
2 tahun kemudian
Tak terasa waktu begitu cepat. Seiring berjalan nya waktu apapun bisa berubah. sekarang Inara tumbuh dewasa menjadi gadis yang sangat cantik, Mandiri dan pintar. Banyak pria yang tergila gila dengan Inara.
Setelah lulus SMA inara merantau di Jakarta. ngekost di kosan yang kecil.
sekarang bekerja sebagai pegawai restoran.
Inara sangat sibuk siang ini, restoran hari ini sangat padat, banyak pengunjung yang menikmati makanan. Sampai bulir keringat jatuh di wajah Inara, inara membasuh wajahnya.
Lelah ku menjadi lillah, batin Inara.
Inara kembali bekerja sampai larut sore.
Setelah waktunya istirahat, Inara sedang membuat minuman,tiba tiba teman kerjanya mendekat Inara.
"Inara Noh, di depan ada nungguin kamu", ucap shinta menyenggol tubuh Inara sambil menggodanya, Shinta teman kerja Inara.
"Apa sih, palingan juga sedang beli makanan di sini" jawab Inara acuh lalu meminum minuman white koffe.
"Iya sedang nunggu makanan sambil Nunggin kamu juga, dari tadi ya dia celingukan Paling juga cari kamu Inara, loh kaya gak percaya sih jadi orang, " kesal Shinta pada teman nya yang gak peka soal Cowo.
"Lagian dia kan sering kemari, selaku ngobrol sama kamu juga itu kan tanda nya kalau dia suka sama kamu, btw dia namanya siapa sih "
"Dah lah, aku lanjut kerja ya. " Kata Inara cuek. Membuat Shinta kesal di buatnya.
Inara menyajikan pesanan di pelanggan nyan.
"Hai inara" sapanya, pria tampan yang terpesona pada Inara.
Riko, pria tampan, CEO perusaaan. Berpakaian rapi. Umur 27 tahun.
Terpesona pada Inara.
"Hai " jawab Inara berusaha tersenyum lalu melangkah kembali untuk pergi.
"Tunggu nar, boleh kita ngobrol sebentar?" " Katanya.
Inara berhenti melangkah dan menoleh ke arah Riko.
"Mohon maaf sebelumnya tuan Riko, untuk saat ini saya sedang sibuk melayani pelanggan, permisi" tolak lembut Inara dengan senyuman lalu melanjutkan kembali bekerja.
Riko tersenyum di tolak mentah mentah pada wanita yang di sukainya.
"apapun itu, aku akan selalu mengejar cintamu Nona Inara " ucap Riko dengan percaya dirinya ingin mendapatkan Inara
Riko sudah lama suka pada Inara.
...****************...
Berkas berkas bertumpuk di meja ruang CEO.
Perusahaan yang menjulang tinggi. Ruangan CEO bernuansa indah Di masuki oleh pria yang sangat tampan. Siapa saja akan terpesona di buatnya. Sayangnya, pria itu masih memendam rasa pad satu wanita.
"Sebanyak ini berkas nya?" Tanya pria berjas rapi memastikan. Tak lain Danish
Orang yang di belakang Danish adalah asisten pribadi Danish tak lain sahabat Danish, Aldo.
"Tentu saja tuan Danish karena setelah anda pergi untuk urusan bekerja sama dengan perusahaan lain. Banyak dokumen yang belum di tandangi oleh tuan " jawab Aldo. Danish hanya mengacuhkan. Danish mendekati tempat duduknya dan mulai bekerja dengan serius.
"Hem.." jawab Danish yang masih menandatangani dokumen.
Danish melanjutkan menandatangi dokumen hingga selesai.
Buk...
Danish tak sengaja menyenggol bingkai foto di meja kerja nya. Akhirnya Danish mengambilnya. Untung tidak pecah. Danish terpaku di buatnya, foto remaja gadis cantik berkerudung dan tersenyum manis.
"Hai Inara, how are you?" Tanya Danish memandangi foto Inara.
Sudah sejak lama Danish menyimpan foto foto Inara, mungkin bisa di katakan SMA juga masih menyimpan foto Inara.
"6 tahun Inara, 6 tahun meski waktu bisa merubah segalanya, tapi cintaku padamu tidak pernah berubah. " Ucap Danish dengan tulus.
"Sekarang kamu di mana Inara? Semoga tuhan mempertemukan kita " ucap Danish berharap dapat bertemu Inara setelah sekian lama Danish fokus hanya bekerja.
Danish akhirnya keluar ruangan sambil berjalan keluar ruangan. Banyak sapaan dari karyawan nya, karyawan nya tau jika Danish bos mereka. Danish banyak di segani oleh semua orang.
Di ikuti asisten pribadinya, Aldo tak kalah tampan nya.
" Aaaa pak Danish ganteng banget, boleh ngga ya gue minta jadi pacarnya " terdengar perkataan dari karyawan.
"Hust, gak usah mimpi, loh diam kalau ngga loe bisa di pecat" jawab teman di sampingnya.
Danish akhirnya berhenti dan menoleh di belakang menoleh kepada orang yang dari tadi membicarakan nya.
Mereka semua gugup.
"Maaf pak atas kesalahan teman saya, maafkan teman saya pak" mohon nya.
"Yasudah kembali bekerja " ucap dengan tegas Aldo yang mengerti situasinya. Setelah di tangani oleh Aldo, Danish Melanjutkan berjalannya. Diikuti Aldo.
Waktu sudah pukul sore, Inara melepas seragam pekerjaannya. Shinta teman kerja nya mendekati Inara
"Denger denger ya Inara, ada temen bos Yang akan kemari, katanya sih bos nya tampan banget akan bekerja sama di restoran ini. Kamu jangan pergi ya nar, liat bos aja " Rayu Shinta agar Inara jangan pulang.
Ada beberapa karyawan yang tidak pulang karena ada pertemuan yang sangat penting membuat mereka harus lembur. Tapi tidak dengan Inara, Inara tidak di tunjuk untuk lembut.
"Nggak deh, shinta pikiranmu ya cogan Mulu, aku sibuk di rumah, udah ya Shinta aku pulang duluan byee." Ucap Inara setelah membereskan barang barangnya bersiap pulang.
Shinta cemberut di tunggal pergi.
Inara pergi, setelah putus dari Aldi mantan nya yang mengkhianatinya. Hati Inara sudah tertutup oleh siapapun, Inara hanya ingin fokus bekerja.
banyak Cowo dari kalangan atas sampai bawah mengejar Inara, tapi hari Inara tertutup oleh siapapun. kecuali Teman SMA Inara Danish sedikit terbuka padanya.
Inara keluar ruangan berpapasan dengan pria yang berjas rapi, mungkin dia teman bos nya yang akan berkunjung, tapi Inara cuek tidak melirik sedikitpun.
Sedangkan yang berpapasan dengan Inara di pintu masuk adalah Danish dan di diikuti Aldo Bachtiar.
Danish terlalu fokus di pintu masuk, Danish tidak menyadari berpapasan dengan Inara.
Aldo menoleh ke belakang mempertajam matanya sepertinya Aldo melihat Inara.
'Apa gue salah lihat tadi gue lihat Inara di sini', batin Aldo. lalu menggelengkan kepalanya mungkin salah lihat.
'Mungkin salah lihat,' batin Aldo.