IT'S MINE {DROP}

IT'S MINE {DROP}
Penjelasan



...꧁-`π™·π™°π™Ώπ™Ώπšˆ πšπ™΄π™°π™³π™Έπ™½π™ΆΒ΄-κ§‚...


...β—Ό...


...β—Ό...


...β—Ό...


Beberapa Minggu berlalu, kesehatan Jeanelle sudah mulai membaik. Yuristhi hanya berada di Istana selama satu hari dan setelahnya ia sibuk dengan urusan lain.


Namun selama beberapa Minggu juga terjadi hal-hal yang aneh dan tidak terduga dengan Jeanelle. Jeanelle lebih sering terdiam dengan tatapan mata yang kosong dan matanya terkadang sering mengeluarkan darah. Untuk sementara waktu Jeanelle berhenti belajar sihir dan urusan Mansion atau pekerjaan lainnya diserahkan kepada Baila untuk sementara.


Jeanelle hanya mengurung dirinya dikamar dan ditemani oleh kedua pengawalnya. Tidak ada yang boleh menjenguk gadis itu, bahkan teman-temannya sendiri.


Seperti biasa, Jeanelle tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya. Ia bermimpi hal yang sama, ia bermimpi bertemu Jeanelle yang asli dan Jeanelle yang asli mengucapkan kata-kata yang sama.


"Jeje..." panggil Hyun ketika melihat Jeje yang terduduk diranjang. Air mata darah keluar dari kedua mata Jeanelle, seolah-olah ia sedang menangis.


Hyun menggigit bibirnya dalam, saat ini Jeremy sedang kembali kerumah Regina untuk memberitahu keadaan Jeanelle pada Regina. Regina, Suno, Zin dan Zen yang dilarang untuk bertemu dengan Jeanelle terus saja mengamuk dan menangis karena khawatir. Tapi apa boleh buat? kalau mereka bertemu masalah malah semakin runyam.


Hyun berjalan cepat mendekati Jeanelle, ia memeluk Jeanelle dengan erat. "Jeje, sebenarnya ada apa dengan mu? Kenapa setelah kau di akui sebagai Tuan Putri kau malah terus mengalami hal-hal buruk? Kalau begini terus lebih baik kita pergi saja."


"Ayo kita pergi."


"Apa? Kita tidak bisa pergi." Jeanelle menyentak tangan Hyun dengan agak kasar.


"Kau tidak akan bisa bahagia jika terus berada disini, lebih baik kita pergi saja. Ku mohon." Hyun menangkupkan kedua tangannya.


"Hyun, kalau aku pergi kalian yang akan dalam bahaya."


"Aku siap menanggung semua bahaya asalkan kau selamat, karena itu aku mohon pada mu."


Jeanelle menggelengkan kepalanya, ia terisak kecil. Bagaimana bisa Jeanelle mengirim teman-temannya ke tempat yang berbahaya.


"Jeanelle ayo kita--"


Crash...


Belum selesai Hyun berbicara, sebuah pedang tiba-tiba saja berayun dan memenggal kepala Hyun.


"Seorang pemberontak tidak bisa dibiarkan hidup."


Jeanelle terdiam dengan kedua mata yang terbelalak. Tatapan pria itu benar-benar dingin dan kejam. "Yang Mulia?"


DEG.


Jeanelle dengan spontan mendorong tubuh Hyun dengan keras sehingga pelukannya terlepas.


Tidak! Kenapa kematian teman-temannya terus berubah? Kenapa Jeanelle bisa melihat kematian mereka? Kenapa semua ini bisa terjadi?


Jeanelle terlihat frustasi, setiap saat ketika seseorang menyentuhnya ia terus-menerus melihat bagaimana cara mereka mati dan ditambah kematian mereka terus saja berbeda tiap kali mereka bersentuhan.


Kenapa kematian mereka bisa terus berbeda? Apa mereka terus mengulang waktu dengan akhir yang berbeda?


'Ah! Mengulang waktu?!'


"Jeanelle, darahnya?!" Hyun terbelalak ketika darah yang mengalir dari kedua mata Jeanelle tambah deras dan tak kunjung berhenti.


Hyun langsung mengambil handuk dan menutup kedua mata Jeanelle dengan handuk. Hyun tidak tau harus memanggil siapa, apa dia harus memanggil penyihir? Apa dia harus memanggil Alchemist? Atau dia harus memanggil tabib?


"Hyun." panggil Jeanelle dengan kedua mata yang tertutup oleh handuk.


Hyun langsung berlutut dihadapan Jeanelle sambil memegang kedua tangannya. "Katakanlah Jeanelle."


"Bagaimana kalau kau, Jeremy, Suno, Zin, Zen dan Regina berhenti berdekatan dengan ku dan pergi menjauh dari ku?"


Hyun terdiam, ia menatap Jeanelle dengan tatapan terkejut dan sulit diartikan. "Apa?!"


"Pergilah, jangan berhubungan lagi dengan ku. Aku mohon."


...✢⊢⊷⊢⊷❍ β˜† ❍⊢⊷⊢⊷✢...


Kai menggebrak meja kerjanya dengan kesal. Disaat Kai membutuhkannya seperti ini, Yuristhi sialan itu malah tidak bisa dihubungi. Inikan masalah penting.


Tapi kalau ketahuan dirinya pergi ke Menara Sihir semuanya akan sia-sia. "Ah, manusia itu bikin kesal saja!"


Kai mendadak terdiam, ia merasa kalau ada orang lain didalam ruangan ini...


Trang... Kai mendadak mengeluarkan pedangnya dan untungnya masih bisa ditahan oleh Jeanelle dengan menggunakan belati yang selalu ia bawa.


"Jeanelle?! Maaf." Kai spontan menjatuhkan senjatanya dan berniat untuk menghampiri Jeanelle, namun langkahnya terhenti ketika gadis kecil itu menyodorkan belati kearahnya.


Jeanelle saat ini mengenakan baju tidur dengan kain putih yang menutupi kedua matanya. Kai terdiam, ini bukan pertama kalinya. Selama 50 hari Jeanelle sering tanpa sadar mengayunkan senjata kearah dirinya, Terry ataupun Baila.


Yuristhi bilang itu adalah alam bawah sadar Jeanelle yang membenci mereka.


Brak... Pintu terbuka menampilkan Terry dan Baila yang datang karena mendapatkan laporan jika ada suara bising diruang kerja Kai.


"Jeanelle, tolong letakkan--" ucapan Baila terhenti ketika sesosok mahluk kegelapan menodongkan senjata ke lehernya.


Tak hanya Baila tapi Terry juga. Mahluk itu cukup besar dan memegang sebuah senjata.



"Saat ini aku dalam keadaan yang sangat sadar. Jawab pertanyaan ku dengan jujur, kalau tidak sekarang juga aku akan menghancurkan Kekaisaran." kata Jeanelle dengan nada bicara yang dingin dan tegas.


Terry, Kai dan Baila tau kalau saat ini Jeanelle tidak sedang bermain-main. Dengan kemampuan Jeanelle yang sekarang ia bisa saja menghancurkan Kekaisaran.


"Kenapa setiap menyentuh orang-orang aku selalu bisa melihat kematian mereka? Kenapa kematian mereka selalu berbeda-beda? Apa kita benar-benar mengulang waktu?"


Mereka bertiga saling berpandangan dan kemudian mengangguk.


"Benar, kita terus menerus mengulang waktu." ucap Baila serius.


"Tapi penyebab mengapa atau siapa yang membuat waktu terus berulang tidak ada yang tau." jelas Terry.


Kai pun menghela nafas dan kemudian ia menjelaskan apa yang telah terjadi, ia menjelaskan semua yang ia tau. Namun Kai tidak menjelaskan mengenai asal-usul Jeanelle atau seperti apa masa lalu Jeanelle.


Kai hanya menjelaskan kalau entah kenapa mereka terus mengulang waktu dan mereka juga meminta maaf karena terus membuat kehidupan Jeanelle menderita.


Setelah menjelaskan hal tersebut Jeanelle berhenti menodongkan belatinya pada Kai, ia pun menyuruh kedua mahluk kegelapan itu untuk pergi.


"Jeanelle, kami benar-benar minta maaf." kata Terry.


"Berhentilah minta maaf, mau kalian minta maaf seperti apapun kejadian yang sudah terjadi tidak mungkin bisa di ubah." sentak Jeanelle yang sudah merasa muak karena mereka terus meminta maaf.


"Kalau begitu apa yang harus kami lakukan agar kau mau memaafkan kami?" tanya Kai dengan tatapan sedih.


"Aku tidak tau, tapi aku akan membantu kalian. Aku akan membantu kalian untuk mencari penyebab kenapa waktu terus berulang."


"Jeanelle kau tidak perlu khawatir, kali ini kami yang akan melakukannya." kata Baila yang membuat Jeanelle menoleh kearahnya. Walaupun Jeanelle tidak bisa melihat karena kedua matanya ditutup namun ia bisa merasakan tatapan Baila.


"Aku akan melakukannya, aku tidak mau mati dan menjalani kehidupan yang memuakkan ini."


Mereka semua tersentak mendengar ucapan Jeanelle.


"Tidak apa, aku akan melakukan yang terbaik agar kau mau memaafkan kami." kata Baila sembari tersenyum pedih.


"Setidaknya Kai tidak jadi menghancurkan Kekaisaran." ucap Kai.


Itu mustahil, apa yang Jeanelle katakan tadi hanyalah sebuah gertakan. 'Mana mungkin aku bisa menghancurkan Kekaisaran.'


Jeanelle tersenyum, "Sebaiknya kalian pikirkan saja hal-hal yang membuatku senang. Mungkin aku akan memaafkan kalian dengan melakukan hal itu." ucapnya yang langsung berbalik pergi.


Jeduk.


'Pintu sialan!' Jeanelle mengumpat kesal dalam hati. Kepalanya sakit karena menabrak pintu, sejak kapan juga pintunya tertutup. Sulit sekali kalau ia tidak bisa melihat.


"Jeanelle, bagaimana kalau aku mengantar mu?" tanya Baila.


"Baiklah." kata Jeanelle pasrah, ia tidak mau kalau harus menabrak-nabrak lagi.


'Setelah menyembuhkan mata ini aku akan langsung menemui teman-teman ku.' Ia akan mulai sibuk sekarang.


...꧁-`π™±π™΄πšπš‚π™°π™Όπ™±πš„π™½π™ΆΒ΄-κ§‚...