
Pagi telah tiba
Waktu sudah menunjukan jam 8 pagi namun si empunya juga belum bangun.
Ahza Danish, sosok pemuda yang semalam menemaninya sedang membaca iPad nya.
Dia tidak berangkat di perusahaan, hanya mengecek di layar nya.
Inara, mengerjapkan matanya. Otaknya mengingat atas semalem terjadi, Inara terkejut mengingat beberapa adegan yang tidak sepenuhnya ingat, hanya ingatan tentang, dia, dia sedang berciuman dengan raksa begitu dalam.
"Haaahhh" ucap Inara langsung duduk di kasur. Dia melihat sekeliling, kamar hotel.inata langsung melihat ke tubuhnya,membuka selimut ya menutupinya.
Inara menangis, dia sudah melepaskan kerudungnya, tapi dia juga lega pakaian nya masih utuh seperti semalam.
Sosok pemuda itu mendekati inara.
"Akhirnya kamu sadar juga " ucap tersenyum Danish. Inara kembali menatap Danish.
"Danish kenapa aku berada di sini?"tangis Inara.
"Kenapa kau menangis Inara?" Tanya Danish dengan lembut. Dia mengusap air mata Inara.
"Kak Danish, bagaimana aku berada di sini, terus aku mengingat kalau...kalau" kata Inara terbata.
"Kalau? " Tanya danih mengulang.
"Kalau aku dicium raksa huhuhu" Inara menangis. Inara hanya mengingat beberapa kejadian semalam selanjutnya dia tidak tau apa yang terjadi.
"Semuanya baik baik saja Inara" kata Danish. dengan lembut
Inara begitu tersentuh dengan sosok yang berada di depan nya itu, yang selalu menemani Inara.
Ahza Danish, sosok tampan dan juga benar-benar tulus mencintainya.
"Kak Danish jam berapa sekarang ",
"8 pagi"
"Kak Danish Inara kesiangan, aku tidak berangkat bekerja " ucap Inara dengan panik.
"Saja mandi dulu, kakak sudah menyiapkan pakaian nya " ucap Danish menyuruh Inara yang masih berantakan untuk mandi.
Inara melihat tubuhnya sangat tidak enak di pandang,Inara pun menuruti perkataan Danish.
Inara pun membersihkan tubuhnya
Setelah mandi Inara di tinggal pergi oleh ahza Danish, ya g sedari tadi malam menemaninya.
Danish langsung berpamitan karna hari itu juga dia ada rapat bersama perusahan-perusahan petinggi lain nya.
Setelah selsai rapat Danish berjalan dengan angkuhnya, di ikuti oleh Aldo, sang sekretaris setia nya yang membawa buku hasil rapat.
Semua karyawan yang berhadapan dengan Danish langsung menunduk hormat.
"Selamat siang tuan " sapa semua karyawan, ketika Danish berjalan..
"Siangg...." Jawab Danish langsung melanjutkan perjalanan nya. Semua karyawan kaget, biasanya yang menjawab adalah sekretaris nya. Tumben Ketua CEO Nya. Ada angin apakah.
Setelah sampai di ruangan nya
"Do, cari siapa pelaku yang berani mencampurkan Obat perangsang ke inaraku!" perintah danish yang langsung diiyakan oleh Aldo, Aldo lalu pergi mencari informasi nya yang akan dia perintah kan kepada bawahan nya
Danish duduk sambil memejamkan matanya, atas kejadian yang membuat gairahnya bangkit namun ia tahan sampai hari ini stress.
Danish menatap bingkai foto ukuran 10R di meja kerja nya, sosok wanita yang selalu membuat pikiran nya hilang tak karuan hanya memikirkan wanita itu saja, sosok pujaan hatinya yang tersenyum manis.
Danish tersenyum sendiri, menatap lama foto Inara.
"Inara kau tau, aku bisa gila tanpamu, tidak akan aku biarkan semua laki-laki menyakitimu apalagi sampai menyentuhmu " Ucap tegas danish.
tangan besarnya memukul meja kerjanya. mengingat kejadian Inara yang akan di setubuhi seseorang yang tidak asing baginya,
"brengs*k!!!, kurang ajar pria itu!" Danish semalam memukul nya sampai babak belur.
"siapapun pria yang semalam membuat wanitaku kesakitan sekarang tidak akan kubiarkan lolos. " Rahang Danish mengeras.