INARA

INARA
47. sebuah misi



"aku mencintaimu" bisik danjsh dalam pelukan dan tidak henti mengecup gemas puncak kepala kekasihnua, "aku juga mencintaimu bahkan lebih" balas Inara masih tidak menyangka mendapatkan surprise. "Aku akan membuktikan kalau cintaku lebih besar dati cintamu"ucap Danish tidak mau kalah dengan garis bibir yang masih melengkung.


"Oh my good, jantungku masih bergentar karena kejutan ini, rasanya kita benar-benar menjadi saksi cinta mereka "ujar Zizi tidak terlalu percaya .


namun ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh pasangan muda di depan nya.


Danish masih memeluk Inara bahkan sekarang Danish dengan berani mencium bibir Inara


Cup


Sugar Daddy nya menutup mata Zizi dengan tangan nya yang masih polos.


"Apaan sih dad, gak keliatan nih adegan nya aku juga pengen liat " ujar Zizi berusaha melepaskan tangan sugar Daddy nya yang besar.


"Kamu masih kecil, kita sebaiknya keluar, lanjutkan saja adegan kalian tapi jika kalian melebihi batas ingat orang tua!" Kata sugar Daddy Zizi lalu membawa Zizi yang masih tidak terima keluar.


Danish dan Inara akhirnya melepaskan pelukan mereka.


Inara tadi mendengar om nya berbicara ia jadi malu sendiri. Betapa bodohnya dia seperti pasrah kepada kekasihnya ini.


"Maaf Inara, aku jadi khilaf!"


Inara tau


Beralih di tempat duduk untuk mereka berdua.


"Aku kan memperkenalkan kamu kepada orang tua ku, aku yakin orang tua ku pasti merestui hubungan kita" ucap danish dengan bibir melengkung.


Inara pun ikut tersenyum lalu beberapa saat Inara meneteskan matanya.


"Kenapa?" Tanya danish melihat perubahan wajah kekasihnya.


"Aku jadi ingat orang tua ku kak" ungkap Inara lalu memeluk danish. Danish ikut merasakan seperti apa yang dirasakan Inara.


"Maafkan aku,karena aku kamu jadi mengingat kesedihan kamu"


"Bukan salah mu kak, itu semua sudah menjadi garis takdir ku, tapi yang membuat ku heran itu siapa orang yang tidak punya hati menabrak lari kedua orang tua entah itu di sengaja atau pun tidak setidaknya dia kan minta maaf dulu" ungkap Inara jadi menceritakan kejadian dulu.


"Hah? Jadi orang tua mu bukan kecelakaan biasa? Terus sekarang udah ketemu belum? Sudah lapor polisi belum?" Tanya Danish jadi penasaran.


"Belum kak bahkan semua uang ku habis ketika aku terus menerus melapor polisi tapi sampai sekarang bekum ditemukan "


"Pasti sekarang orang yang menabrak lari Kedua orang tua ku masih berkeliaran di luar sana"lanjut Inara termenung.


Danish menatap wajah Inara ketika melamun, sangat polos, pikirnya.


Danish mencium punggung tangan Inara.


Cup


"Tenang saja aku akan membantumu mencari siapa penabrak itu, aku Pastika dia di penjara atas perbuatan nya!" Tegas Danish.


Ini adalah misi paling penting untuknya.


Untuk membahagiakan Inara.


Danish beranjak dari duduknya lalu seperti menelphon seseorang.


Sedangkan di tempat lain Aldo, sudah masuk di hotel bintang lima, Aldo baru sampai di Jakarta setelah menaiki pesawat di bandara .


Aldo segera mandi di kamar mandi. Usai mandi masih memakai handuk telephon nya berbunyi.


Aldo melihat panggilan dari Danish.


Aldo mengernyit lalu segera di angkat.


Aldo belum bicara namun terdengar perintah dari atasan sekaligus sahabat nya.


"Kamu sekarang sudah di Jakarta kan? Sekarang aku ada tugas untuk kamu!, Cari siapa pelaku yang menabrak lari Kedua orang tua Inara?! Kemu mengerti?! Oke!!


"Tapi Danish_" Aldo belum selesai bicara namun sudah di matikan.


Aldo membanting hp nya di kasur.


"Danish sialan, huh sabar Aldo sabar, untung bos aku " ucap Aldo dengan kekesalan nya.