IT'S MINE {DROP}

IT'S MINE {DROP}
Arti Dari Firasat Buruk



...꧁-`π™·π™°π™Ώπ™Ώπšˆ πšπ™΄π™°π™³π™Έπ™½π™ΆΒ΄-κ§‚...


...β—Ό...


...β—Ό...


...β—Ό...



(Choco note : Gaun Jeanelle hari ini 😚)


Jeanelle dan Baila berdiri didepan gerbang Istana, mereka berdua melihat kepergian Terry dan Kai yang akan ke Kerajaan tetangga.


Mereka bersama beberapa kesatria dan kereta kuda yang digunakan untuk membawa beberapa barang yang nantinya akan diserahkan ke Kerajaan tersebut. Tentu saja mereka akan menggunakan portal sihir namun tidak akan sampai ke Kerajaannya tapi hanya sampai ke perbatasan saja, untuk menghemat waktu.


"Jeanelle, aku pasti akan membawakan mu hadiah yang sangat bagus jadi tunggu saja ya." kata Kai yang saat ini sudah mendudukan diri di kuda hitam kesayangannya. Kai membawa pedang pemberian Jeanelle yang tersampir dengan cantik di pinggangnya.


"Aku juga Jeanelle." sahut Terry. Ia tidak menaiki kudanya melainkan memegang tali pelana kuda tersebut. Terry lah yang akan membuka portal untuk teleportasi.


"Saya harap Pangeran dan Putra Mahkota kembali dengan selamat." kata Jeanelle yang di setujui oleh Baila.


Walaupun tidak memperlihatkannya Jeanelle, Baila, Kai dan Terry entah mengapa merasa gelisah. Terry dan Kai tidak ingin pergi meninggalkan kedua adiknya namun entah kenapa Kaisar begitu memaksa mereka untuk pergi.


Terry mengulurkan tangannya dan seketika sebuah lingkaran sihir yang sangat besar muncul dihadapan mereka semua. Satu persatu para Kesatria dan kereta kuda memasuki portal itu.


'Bukankah Kesatria ini terlalu banyak? Mereka hanya akan melakukan delegasi.' Batin Jeanelle dan Baila merasa heran.


Padahal hanya akan melakukan delegasi tapi hampir 300 Kesatria mengikuti mereka, mereka kan bukan mau perang. Terry dan Kai merasa ada yang ganjal dari hal ini.


"Kalian pasti akan baik-baik saja." ucap Kai tiba-tiba.


"Tidak! Kalian harus baik-baik saja, kami akan kembali secepatnya." celetuk Terry.


Terry dan Kai saling berpandangan dan kemudian mengangguk, Kai pun memasuki portal tersebut dan disusul oleh Terry. Seketika portal itu menghilang bersama hembusan angin.


...✢⊢⊷⊢⊷❍ β˜† ❍⊢⊷⊢⊷✢...


Jeanelle menghela nafas dan kemudian memasuki ruang kerjanya.


"Selamat ulangtahun Tuan Putri." ucap beberapa orang secara bersamaan. Jeanelle jelas saja terkejut saat melihatnya.


Rena, Zin, Zen, Regina, Hyun, Suno dan Jeremy tiba-tiba saja ada diruang kerjanya. Rena membawa sebuah kue coklat yang terlihat sangat menggiurkan.



"Kalian? Bagaimana bisa kalian--"


"Putra Mahkota mengizinkan kami masuk untuk hari ini, inikan hari spesial Tuan Putri." ucap Zin sembari tersenyum manis.


Beberapa minggu berlalu Zin dan Zen terlihat lebih baik dan untuk sementara waktu mereka akan libur belajar sihir namun kemampuan sihir mereka memang sudah lumayan.


"Jangan khawatir Tuan Putri, Louis secara khusus membukakan portal untuk mereka jadi Baginda Kaisar tidak tau kalau mereka ada disini." jelas Rena yang seketika membuat Jeanelle tersadar kalau ada Louis di ujung ruangan.


"Louis~" Jeanelle menatap Louis dengan tatapan berkaca-kaca yang sontak membuat Louis memasang ekspresi jijik. Ia heran kenapa Jeanelle memiliki begitu banyak ekspresi.


"Hanya untuk hari ini Putri dan juga berhenti menatap saya seperti itu."


"Ya ampun ternyata Louis diam-diam perhatian pada ku ya." kata Jeanelle meledek Louis dan seketika pria itu berdecih.


"Tuan Putri, ini hadiah dari kami." ucap Zin dan Zen yang kemudian ia menangkupkan kedua tangannya sambil bergumam.


Seketika ruangan Jeanelle dipenuhi dengan berbagai macam kupu-kupu yang sangat indah, ada juga dedaunan-dedaunan hijau dan ruangan dingin ini seketika terasa hangat.


"Ini hadiah dari saya." kata Suno sembari mengeluarkan sebuah kotak yang cukup panjang.


Jeanelle dengan senang hati menerimanya dan ia membuka kotak tersebut yang ternyata berisi sebuah belati.



"Dan beberapa hadiah dari kami berada disana." Jeremy menunjuk kearah meja kerja Jeanelle yang terdapat beberapa kotak hadiah.


"Kami harap Tuan Putri menyukai hadiah dari kami." kata Hyun sembari tersenyum manis.


Jeanelle terdiam, tatapan senang dan hari tergambar dengan jelas diwajahnya. "Kalian semua, terimakasih."


"Tuan Putri, kita makan kue sekarang." kata Rena sembari memotong kuenya. Ini adalah ulang tahun terbaik yang pernah Jeanelle alami.


...✢⊢⊷⊢⊷❍ β˜† ❍⊢⊷⊢⊷✢...


Dua hari berlalu setelah ulangtahun Jeanelle dan setelah kepergian Terry dan Kai, rasa gelisah di hati Jeanelle belum hilang juga.


Jeanelle mendesah kesal, sebenarnya kenapa ia merasa gelisah?


Tok... Tok... Suara pintu diketuk, Jeanelle agak berteriak dan menyuruh seseorang dibalik pintu itu untuk segera masuk. Seorang Kesatria memasuki ruangannya sambil membungkuk hormat.


"Maaf mengganggu anda bekerja Tuan Putri, Baginda Kaisar meminta anda untuk segera menemuinya."


Ah, sepertinya Jeanelle tau apa arti kegelisahan didalam hatinya ini. Jeanelle bangkit dari duduknya.


"Aku akan pergi sekarang." kata Jeanelle.


Jeanelle menghela nafas, ia bertekad. Apapun yang akan Baginda perintahkan Jeanelle akan bersikap kurang ajar.


...✢⊢⊷⊢⊷❍ β˜† ❍⊢⊷⊢⊷✢...


"Firasat saya tidak baik Putri." kata Jeremy sembari menatap pintu besar dihadapannya.


"Kau benar." ucap Hyun.


"Jangan khawatir, apapun yang Baginda perintahkan aku pasti akan bersikap kurang ajar."


"Apa?!"


Pintu besar itu terbuka, Jeanelle memasuki ruangan tersebut. Ternyata disana tidak hanya ada Baginda Kaisar saja tapi ada juga Permaisuri dan seorang pria bertubuh tinggi, bersurai hitam legam dan netra berwarna hijau pekat.


Jeanelle seperti pernah melihatnya. 'Tokoh utama pria?! Pasangan Baila!' Jeanelle melongo, kalau tidak salah disaat-saat seperti ini mereka memang sudah saling mengenal kan? Jeanelle tidak menyangka akan melihatnya disini.


Tapi bukan itu yang harus Jeanelle perhatian sekarang, pikirannya jadi agak teralihkan karena kehadiran tokoh utama pria. "Saya memberi salam pada Baginda Kaisar." kata Jeanelle sembari membungkuk hormat.


"Bangunlah nak." kata Evan sembari terkekeh pelan. "Sebelumnya perkenalkan, pria ini adalah Diego Michiels Duke dari wilayah barat. Berikan salam padanya."


Jeanelle berbalik dan menghadap pria yang 3 tahun lebih tua dari Terry. "Saya memberi salam kepada Duke muda dari wilayah barat, saya harap anda sehat selalu."


"Terimakasih Tuan Putri, saya harap Tuan Putri juga menerima salam saya. Saya harap Tuan Putri bahagia selalu." kata Diego yang juga ikut membungkuk hormat. Mereka berdua pun menegakkan tubuhnya.


"Karena Pangeran dan Putra Mahkota sedang melakukan delegasi alhasil Duke harus melakukan perburuan monster seorang diri, karena itu Tuan Putri..." Kaisar menjeda ucapannya.


Jeanelle melirik dan melihat Permaisuri yang tersenyum puas, sepertinya ia tau apa yang ingin Kaisar katakan.


"Aku akan mengirim Tuan Putri dan beberapa Kesatria untuk membantu Duke muda."


Jeanelle tersenyum, ah! Dirinya sudah menduga hal ini. 'Dasar Kaisar sampah!' jerit Jeanelle kesal dalam hati.


...꧁-`π™±π™΄πšπš‚π™°π™Όπ™±πš„π™½π™ΆΒ΄-κ§‚...