INARA

INARA
Bab 27. Move on



...Puitis ...


...Ciptaan Siti Salmah ...


...Tentang Semesta...


...Dari seseorang yg suka akan keindahan Nabastala ...


...Diksinya, Tumpukan Tulisan nya akan dianggap berlalu...


...Prioritas menikmati bagaimana laut di terpa badai namun bisa tenang...


...****************...


"Jadi Danish itu CEO di tempat kerja itu?"tanya Aldi terkejut bertanya rumah teman nya yang sama di tempat kerja Aldi.


"Iyah emang nya kau kenal tuan Danish " tanya balik teman nya.


Aldi mengingat Danish.


Kakak kelas waktu Sekolah SMA tapi diayak pernah melihat bersama Inara. Tapi kenapa mereka sekarang dekat seperti ada hubungan.


"Dia kakak kelas ku waktu SMA"Jawab Aldi.


Dia sedang bertamu. di rumah teman nya.


...


Danish membawa Inara pergi ke kafe yang ia punya bersama para sahabatnya.


"Kak aku mau pulang aja," Inara berbalik badan ke arah pintu keluar kafe, Danish mencekal tangan Inara.


"Disini aja yah, Ina kan belum makan " ucap Danish lembut. Danish menarik pelan tangan inara.


Yang di tarik hanya pasrah karna emang dari tadi jalan-jalan belum makan.


Para sahabat Danish semuanya melongo melihat keberanian Danish yang membawa Inara, gadis waktu SMA suka tapi tak berani mendekat terlalu dalam.


Danish sudah melepaskan tangan nya ke inara.


"Duduk di sini aja yah " Danish membawa Inara ke tempat duduk agak jauh sedikit dengan sahabat nya. Danish malah mendorong kursi akan Inara duduk.


Pelayan datang Danish memesan minuman kesukaan Inara tanpa bertanya.


Danish lalu mendekat ke para sahabatnya.


Ia langsung duduk di depan. Langsung sahabat nya cerocos. David Si Cool Jangan lupa ada Aldo dengan style kalem nya.


"Ternyata Lo sekarang Gercep yah keburu hangus jiaaakhhh" goda david


"Pepet terus bro sampai halal "


"Asssiiiikkk"


"Mulai sekarang gue bakal terus di samping dia sampai benar-benar jadi milik gue " ucap Danish


"Betul "


" Gue suka gaya Lo" puji David dengan sinis.


Inara melihat Danish yang sedang mengobrol dengan sahabat nya.


Inara tersenyum manis, sahabat Danish David juga ikut tersenyum sedikit. Lalu kembali berbicara dengan Danish,setelah selesai berbicara Danish kembali ke tempat Inara.


"Maaf lama"


"Ngga papa kok kak"


"Tapi aku manggil kamu kak, padahal kan kak Danish kan bos aku" Inara memang sudah tau ternyata perusahaan dia bekerja punya danish.


"Tidak masalah buat diriku


Makanan udah datang Inara mengambilkan minuman lalu meminum nya. Inara meminum minuman rasa white koffe.


"Bagaimana kak Danish tau minuman favorit ku white koffe?" Tanya Inara, Inara juga mrluhat bagaimana hidangan malam hari ini makanan kesukaan Inara.


Danish hanya meminum kopi saja.


Danish tersenyum.


Inara kembali merenung.


" Udah yah"


"Inara " astaga panggil seseorang Inara melihat kedatangan mantan pacarnya.


Danish menatap Aldi tak suka.


Lagi-lagi bertemu dengan nya.


Dimana pun dan kapan pun.


Aldi tanpa permisi langsung duduk di tengah-tengah mereka.


"Inara please yah maafin aku, aku tau dulu aku salah setelah lulus aku baru sadar kalau aku masih mencintai kamu"


Inara enggan mendengar nya.


"Dia ternyata khianatin aku, nikah sama orang lain "


Di hati kecil Inara tersenyum tidak ingin kasihan karna dia pantas menerimanya.


Bisik-bisik dari sahabat Danish.


"Menurut kalian mereka balik lagi gak ?" Tanya Aldo sahabat Danish.


"Gak, soalnya cewe biasanya kalau udah sakit hati susah di bujuk " jawab David.


Danish juga menanti ucapan Inara.


Aldi yakin Inara masih mencintainya terbukti sampai Sekarang Inara tidak dekat dengan siapa-siapa.


Kadang Aldi juga bingung kenapa Inara sering berada dekat Danish


"Tapi maaf, rasa itu sudah berlalu sudah kubur dalam-dalam aku tidak mempunyai perasaan lagi semuanya sudah berlalu, jadi nikmati realita yang ada "


"Tapi Inara-" potong danish


"Kau tidak dengan yang di katakan Inara? Apa belum cukup mendengarnya "


"Inara izinkan aku "


"Pergi atau kita yang akan pergi"


"Okeh lebih baik aku yang pergi, semoga kamu tidak menyesal Inara "


Aldi pergi.


Danish tenang ternyata Inara tidak kembali ke kasih lama nya.


pikiran Nya akan fokus bahwa Inara akan selalu bersama nya


"Ku kira kau masih ingin bersamanya " pikir Danish, Inara menggelengkan kepalanya.


"Tidak itu hanya masa lalu"


"Perfect Ina "


Sahabat Danish kembali berbincang


Danish mendekati para sahabatnya


"Kita duluan yah" pamit Danish


"Hati-hati, di jaga anak orang " di balas huruf o oleh tangan Danish.


"Duluan yah Gaes " ucap inara tersenyum manis.


"Hati-hati di jalan " Danish pergi bersama Inara


"Lo liat gak kalau Inara itu sekarang berubah " ucap Aldo, David mengernyitkan dahi.


"Makin cantik, makin manis dan anggun apalagi pakai hijab beuhhh" David hanya tersenyum emang benar Inara berubah makin cantik.


"Kalau Danish dengar Lo bisa di tendang " ucap David mengancam. Aldo bergidik meskipun sudah menjadi sekretaris tetap saja sangat tau kalau Danish sedang marah.