acara itu bukankah reputasinya akan hancur?"


"Kalau begitu jangan sampai ketauan, bukankah Tuan Putri sudah terbiasa untuk menyamar."


Pelelangan ya? Itu terdengar bagus. Jeanelle mungkin saja bisa mendapatkan sekutu atau bawahan yang setia dari acara tersebut.


"Aku akan datang." ujar Jeanelle sembari tersenyum.


"Senyum mu mencurigakan." kata Jeremy yang entah kenapa ia merinding saat melihat senyum Jeanelle.


...꧁-`π™±π™΄πšπš‚π™°π™Όπ™±πš„π™½π™ΆΒ΄-κ§‚...