INARA

INARA
32. Apa yang dilakukan



Jarum jam selalu berputar


Awan hitam mulai menggumpal Memekik untuk pergi


Menelusuri nyawa yang hampa


Setiap Putaran Waktu Semua Akan Berubah


Bagaikan air yang di tuangkan pada wadah yang penuh


Namun Rindu Ku semakin Menambah


Hanyut Dalam Keheningan Penantian


Namun semua hanya selembar harapan


Menantimu mu datang, Namun dirimu tak kunjung datang


....


"Jadi siapa pelakunya" tanya Danish the point begitu Aldo masuk sambil memainkan bolpoin di tangan nya.


Aldo menatap sahabat nya sambil memberi sebuah flash disk yang berukuran kecil ke meja Danish. Dengan cepat Danish mengambil nya dan memasang nya ke komputer.


Putaran beberapa video CCTV menggambarkan sebuah gabungan Inara.


"Sial!" Umpat Danish ketika tau siapa pelakunya.


"Wanita itu memang rubah menjebak inaraku" ucap Danish.


Aldo yang juga sahabat nya pun mengerti bagaimana perasaan Danish saat ini.


"Aku sudah menemukan mereka, raisya dan sekelompok nya memang mengincar inara da mungkin itu sebagai balas dendam, makanya mereka ingin mencampurkan obat itu ke minuman Inara"


"Panggil Inara nona, jangan cuma pakai nama "


"Ah siap, kau terlalu posesif bro" damiah tertawa.


Nada handhpone Aldo berdering Aldo mematikan nya.damish melihat sekretaris nya sedikit melamun hari ini.


"Kau kenapa?" Aldo menghembuskan nafas nya dengan berat.


"Nanti malam gue harus ke Paris, Nenek gue sakit dan gue harus kesana nanti malam Lo tau sendiri kan gue harus bolak-balik " Aldo menjelaskan.


Memang Aldo sahabat Danish yang jarang sekali dia temui kalau bukan masalah pekerjaan.


"Lo ingat gak waktu SMA gue juga pindah dari sekolah Lo ke Paris, Itu semua karena orang tua gue yang merintah,"


"Gue tau jaga baik baik "


"Siaapp"


"Kerja bagus "


"Tumben sekali Lo muji gue biasa nya juga gak" ejek Aldo.


Tak heran aldo sangat cerdas sehingga danish menerimanya menjadi asiaten.


"Ada satu hal yang belum gue sampaikan " kata


"Apa"


"Mantan Inara, bekerja disini" ucap Aldo sambil melihat jam tangan nya.


"Apa,?! Ya sudahlah kau pergi hanya mantan saja tak usah dibahas",


"Tumben gak cemburu nih "


"Hany mantan saja gak penting"


....


Sebuah mobil hitam mewah melaju dengan cepat, Begitu pula Motor Besar melaju dengan kecepatan yang sangat cepat. Mobil mewah itu ber belok ke kiri. Motor itu berbelok ke kanan arah di mana mobil itu melaju dengan kecepatan yang sangat besar.


Kedua kendaraan itu hampir tertabrak.


CIIITTT.....


Kedua kendaraan itu Berhenti mengerem mendadak.


Sial, Hampir tertabrak batin Eliza pengendara motor.


Di dalam mobil si sopir ketakutan hampir ia tertabrak membahayakan dirinya dan tuan nya.


"Maafkan saya sa-ya tu..an " ucap sopir Daffa dengan gemetar sambil melihat arah kaca yang di tatapi tajam oleh bos mafia nya.


" Biarkan saya keluar menghadapi orang yang Hampir menabrak kita tuan" ucap sopir Daffa


"Cukup!" Suara bariton besar menahan amarah


"Saya yang akan menemuinya " ucap Raksa membuka pintu mobil dengan gagahnya dan keluar.


Pria berdasi itu sudah di depan mobilnya dan membenarkan Jaz nya adalah Raksa.


Eliza turun dari motor


"Sial waktu gue terbuang menemui Inara, harus ngadepin masalah kecil ini, gerutu kezal wanita cantik yang ber outfit hitam-hitam.


"Lama banget sih Eliza " ucap kesal inra sambil menyala matikan telephon. Ya tapi tidak ada notifikasi apapun dari teman nya