INARA

INARA
33. Perampok



Qoutes


Ada pelangi setelah hujan


Itu kata-kata bahagia sebelum sedih.


Sebelum mencapai titik kebahagiaan harus melewati dahulu beberapa langkah kesusahan. Lika-liku kehidupan


...


Jangan Suka Pelangi,Dia memang Indah Tapi Hadirnya Hanya sementara. pilihlah Matahari, Bulan atau bintang Saja, Meski Tak seindah pelangi tapi selalu Hadir Dan setia Menemani


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Hari ini gue terburu-buru jadi tolong izinkan gue pergi sekarang " dengan baik hati Eliza meminta izin kepada pengendara mobil yang terlihat mahal fantastis.


"Gak bisa gitu dong, kamu seharusnya minta maaf"


"Maaf"


Eliza tak mau berlama-lama dia ingin menemui Inara ada janji yang harus di tepati.


Tanpa menunggu jawaban Eliza kembali ke motornya dan memakai helm.


Mengendarai motornya tanpa berpamitan sedikit pun.


"Cewe aneh, tidak membayar kerugian, tidak sopan" kata raksa. Ia harus merelakan uang nya untuk membayar mobil yang sedikit lecet.


"Tidak seperti Inara" kata raksa.


"Kok aku jadi kangen dia yah, "


Di sinilah Elisa berada di sebuah markas yang bernuansa hitam. Di temani teman-teman nya menghiburnya.


Eliza asa telephon segera ia angkat


Eliza termenung mengingat masalahnya.


"Sudah lah Quens, jangan terus bersedih nikmatilah hidup meski realita tak seindah kenyataan nya" Jones, Pria buaya.


Dan teman teman nya tertawa mendengarkan nya.


"Yang di Kitakan jones memang benar Quen"


"Jangan panggil saya dengan Quen, saya bukan wanita Kuat yang kalian kira " cegah Eliza.


"Kamu memang Elisa yang biasa saja namun di balik semua itu kita tahu kamu paling kuat diantara kami, biarkan kami memanggilmu Quen"


Elisa menatap gelas yang di tangan nya. Eliza risih dengan nama panggilan itu. Meskipun di cegah, mereka tetap mereka tidak bisa mengubah namanya selain Quen.


Mereka selalu menemani Eliza jika di situasi sulit.


Tok tok tok


"Inara" teriak Eliza di depan kos an Inara.


Sang empunya langsung membuka pintu nya.


"Akhirnya Lo datang juga "


"Oh yah, masalah apa?"


"Masalah kecil biasa "


"Ouh gitu, mau di duduk di luar atau di dalam Eliza?" Tanya Inara.


"Di luar aja Inara, gerah di dalam kos an kamu juga kecil lagi di luar aja lah sekalian nyari angin" jawab Eliza dengan keceplosan nya.


"Ya udah aku ambil minuman dingin dulu" dianggkuki oleh Eliza.


Inara tak berapa lama keluar,Inara mempersilahkan Eliza untuk minum dan membawa stok makanan.


"Gue mau ngembaliin KTP Kamu, kemarin ketinggalan waktu kamu di rampok "


"Yaampun kamu repot-repot kesini cuma masalah KTP, makasih yaaahh"


Inara mengingat kejadian waktu Kemarin mau narik Uang ke ATM malah mau perampok.


"Makasih juga kemarin udah nolongin aku, kalau gak ada kamu pasti uang ku udh gak ada" kata Inara menatap teman barunya, yang di temui kemarin.


Flash back


Kesibukan Bank berjalan seperti biasa, namun berubah ketika terdengar teriakan!


“jangan bergerak! serahkan semua uang milik Negara. Hidup anda adalah milik anda” ucap komplotan perampok yang menodongkan senjata untuk menakuti seisi Bank.


Perampok tersebut meminta uang Inara yang baru saja keliat. menyerahkan seluruh uang yang ada kepada mereka secepatnya.


Kemudian salah satu wanita sexy yang berbaju hitam hitam mencoba mendekati perampok tersebut. Namun para perampok malah marah dan berkata “perempuan tidak usah ikut campur!.


Para perampok tersebut melanjutkan aksi mereka. Tapi segera perempuan itu menendang pistol merekaa


Eliza, perempuan itu yang jago silat , mengambil uang hasil rampokan Inara.


Eliza mengambil pistol itu,


"Serahkan uang itu atau gue gak akan biarin kalian selamat hati ini"


Tak hanya itu Eliza memukul semua perampok dan menembak pistol kearah langit


DOOR!


Perampok itu ketakutan dan lari terbirit-birit"


Inara mendakati perempuan yang menyelamatkan nya.


"Ini uang mu" Eliza menyodorkan dompet tebal milik Inara, Inara megambilnya.


"Makasih, kamu cantik dan juga jago silat"


"Hmm, " di jawabi dingin oleh Eliza. Eliza membalikkan badan nya akan pergi.


"Aku inara, namamu siapa?" Teriak Inara sebelum Eliza pergi.


"CALL ME ELIZA" katanya lalu berlalu pergi.