INARA

INARA
46. Ketulusan Danish



Tentang Semesta


Dari seseorang yg suka akan keindahan Alam


Diksinya, Tumpukan Tulisan nya akan dianggap berlalu


Yg utama menikmati bagaimana laut di terpa badai namun bisa tenang


Aku mungkin bisa tertawa terbahak-bahak


Salah satu cara agar terlihat seolah tidak apa-apa


Siapa sangka hati masih di posisi sama


Tidak bisa melupakan semudah membalik kan tangan.


....


Naina begitu sampai di rumahnya.


Pintu utama terbuka.


Buru buru Naina masuk ke rumahnya, Naina bergegas ke gudang,kosong.


"Inara..!!!" Teriak Naina keras. Kosong, tidak ada sahutan.


Naina. Gadis berambut pirang itu mengikat rambutnya asal asalan.


Ruangan di gudang yang pengap,kotor dan juga tak terawat benar benar membuat tubuhnya berdebu.


"Bangs*t kamu ya pasti ini ulah Zizi!" Naina menerka nerka.


"Akh!" Naina membanting semua barang di gudang


Naina segera menghubungi Zizi.


Apakah Zizi sudah sampai di rumah nya tapi mengapa dia tidak mengabari nya.


Banyak pertanyaan di beka Naina.


1 kali 2 kali hingga beberapa kali Naina mengbungi Zizi Tamun tidak dingkat.


"Awas kamu yah zi"


Bodohnya aku mempercayai mu


Inara membuka. Apartemen milik Zizi dan sugar daddy nya yang sempat dikenalkan di Inara katanya namanya reno.


"Uncle Reno, Zizi, biar aku saja yang membuka pintu, itu pasti kak Danish " kata Inara lalu berjalan ke arah pintu.


"Daddy siap siapa ada drama live streaming" goda zizi. Reno, mengelus puncak rambut Zizi.


Inara tak sabar bertemu kekasihnya, ups nama Danish yang sekarang sudah berada di hatinya.


Brek.


Pintu terbuka.


Seorang pria tamoan yang menatap Inara berkaca-kaca, seolah tidak bertemu selama bertahun-tahun.


Grep


Danish Tanpa malu tidak melihat keadaan sekitar langsung memeluk Inara.


Inara Dian terpaku.


"Inara! Kau pergi tanpa mengabariku, aku cemas " kata Danish memeluk erat Inara.


"Kemana saja kamu Nara "


"Aku mencari mu dimana mana aku khawatir "


"Aku bahkan sangat sangat merindukan mu "


"Nara, please miss i'don't reject!"


Danish sampai mengeluarkan suara English nya ketika Inara diam diam saja padahal dirinya sangat khawatir .


"Kak Danish tanya satu-satu aku bahkan lupa mau jawab yang mana, aku sangat senang kak Danish mencemaskan aku, sejak kapan kak Danish jadi cerewet begini"


Inara memukul pundak Danish dengan gemas.


"Saya memang mencintai kamu Nara sangat sangat, kita nikah yuk" gejolak di hati Danish sudah membara rasa sayang dan cintanya kepada Inara takut Inara akan pergi


Danish akan mengikat Inara dalam hubungan yang serius.


Inara melongo tak percaya ...


Lalu beberapa menit kemudian.


Inara tertawa.


Danish sedang bercanda pikirnya


"Kamu bercanda ya kak, bercanda nya gak lucu " kata inara tertawa


Nikah itu bukan hanya atas dasar saling mencintai tapi juga tentang kepercayaan, kesetiaan, komitmen.


Inara tertawa terbahak bahak.


Danish menatap Inara kesal


"Aku serius Nara!"


"Hah kamu serius? Mau nikah? Hahaha "


Inara masih saja menganggap lelucon.


Inara mencekal kedua pundak inara.


"Dengar nara aku tidak ingin melihat kamu di sakiti sama siapapun, selagi kamu bersamaku kamu akan selalu aku jaga sepenuh hati jiwa dan raga, Inara I love you "


Inara menatap kedua mata Danish tidak ada kebohongan.


"Will you Merry me ?" Ucap Danish lalu membungkuk kedua kakinya lalu mengeluarkan sesuatu dari kantong celana nya


Cincin berlian bergambar hati.


Cantik.


"Yes " ucap Inara tak percaya.


Segara Danish pasangkan cincin itu di jari Inara sangat pas dan cantik yang memakai Inara.


Danish memeluk inara bahkan mencium puncak hijabnya.


"Aku bahagia Inara "