
Setelah Danish menunggu lama Inara berdandan Inara pun sudah mengenakan gaun yang sudah di siapkan Danish, ingat, bahwa Danish sangatlah royal untuk penampilan Inara.
Dia ingin Inara terlihat cantik, ini hanya acara kondangan saja belum juga nikah.
"Danish, " inara memanggil, Danish yang sibuk menyetir sesekali melirik Inara yang nampak cantik. Polesan Inara yang sederhana bibir nya warna pink senada yang di kenakan warna gaun nya saat ini.
jangan lupa hijab Inara juga senada dengan gaun yang berwarna pink.
terlihat mewah, Danish gak memikirkan harganya ketika membeli gaun nya.
"Kenapa " Danish tau bahwa inara pasti mengomentari tentang gaun nya.
"Gaun nya terlalu mewah gak sih, menurutku sih kamu terlalu membuang buang uang mu hanya untuk gaun ini"
"Apalagi gaun nya sedikit mencolok, Danish " keluh Inara.
Danish malah terkekeh mendengarnya.
"Uang bisa di cari Nara, ingat siapa aku?!" Inara yang malas mendengarnya. Memutarkan bola matanya.
"Iyah, Danish yang kaya, tajir hartanya banyak berlimpah dan gak akan pernah berkurang"
"Sebenarnya kata kata mu itu terlalu boros Nara, cukup katakan kaya Raya apa susahnya " dengan entengnya Danish menjawab.
Inara mendelik kesal ingin menimpali namun sudah sampai ketujuan.
Inara dan Danish berjalan masuk ke acara pernikahan Eliza dan Raka.
Inara menatap Eliza yang sangat cantik hari ini, seketika terkesima, Inara memeluk teman nya itu.
"Kau sangat cantik Eliza, ngomong ngomong kamu udah nikah aja " goda inara.
Eliza tertawa.
"Aku ini udah tua inara, udah lantas untuk menikah, kamu juga jangan lupa nyusul yah" ucap Eliza menatap pasangan Inara, Danish yang tadi bersalaman bersama Raka yang sudah sah menjadi suaminya.
"Aku nyusul besok kalau gak kesiangan" lelucon Inara tak sadar mengatakan nya.
Eliza dan Raka tertawa mendengarnya.
"Kau ini lucu" saking gregetnya Eliza mencubit pipi Inara. Inara juga pangling ketika wajahnya di poles.
"Kita mending duduk dulu" ucap Danish mereka pun mengangguk.
"Jadi tadi aku terlambat yah, kita kesini acara ijab qobul nya udah selesai aja" tanya inara.
"Iyah kamu ternyata tau diri " canda Eliza tertawa.
"Habisnya kamu ngapain aja sih, buka nya aku udh ngirim kamu pesan " kata Eliza.
"Lupa Eliza, tadi pagi aku joging sama teman kosan aku, kamu tau sendiri kan tema kosan an aku jarang keluar, dan baru juga ada waktu yaudah lah jogging "
"Untung ada kak Danish yang ngingetin" kata Inara
Eliza tersenyum.
"Dia pengertian Inara kayaknya dia pria yang baik " ucap Eliza menatap Danish yang sedang berbincang bersama Raka.
Ucapan Raka menghentikan percakapan Inara dan Eliza
"Kalian udah selesai belum, Acara kan udah selesai, sayang yuk kita istrihatat, kalian juga sana pergi "ucap Raka.
"Kamu ngusir kita yah" marah Inara.
" Atau kalian akan ehem ehem tapi ini kan masih sore " keluh Inara tak ingin berpisah dengan Eliza.
Wajah Eliza merah merona mendengar godaan inara.
Raka menggelengkan kepala ternyata otak Inara sedikit koslet.
Danish sampai mendekik.
Inara membisiki telinga Eliza.
"Kata orang malam pertama eh ini kan masih siang, jadi kata siang aja yah biar pas, kata itang siang pertama itu sakit itu nya " bisik Inara
"Itu apa?" Eliza tak mengerti otak Inara
"Inara, jangan mencuci otak istriku!" Ucap Raka tak suka dengan otak kecil Inara.
"Kamu itu masih kecil, ternyata otak kamu-" ucapana nya terpotong oleh Danish.
Danish menggenggam tangan Inara.
"Pulang yuk!' ajak Danish sedikit penekanan.
Inara pun berdiri dari duduk nya.
Memeluk kembali Eliza.
"See you Eliza, selamat bertempuh hidup baru, jangan lupa buatlah anak anak yang lucu lalu dia memanggil dengan Aunty cantik"
"Pikiran mu udah terbang tinggi " jawab Eliza.
"Katanya kamu akan ikut raka ke Paris yah "
"Iyah perusahaan Raka ada yang mengalami masalah aku ikut ke Paris, aku juga selalu ikut kemanapun dia pergi "
"Huaa bakalan jaranng ketemu deh"
"Setiap pertemuan ada perpisahan" ucap Inara membasuh ingus nya dengan tisu