INARA

INARA
36. perjodohan



" pulang yuk" ajak Danish, Inara malah diam saja duduk melihat laut sambil memegang minuman kelapa.


"Kenapa?"


Inara Dian termenung


"Rasanya aku ingin menghentikan waktu, agar aku bisa seperti ini terus " jawab Inara.


Danish mendekati inara dan memeluknya.


Kehangatan tubuh Danish membawa kedamaian dan ketenangan bagi Inara.



"Hidup itu seperti buku, beberapa bab sedih, beberapa bab bahagia.


Jika kita tidak membalik halaman kita tdk akan tahu apa yg terjadi di bab selanjutnya"ucap danish


"Yuk pulang"ajak Danish menarik tangan Inara. Inara mengimbangi langkahnya dengan Danish.


...


"Iyah lama banget sih Inara,kemana sih itu orang"ucap Eliza dengan kesal.


Lama Eliza menunggu akhirnya sang empu nya datang berdua. Bersama seorang pria yang gagah, tampan dan dilihatnya tidak tersenyum melihat Eliza berada di depan kos an inara.


Danish mengambil beberapa belanjaan yang sempat di belinya tadi sebelum pulang.


"Udah lama nunggu nya Eliza?" Tanya Inara baik baik dan sedang mengambil kunci dari tas nya dan mulai membuka kunci.


"Banget "


"Ini belanjaan kamu Nara" panggil Danish. Eliza melotot baru kali ini mendengar Danish berbicara pada Inara dengan lembut sekaligus tersenyum. Melirik Eliza lagi tidak ada senyum sekaligus. Hanya cuek. Padahal Eliza sangat cantik.


Apa gue gak secantik Dimata dia yah, batin Eliza bertanya.


"Iya kak, makasih banyak untuk hari ini "


"Oh ya kak kenalin dia Eliza"


"Hemm" Danish tidak tertarik


"Aku pulang dulu yah, " Danish mendekati inara dan mengelus kepala nya, Inara sedikit malu dengan perlakuan Danish terhadapnya.


Apalagi Eliza dari tadi mengamati.


Lalu Danish pergi.


Setelah mandi dan sholat Inara duduk di ranjang bersama Eliza. Terlihat seperti ada beban di pikiran nya.


"Tumben kau kesini" tanya Inara sambil membuka. Handphone nya


"Mau cerita?"


"Nanti "jawab nya.


"


...


Benci Jadi Cinta (Part 2)


Cerpen Karangan: Gravity Grace


Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Remaja


Lolos moderasi pada: 22 May 2021


Eliza lalu bergegas pulang dari Cafe.


Eliza hari ini akan terbang ke Paris. Setelah Sampai di rumah mewah.


Eliza bergegas menemui mama yang sedang duduk santai bersama papa di taman depan rumah. Mereka lalu menyuruh Eliza untuk berganti pakaian dulu sebelum membicarakan sesuatu yang katanya pentinh.


Setelah berganti pakaian, aku mengambil minuman hangat yaitu 3 gelas cokelat panas untuk menemani pembicaraan kami.


Ternyata hal yang ingin mereka bicarakan adalah tentang PERJODOHAN. Ya, kalian tidak salah baca, PERJODOHAN. Refleks, Eliza langsung menyeburkan cokelat panas yang baru seruput itu.


“Apa? Perjodohan? Bagaimana mungkin Ma, Pa?,” tanyaku terheran.


“Ya, itu harus . Kau akan dijodohkan dengan anak sahabat mama dan papa, mereka telah banyak berjasa untuk kita,” jawab Papa.


“Tapi kenapa harus aku?” tanya Eliza lagi.


“Sudah kau tak perlu banyak bertanya nak, pergilah dan istirahatlah. Nanti malam kita akan berangkat,ya sayang,” pinta Mama.


"Eliza gak mau"bantahnya


"Kamu anak durhaka ? Papa sama Mama sudah membesarkanmu sampai saat ini. Sekarang kamu bantah perintah papah mama" teriak papanya Eliza


"Apapun Eliza turutin asalkan jangan pernah soal nikah dan perjodohan " teriak berani Eliza


"ELIZA "teriak papahnya murka


"Anak tidak tau diri. Mau jadi apa kamu Eliza, orang tua hanya mau perusahan nya membaik tidak bangkrut hanya kamu satu satunya harapan kita" bentak papahnya Eliza memarahi nya.


Yang di matahari hanya diam


"Sabar pah, Eliza masih kecil " ucap mama nya menenangkan suaminya.


"Dia bukan anak kecil lagi, dia sudah dewasa, sampai sekarang dia belum menikah "