INARA

INARA
Bab 12. Pengumuman



Lomba telah usai, giliran Pengumuman siapa yang menang dalam ajang ini.


Inara gugup berharap dia bisa menang.


Danish dan sahabatnya yang tidak jauh dari tempat duduk Inara melirik Inara yang cemas tidak tenang.


David melirik sahabatnya, Danish. Yang sedari tadi melihat Inara seolah tau dengan kondisi nya.


"Kayaknya Inara Gugup Deh, Sana Bro Samperin Dia yang sendiri. Dia butuh Teman. Mantan nya aja Sedang bersenang senang gak tau tempat" Ucap David sambil melihat yang tidak jauh di mana Aldi Sedang bersama wanita lain setelah putus dengan Inara.


Danish menengok David Sambil memikirkan nya.


"Lo kelamaan mikir Danish " timpal Putra yang sudah gemas di buatnya.


Danish menghembuskan nafas nya dengan berat.


"Belum saatnya gue Berada di samping dia " ucap Danish sambil kembali melihat Inara.


David dan putra yang sudah pasrah dengan kelakuan Danish yang sudah terbiasa. Toh percuma danish mempunyai sifat yang keras kepala.


Pengumumam siapa pemenangnya sudah segara di mulai. Inara Nampak panik.


Inara dengan serius mendengarkan siapa yang menang dalam lomba fashion kali ini.


Guru sudah menyebutkan nama nama nya.


JUARA PERTAMA : Qika


JUARA KEDUA : WIRA


JUARA KETIGA: YAYAN


Guru sudah menyebutkan ketiga orang yang memenangkan, ketiga nya langsung naik ke panggung.


Raut wajah Inara berubah sedih.


Bagaimana ini, bagaimana aku ngadepin ketiga cewek itu. Pasti mereka akan menghujat dan membuli ku. Aku harus apa ini, Batin Inara berteriak.


Mereka tak lain Raysa, Widaya Dan Qirana yang sudah berdiri sejak tadi menatap tajam Inara.


Widya menatap Inara dengan marah.


"Lo mau apain dia?" Tanya Widya pada Raysa Yang menahan amarah.


Raysa menoleh ke samping.


"Menurut Lo?" Tanya kembali Inara.


Qirana yang bingung dengan percakapan yang tidak masuk akal ke otaknya. Langsung aja bertanya.


"Emangnya kita mau apain lagi Cewek itu, Bukanya si Inara sudah jelas Kalau pasti malu-maluin kelas kita" ucap Qirana yang otaknya Loading.


Widya menonyor kepala Qirana.


"Maka dari itu kita hukum si Inara karna udah malu-maluin kelas kita" Qirana memgelus kepalanya.


"Gak usah Di pukul Napa kepala sakit tau" Ringis Qirana memgelus kepalanya.


Raysa tersenyum melihat kelakuan Qirana.


"Let's Go" Ucap Raysa berjalan mendahului.


Widya mengikuti. Qirana yang telah langsung mengejar dua sahabat nya.


"Lo ikut Gue!" Perintah Raysa mendekati inara yang sedang duduk.


"Tapi.." ucapan Inara terpotong.


"Gak ada Tapi tapi an. Ayo ikut kami!" Ucapan dengan tegas Raysa ucapakan. Raysa dan sahabatnya pergi. Dengan terpaksa Inara mengikutinya.


Danish, David dan putra Sedari tadi melihat sendiri Inara mengikuti Geng Cewe Judes yang di julukinya merasa curiga.


"Hei Lihat, Inara Ngikutin Geng Trio Judes Itu jangan jangan Inara mau di apain sama Si Trio Judes" ucap Putra merasa curiga.


"Mungkin, Menutut Lo" jawab David ragu Sambil menyenggol Danish.


Danish hanya diam menatap mereka pergi.


Salah satu Pria yang merupakan siswa itu menghampiri mereka yang sedang Membahas Inara.


"Kak David, Danish Sama Kak putra di panggil Guru sekarang !" Serunya.


David menepuk pundak Danish.


"Oke Thank Infonya " Jawab David berdiri dari duduknya. Pria itu lalu pergi.


"Mau mikir apalagi, Ayok Ke Sana " ucap David sambil melirik Danish yang hanya diam.


Di sini mereka Berada. Di kelas yang sudah sepi tidak ada orang.


Geng mereka yang di ketuai oleh raysa tersenyum sinis menatap raut wajah Inara yang hanya diam membisu.


"Lo tau kesalahan Lo?" Tanya raysa memecahkan keheningan di antara mereka. Kedua sahabat raysa tertawa senang pastinya mereka tau rencana yang di pikirkan Raysa.


Raysa yang membawa botol minuman dengan pelan membukanya di depan Inara. Inara juga bingung apa yang dilakukan raysa. Tanpa Inara sadari raysa secara mendadak menyiram wajah Inara membuat Inara kelabakan.


"Emangnya apa salah ku sama kalian semua. Sampai kalian menyiram ku?" Teriak dengan berani Inara pada mereka.


Mereka tertawa mendengar pertanyaan Inara.


"Lo yang udah neghancurin acara fashion show. Lo kalah membuat kelas kita malu. Lo Tahu?!" Bentak raysa menjambak rambut Inara.


Awww. Inara kesakitan rambutnya di Jambak. Tak lama raysa menghampas rambut inara yang sudah di tutupi krudung.


"Aku laporin kalian semua ke BK" ancam Inara.


Mereka tertawa.


"Lo lupa Inara siapa raysa. Raysa anak dari CEO perusahaan terkenal hahaha mana bisa Lo laporin. Yang ada Lo yang di keluarin"


Inara diam.


Braaakkk


Mereka bertiga kaget siapa yang sudah masuk ke kelas yang sebelumnya sudah di kunci.


Mereka berempat menengok ke arah pintu siapa yang datang.


Betapa terkejutnya mereka setelah tahu siapa yang datang. Muka mereka langsung pucat pasi.


"Danish.." ucap serempak mereka bertiga dengan panik.


Orang itu Tak lain Danish, Menatap tajam ke arah mereka bertiga raj kain raysa dan sahabatnya.