INARA

INARA
30. Pasrah



Raksa akan menyetubuhi Inara, baru membuka hijab nya ya


Tapi di selamatkan oleh Danish


Raksa membawa mobil nya dengan cepat dan hati-hatim karena sedari tadi tangan kirinya di peluk Inara. Sampai tangan raksa merasakan tubuh kedua gunung Inara.


Raksa bernafas lega karena sampai di penginapan apartemen nya. Ia langsung memeluk tubuh Inara yang sedari tadi kepanasan seperti cacing kepanasan.


Raksa menggendong tubuh Inara dengan senyuman yang merekah.


Sedangkan di tempat lain.


Danish, David, Aldi dan putra Serdang berkumpul bersama.


Hanya Danish yang sedari tadi mondar-mandir tak tenang.


"Kau kenapa Danish " sahut sahabat Danish, David yang peka terhadap sahabat satu ini yang lagi kasmaran.


"Dari tadi gue hubungi Inara tapi gak terjawab" jawab Danish akhirnya duduk setelah lama hanya mondar-mandir.


"Lo udah pernah nyadap handphon Inara bukan?" Tanya David memastikan.


Si pendiam jenis ini akhirnya mengeluarkan ide cemerlang nya.


Danish langsung bangkit.


"Kenapa gue gak berpikir dari tadi yah" ucap Danish lalu bermain dengan serius dengan handphon nya.


"Karena dia bego karena Inara " sahut putra tertawa di sambut Aldi, David. Danish gak memperdulikan nya.


Danish menemukan lokasi Inara.


Wajahnya kaget. .


"Apartemen " gumam Danish tak percaya. Ia lalu bersiap berlari.


"Kau mau kemana Danish ? " Teriak Aldi yang melihat Danish mulai menjauh


"Temui Inara "jawab Danish lalu melanjutkan berlari. Tak lupa ia membawa kunci mobil nya.


Danish mengendarai mobil nya ugal-ugal an.


"Kau sedang apa sih Inara di apartemen, " ucap Danish bermonolog.


"Semoga kau tidak apa-ap Inara, semoga tidak ada apapun yang terjad pada Inara " ucap Danish yang khawatir.


Perasaan Danish sedari tadi tak karuan.


Di apartemen


Raksa menggendong Inara yang sedari tadi mencium lehernya.


Akhirnya sampai.


Raksa merebahkan tubuh Inara.


Inara sangat kegerahan, raksa membuka hijab inara.


"Cantik", hanya satu yang keluar dari raksa karena sangat terpesona dengan rambut Inara yang baru pertama kali di lihat nya.


Raksa sampai tak berkedip memandangi wajah Inara.


Inara sangat menjaga hijab dan auratnya, raksa sangat terpesona oleh kecantikan Inara langsung tersihir.


" Gue ngerasa salah sama kamu nar" kata raksa


"Tolong kak Danish " gumam kecil Inara yang sekarang akan memejamkan matanya sambil mengibaskan wajahnya.


Wajah raksa yang tadi sedih merasa bersalah langsung merah, siapa nama laki-laki.


"Apa kau sedang dekat dengan laki-laki lain nar?" Tanya raksa marah. Tanpa sadar dia mendekati tubuh Inara dan wajah Inara dan mulai mendekatinya. Cup, raksa mencium bibir Inara. Memperdalam ciuman nya setelah itu melepaskan nya.


Tangan Inara malah ingin meraih tengkuk raksa, tapi raksa mencengkalnya.


Nafas raksa memburu, ada rasa menjalar di tubuh nya.


Sesuatu di celana raksa pun menegak meminta keadilan


"Inaraaaaa" lirih raksa yang sudah tak tahan iaa mendekati wajah Inara, mencium nya. Memperdalam ciuman nya. Mata Inara ingin meminta lebih bahkan Inara meraih tengkuk raksa agar memperdalam ciuman nya.


Siapa yang tega mencampurkan obat perangsang di minuman Inara.


"Inara, kamu akan jadi milik ku " ucap raksa.


Inara sangat pasrah dalam hati kecil nya dia tidak ingin di sentuh oleh raksa tapi tubuhnya sangat menginginkan nya sekarang.


raksa tersenyum senang melihat Inara.


BRUKK


pintu terbuka oleh seseorang.


"INARA" Teriaknya, dia sangat marah, tangan nya sudah menggenggam. Inara wanita yang selalu di jaganya akan di lecehi laki laki lain. laki laki itu mendekati raksa lalu memukulnya.