INARA

INARA
Bab 18. hari yang menyakitka



Setelah pulang dari kafe. Amplop yang berisi uang di masukan ke dalam tas nya. Untuk biaya kos an dan kehidupan nya


hari ini hari yang menyakitkan.


Nyari pekerjaan adalah hal yang paling menyakitkan.


untungnya bos nya memberinya uang pesangon karena sudah setia bekerja.


Hari masih siang.


Inara berjalan di jalan sambil bertanya di sekitar nya, mengenai mungkin ada lowongan pekerjaan. Apapun pekerjaan nya ia akan terima.


"Bu, apa di sini ada loker Bu?" Tanya Inara kepada pemilik warung kecil.


"Maaf mba lagi agak ada"


"Oh iya makasih Bu, saya permisi"


Inara sudah bertanya dan mencari lowongan. Pekerjaan, sayang nya dia belum menemukan nya.


Inara membeli minuman sebotol aqua dan menaruhnya di tas slempang.


Akhirnya Inara duduk di halte bus.


Panas nya sinar matahari sangat membuatnya wajah Inara sudah berkerngat.


Inara melihat hari sudah sangat siang. keringat membanjiri karena panasnya terik matahari Inara membasuh wajah yang sudah berkeringat dengan tangan nya.


"Aku belum menemukan pekerjaan " ucap Inara dengan nada sangat kecil bermonolog kepada dirinya sendiri.


sudah keliling mencari pekerjaan sayang nya tidak ada.


Tak lama bus datang, akhirnya Inara menaiki bus beranjak untuk pulang.


Mungkin akan melanjutkan mencari pekerjaan nya besok, karna hari ini sudah begitu lelah.


Setelah pulang ke kos an nya.


Inara segera mandi, setelah bosan hanya di kamar kos terus. Akhirnya Inara keluar kamar menatap banyak penghuni kos keluar kemari.


Inara menatap lalu lalang penghuni kos an nya beraktivitas karna hari akan menjelang malam.


Inara menghela nafas nya dengan berat harus mencari pekerjaan di mana secepatnya Inara harus mendapatkan pekerjaaan.


Gadis seumuran Inara sepertinya habis bekerja di kantor ada guratan wajah kelelahan, dia tersenyum menyapa Inara dia mendekati inara.


"hai nar, kamu gak kerja?" tanya nya gadis itu lalu duduk di samping Inara.


Zizi, gadis cantik seumuran Inara, teman kos Inara.


terkadang kalau Inara atau Zizi tidak bekerja mereka menghabiskan waktunya dengan berbelanja.


yang pasti terkadang di traktir oleh Zizi.


penghasilan Zizi lumayan banyak.


katanya di OB di perusahaan itu.


Zizi


"hai juga zi, gak nih, lagi gak bisa kerja lagi di kafe udah resign" jawab Inara tersenyum membalas pertanyaan Zizi.


Inara dam Zizi lumayan akrab.


"kenapa berhenti?"


"bos yang di kafe udah keluar, semua karyawan jiga di keluarkan, bingung nih, kamu ada kerjaan gak di kantor kamu, pekerjaan apa aja deh asalkan aku bisa bekerja "


"biar bisa bayar uang kos an zi dan juga kebutuhan aku" ucap Inara memohon.


Zizi yang mendengar permohonan teman nya juga merasakan kasihan.


sepertinya di perusahaan nya sedang tidak butuh pekerjaan.


tapi demi teman nya Zizi akan mencoba lagi mungkin saja di perusahaan nya sedang butuh pekerjaan.


Zizi, teman kos Inara. Zizi bekerja di perusahaan sebagai OB di sana.


"Nanti aku lihat ya nar, kalau ada nanti aku kabari kamu deh" ucap Zizi merasa kasihan pada Inara. mungkin dengan bertanya apa ada lowongan pekerjaan di perusahaan nya mungkin bisa membantu Inara.


Inara yang mendengar langsung senang.


berharap ada pekerjaan untuknya.


"oh ya makasih yah Zizi" jawab Inara memeluk zizi.


" tapi nar pekerjaan nya sangat berat di tempatku "


"ngga papa Zizi yang penting aku bisa bekerja buat bayar kos an "


"udah yah nar, aku masuk duluan, mau mandi " ucapnya setelah Inara melepaskan pelukan nya, zizi pamit lalu beranjak dari duduknya.


Inara menganggukan kepalanya Inara juga kasihan melihat kelelahan dari wajah teman kos an nya.


setelah Zizi masuk inara berdoa dalam hatinya semoga ada pekerjaan di perusahaan Zizi tempatnya bekerja.


Karna tubuh Inara juga lelah akhirnya Inara beranjak masuk ke kamar kos an nya ingin tidur.