
~Salma~
Derasnya Hujan
Ku Hirup Pikuk Udara Segar
Mengingat Kilasan Memori
Dalam Desah Hati Yang kian Membiru
Hujan Menjadi Saksi Bisu
Sedih Di Kala Duka Menyapa Ke Relung Raga
Ku Nikmati Tiap Tetesan Air Hujan
Badanku Menggigil,Ku Tak Peduli
Sendiri Di Jalanan Sunyi
Suara Gemercik Hujan Ku Nikmati
...
Eliza dan Raka bergandengan tangan, banyak pasang mata menatap iri pada pasangan ini, Raka dan Eliza berjalan di tengah jalan sambil bergandengan tangan, Jalan Eliza berlenggak lenggok. Apalagi tampilan Eliza melalui dress selutut yang sangat seksi dan Raka, berpakaian jas kantoran. Mereka berdua melepaskan kaca matanya sambil tertawa ria seperti dunia ini milik mereka berdua
"Aaaah cape nya " teriak Eliza
Raka memberika segelas jus jeruk kepada Eliza pun menerima nyaa.
"Thank"
Mereka berdua sedang berfoto untuk acara pernikahan mereka.
"Segarnya"..... Kata Eliza.
Eliza yang tadi memasang wajah bahagia seketika masam.
"Ada hubungan apa kau dengan Inara seperti nya kamu memendam sesuatu " ucap Eliza. Raka gugup, dulu memang Raka memandang Inara suka, sedikit tertarik dengan wanita sederhana seperti inara
Raka sebisa mungkin bisa menjawabnya meski bohong.
"Seperti yang kau ketahui mantan bos nya. 'Hanya itu'" ucap Raka bohong.
Eliza berpikir jernih tidak mungkin Raka menyukai Inara kan. Meski sedikit bingung dengan tatapan Raka yang menatap lam Inara.
" Oke aku percaya " kata Eliza sebisa mungkin berpikir positif.
Raka tersenyum akhirnya dia tidak akan lagi lanjut berbohong.
Kringgggg… Hoam Inara melihat jam pukul 06:: 00(kebetulan hari Minggu jadi bangun agak lama). Inara langsung menyambar handuk dan pergi mandi.
Selesai mandi Inara langsung memakai baju kesayangan . Setelah itu keluar untung joging dengan teman kos an nya.
Zizi, Inara sudah berjanji akan joging pagi bersama teman kos an nya.
Tanpa Inara sadari handphone nya tergeletak di nangkas. Karna handhonya mode senyap jadi tidak mentari kalau sedari tadi handphone nya menyala. Sebuah panggilan masuk dari 'Kak Danis❤️' ada sebuah tanda love di samping kata Danish entahlah Inara mengeditnya setelah tau Danish menyukai nya.
Inara sudah keluar ke kosan nya dilihatnya Zizi juga sudah siap joging. Jadi mereka berjalan bersama. Joging pagi.
"Kirain gak jadi nar, habisnya kamu lama banget sih" geruti Zizi.
Inara tersenyum
"Gak kok tadi aku habis masak jadinya lama hehe maaf ya"
"Gapapa kok yuk jalan pagi" ajak Zizi Inara pun meng iyakan nya.
Danish gusar menatap ponsel nya saempunya tak ku Jung tertawan alhasil Danish sudah berpakaian rapi mengendarai motornya menemui seseorang yang selalu ada di pikiran nya saat ini.
Lama Danish menunggu sampai sahabatnya David menelphon nya
"Hmm"gumam Danish
"Lo di mana?" Tanya David di sebrang telephon.
"Kenapa?" Tanya balik Danish ketika mendengar suara David sperti sedang ada masalah.
"Ini penting sekali. Ada masalah di kantor" jawab David.
"Apa yang sedang terjadi di kantor "
"Ini tenta-ng..."David hampir mengatak semuanya tapi terhenti ketika mendengar dari sebrang telephon nya seperti tidak asing. Danish sangat serius mendengarkan.
"E-h ada kak Danish, good morning Mr.." sapa Inara menggoda Danish dengan sebutan Mr.
Danish yang tadi awalnya tegang jadi tersenyum tipis. Zizi ngelihatnya sampai terpesona.
"Pagi Juga"jawab Danish
Tujuan nya ke kosan an Inara sampai lupa.
,"Nanti ku kabari lagi" tit, sambungan telephon terputus oleh danish
"kok Kak Danish pagi pagi kesini?" tanya Inara
"kamu lupa?, kalau hari ini teman mu katanya mau menikah? apa kau tidak mau hadir hemm?" tanya balik Danish sedetik kemudian Inara mencerna ucapan Danish. matanya pun mendelik.
"ouhh.... iya... aku lupa " ketika Inara tersadar. Danish menggelengkan kepala kelakuan Inara suka pelupa.