
Bukanya kak Danish tadi Di Panggil Guru. Lalu kenapa kak Danish kesini. Batin raysa terkejut menatap kedatangan Danish.
Raysa menyenggol kedua sahabatnya seolah tanya kepada mereka mengapa ada danish. Kedua sahabat raysa yang seolah tau dengan kodean raysa Mengangkat punggung sedikit. Menandakan bahwa mereka juga tidak tau kedatangan Danish.
"Kalian Sedang Apa Disini!" Suara tegas dari mulut Danish membuyarkan lamunan mereka.
Raysa dan sahabat nya gugup harus menjawab apa.
"Aaah... Itu kak tadi.... Emmm..." Raysa yang berusaha menjawab sambil memikirkan jawaban terpotong oleh perkataan Danish.
"Jawab!. Jangan kelamaan. Inara kamu Ngga papa" ucap Danish mendekati Inara sambil melihat tubuh Inara Yang berbalut kebaya sudah basah kuyup. Inara kedinginan.
"Tadi kita mau ngasih tisu ke inara.. hei tisunya tadi mana " Sela sahabat raysa Widya. Sahabat raysa Qirana dengan panik mengambil tisu di tasnya dan memperlihatkan pada daish seolah iya mereka membantu Inara.
Danish yang sudah melihat Inara dan tingkah laku raysa dan shabagnya di gambah tubuh Inara yang sudah basah kuyup semakin menggebu. Inara mulai memggigil.
"Lebih baik kalian Keluar SEKARANG !" Menekan kah perkataan nya.
Raysa dan Sahabat nya melihat Amarah Danish semakin ketakutan lalu mereka keluar ddngan terpaksa.
Danish kembali melihat Inara yang menggigil. Inara pun lemas kalau Danish tidak menangkap tubuh inara pasti akan terjatuh.
"Astaga Inara apa yang terjadi sama kamu. Astaga Ayo ke ruang UKS Sekarang " tanpa basa basi Danish menggendong tubuh Inara yang mengginggil. Wajahnya sudah Pucat membiru akibat kedinginan. Inara pasrah karna sudah kedinginan .
Raysa dan kedua sahabat nya keluar kelas dengan wajah sebal nya.
"Kenapa kak Danish Bisa Ke Kelas Kita Hah Bukan Nya Kalian udah ngurusin tidak Ada siapapun yang bisa masuk ke kelas ?!" Kedua sahabat raysa Juga tidak tahu.
"Kita juga Bener bener Nggak Tau Raysa. Kak Danish membuat rencana Kita gagal."
Danish membopong tubuh Inara melewati raysa dan kedua sahabat nya. Mereka semua bengong melihat tingkah kak Danish. Dabish Cuek Melewati Mereka.
"Kak Danish Kenapa Gendong Inara sih, Seharusnya Aku yang di posisi bersama kak danish, Ini Semua pasti Akal akalan Inara agar si gendong Kak Danish", Geram Raysa Mengalah kan Inara. Kedua sahabat raysa juga ikut Greget.
"Harus di beri Pelajaran, Kalau Tadi pasti Gak cukup timpal sahabat Raysa tak lain Widya.
Qirana mengiyakan sahabat nya.
Raysa dan kedua sahabat nya kesal Danish yang peduli sama Inara. Mereka pun sepertinya merencanakan sesuatu.
"Aduhhh aku ada di mana?" Setengah bangun Inara sambil memandang ruangan yang sudah tidak asing dan di lihatnya wajah Danish.
"Syukurlah kalau kamu sadar. Badan kamu basah mending kamu pulang aja. Gue yang anterin " ajak Danish bernafas lega melihat Inara sudah siuman.
Inara pun mengangguk. Inara berdiri tidak karuan Alhasil Danish memapah tubuh Inara.
"Emm emangnya kamu gak sibuk Danish ? " Tanya Inara di sela sela jalan nya yg di papah Danish. Danish tersenyum menanggapinya.
"Gak papa kok Inara. Semuanya temen aku yang ngerjain" jawab Danish. Tak di sangka David dan putra berpapasan dengan nya. Mereka terlihat seperti mencari seseorang.
"Akhirnya kita ketemu loe juga Danish. Lo dari tadi di mana sih kita cari gak ketemu ketemu gak taunya jalan sama Inara" oceh David merasa kesal mencari keberadaan Danish.
"Padahal tadi ada yang penting. " Timpal putra.
"Semuanya kalian aja yang urus. Gue mau ngantar Inara pulang dulu. " Ucap Danish melewati keduanya. Inara merasa gak enak.
David dan putra tak hentinya berkata.
"Enak banget lie yang seneng jalan sama cewe. Kita yang sudah ngerjain semuanya " Gerutu David.
"Semoga sukses Danish." Teriak putra. Danish menjawab dengan jempol.
Setelah sampai di mobil Danish segera menjalankan mobilnya. Sebelum jalan Danish memakaikan jaket pada Inara. Jaket yang sudah ada di mobil Danish. Tatapan mereka bertemu seakan mereka terpaku.
Beberapa menit kemudian mereka sadar.
Inara memulai pembicaraan nya setelah mobil yang di kendarai Danish berjalan.
"Emm aku gak enak Danish tadi sama temen kamu " Danish menoleh ke Inara. " Gak usah gak enakan santay aja mereka sahabat gue kok" jawab Danish. Inara diam.
"Oh ya tadi loe di apain sama mereka. Sampai baju kamu basah kaya gitu?" Tanya Danish yang sudah penasaran.
Inara diam mengingat kejadian tadi apa yang dilakukan raysa dan sahabatnya kepadanya. Entah mengapa raysa sampai membenci diri nya.
'apa aku cerita aja yah sama Danish. Aku juga butuh temen curhat tapi apa Danish benar benar baik sama aku? Atau Danish ada sesuatu yang menusuk aku dari belakang kaya Aldi?' batin Inara bimbang sambil melihat Danish yang sedari tadi juga menatapnya'.